Kabid Dokkes Polda Jateng, Kombes Pol. dr. Tri Yuwono Putra menerangkan kondisi Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Aditia Mulya Ramdhani kepada wartawan di RS dr. Oen Solo Baru, Rabu (15/5/2019). (Solopos/Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Kepolisian Daerah (Polda) Jateng menyiapkan pesawat khusus untuk mengangkut Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Aditia Mulya Ramdhani ke rumah sakit (RS) di Singapura.

Kondisi AKP Aditia yang menjadi korban pengeroyokan saat menghalau kelompok perguruan bela diri agar tidak terjadi bentrok di Sidoharjo, Wonogiri, Rabu (8/5/2019) lalu, mulai menunjukkan perkembangan.

Meski belum sadar dari koma, kondisi Aditia mulai stabil. Kepala Bidang (Kabid) Dokkes Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. dr. Tri Yuwono Putra mengatakan Aditia dalam kondisi yang memungkinkan dievakuasi ke Singapura. Meskipun dia mengakui semua tetap ada risiko dengan keputusan tersebut.

"Pemeriksaan dari dokter perwakilan Singapore General Hospital [SGH] di Jakarta menyebutkan kondisinya sudah support," katanya, Rabu (15/5/2019).

Pemeriksaan tersebut menjadi dasar kondisi Aditia bisa diterima atau tidak oleh rumah sakit di Singapura. Seluruh hasil pemeriksaan tersebut sudah dikirim ke Singapura. Saat ini proses evakuasi tinggal menunggu jawaban dari rumah sakit.

Apabila nanti rumah sakit di Singapura sudah memberikan jawaban, AKP Aditia siap dipindahkan. Polda menyiapkan pesawat khusus untuk memindahkan AKP Aditia ke Singapura.

Namun, bila kondisinya secara klinis tidak memungkinkan tidak akan dipindahkan. Tindakan selanjutnya setelah ini adalah melakukan observasi di RS dr. Oen Solo Baru.

Ihwal kondisi AKP Aditia, dia menjelaskan secara umum masih belum melewati masa kritis. Tim dokter Rumah Sakit dr, Oen Solo Baru menetapkan masa kritis hingga tiga pekan terhitung sejak dirawat.

Apabila masa kritis belum terlewati, kondisi Aditia tetap rawan. Tim dokter yang menangani Aditia tetap menyiapkan tindakan lebih lanjut.

"Pasien mengalami countercam karena pukulan. Kondisi di mana kepala mengalami pukulan di bagian kanan tetapi terjadi pendarahan di bagian kiri. Kondisi pasien terkini mulai ada refleks cahaya pada mata sudah ada tetapi masih lemah. Kami tetap tidak mengetahui benda apa yang mengenai kepala pasien,” ujarnya.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten