Polda Jateng Raih Nilai Tertinggi ETLE Nasional, Ini Penyebabnya

Ditlantas Polda Jateng meraih nilai tertinggi dalam program ETLE Nasional Presisi, yakni program yang menjaring pelanggar lalu lintas melalui tilang elektronik.

 Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol. Agus Suryo Nugroho. (Bidhumas Polda Jateng)

SOLOPOS.COM - Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol. Agus Suryo Nugroho. (Bidhumas Polda Jateng)

Solopos.com, SEMARANG — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah (Jateng) meraih nilai tertinggi dalam program Elektronic Traffic Law Enforcment (ETLE) Nasional Presisi 2021. Hal ini disebabkan Polda Jateng paling banyak menjaring pelanggar lalu lintas melalui kamera ETLE atau tilang elektronik.

Berdasarkan data yang disampaikan Ditlantas Polda Jateng, dalam kurun 3-15 Januari, ada sekitar 34.196 pelanggar lalu lintas di Jateng yang terekam kamera ETLE atau tilang elektronik. Namun, penilaian dalam program ETLE Nasional Presisi 2021 bukan hanya berdasarkan jumlah pelanggar terbanyak. Namun penilaian juga didasarkan pada jumlah verifikasi, jumlah pelanggaran terkonfirmasi, denda yang dibayarkan, serta pembayaran tertinggi melalui BRI Virtual Account (BRIVA).

PromosiFajar Kebangkitan Industri Penerbangan Makin Terang

Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Suryonugroho, mengatakan Polda Jateng telah mempunyai ribuan kamera ETLE nasional presisi yang terpasang di seluruh wilayah Jateng. Menurutnya, dalam kurun 3-15 Januari telah terkonfirmasi 34.196 pelanggar lalu lintas, dengan perincian 33.780 pengendara sepeda motor dan 416 pengendara mobil.

Baca juga: 34.196 Pelanggar Lalin di Jateng Terekam ETLE, Paling Banyak Solo

“Jumlah itu terbesar se-Indonesia, dibanding dengan kota-kota lain,” jelas Agus, Sabtu (15/1/2022).

Menurut Kombes Agus, rata-rata pelanggaran pengendara motor adalah tidak mengenakan helm, dan bonceng tiga. Sementara pelanggaran pengendara mobil kebanyakan pelat nomor yang telah kedaluwarsa dan tidak mengenakan sabuk pengaman.

Agus mengatakan pelanggar lalu lintas yang terekam kamera tilang elektronik paling banyak berasal dari Kota Solo. “Tertinggi di Polresta Surakarta dengan total 1890, sudah terkonfirmasi sejak 3 sampai dengan 13 Januari,” jelasnya.

Agus pun mengimbau kepada masyarakat agar patuh dan disiplin berlalu lintas. Hal ini dikarenakan ETLE Nasional Presisi telah ada di seluruh wilayah Jateng.

Baca juga: Siap-Siap, Tilang Elektronik Diterapkan Tahun Depan di Sukoharjo

“Tentunya ini menjadi program prioritas Bapak Kapolri, sehingga proses penegakan hukum telah menggunakan sistem ETLE. Petugas lalu lintas pun tidak bersentuhan langsung dengan pelanggar,” jelasnya.

Agus mengatakan Polda Jateng juga telah merilis aplikasi GoSigap. Aplikasi ini bertujuan untuk mengirim dokumen klarifikasi pelanggar yang terjaring ETLE atau terekam kamera tilang elektronik melakukan pelanggaran.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi, melalui Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol M. Iqbal Alqudusy, mengapresiasi capaian tertinggi ETLE Presisi Nasional yang diraih Ditlantas Polda Jateng. Capaian itu merupakan bukti keseriusan Ditlantas Polda Jateng dalam menerapkan law enforcement bagi pelanggar lalu lintas di jalan.

“Dengan berdisiplin lalu lintas akan menekan angka kecelakaan lalu lintas. Selain itu, lalu lintas juga semakin lancar,” terangnya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

5 Abad Perjalanan Panjang Inggris Legalkan LGBT Melalui Reformasi Hukum

+ PLUS 5 Abad Perjalanan Panjang Inggris Legalkan LGBT Melalui Reformasi Hukum

UU Buggery yang disahkan parlemen Inggris pada masa pemerintahan Henry III pada 1533 menyatakan homoseksual merupakan perbuatan ilegal. Lima abad kemudian, tepat pada 17 Juli 2013, Inggris melegalkan pernikahan sesama jenis melalui reformasi undang-undang.

Berita Terkini

4 Kepala Daerah di Jateng Ini Mengakhiri Masa Jabatannya Minggu Ini

Berikut nama-nama kepala daerah di Jawa Tengah (Jateng) yang mengakhiri masa jabatannya pada Minggu (22/5/2022).

Luasnya Hanya 8 Km Persegi, Ini Kecamatan Terkecil di Cilacap

Meski menjadi kabupaten terluas di Jateng, namun Cilacap memiliki kecamatan sangat kecil yaitu hanya 8 kilometer (km) persegi.

Tahukah Kamu? Ini Alasan Lasem di Rembang Disebut Little Tiongkok

Ini dia alasan kenapa Lasem di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah (Jateng), mendapat julukan sebagai Little Tiongkok atau Tiongkok Kecil.

Ternyata Bus Bumel di Jateng Paling Banyak Ada di Daerah Ini

Data Dinas Perhubungan Jawa Tengah pada 2021 menyebutkan bus dalam provinsi dengan kategori lambat atau bumel mencapai 3.759 unit bus.

Sip! Pati Tambah 12 Desa Wisata Baru

Sebanyak 12 desa wisata baru di Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng), resmi dikukuhkan.

Punya Penumpang Setia, Segini Jumlah Bus Bumel di Jateng

Populasi bus bumel di Jateng tergolong masih banyak. Bahkan, Jateng merupakan daerah dengan jumlah bus AKAP terbanyak di Indonesia.

Sesaji Rewanda Semarang, Saatnya Para Kera Berpesta

Sesaji Rewanda, pesta untuk para kera yang dilaksanakan tiap tanggal 3 Syawal oleh warga kampung Talun Kacang, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunung Pati, Semarang.

Gantikan Yuliyanto, Sinoeng Jabat Pj Wali Kota Salatiga

Kepala Disporapar Jateng, Sinoeng N. Rachmadi, diangkat sebagai Pj Wali Kota Salatiga menggantikan Yuliyanto yang masa jabatannya berakhir pada 22 Mei 2022.

Heboh! Kawanan Harimau Dikabarkan Muncul di Area Sawah Banjarnegara

Masyarakat Desa Penawaran, Banjarnegara, dihebohkan dengan kemunculan kawanan harimau di areal persawahan.

Epilepsi Kambuh, Remaja Batang Tenggelam di Sungai Sambong

Peristiwa tragis menimpa remaja penderita epilepsi asal Batang yang tenggelam di Sungai Sambong.

Pedasnya Nagih, Warung Makan Mangut Beong Magelang Ini Paling Legend

Kuliner khas Magelang yaitu mangut beong menawarkan sensasi pedas dalam masakannya. Bahkan, rasa pedas dari kuliner ini benar-benar bikin nagih.

Museum Lawang Sewu Tetap Minta Pengunjung Kenakan Masker

PT KAI Wisata selaku pengelola Museum Lawang Sewu di Semarang dan Museum Kereta Api Ambarawa belum menerapkan pelonggaran aturan penggunaan masker.

Cabuli Santri 9 Kali, Ustaz Ponpes Magelang Terancam 15 Tahun Penjara

Seorang ustaz sekaligus pengasuh ponpes di Kabupaten Magelang melakukan pencabulan kepada santrinya sebanyak 9 kali.

Tak Hanya Jateng, Semarang Juga Termasuk Kota Terpanas di Indonesia

Bukan hanya di Jawa Tengah saja, Kota Semarang juga termasuk kota terpanas di Indonesia dengan suhu 35 derajat Celcius.

Langka di China, Akar Tunjuk Langit asal Jawa Tengah Diekspor ke Taiwan

Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Semarang melepas 575 kilogram akar tunjuk langit asal Jawa Tengah untuk diekspor ke Taiwan, Jumat (13/5/2022), yang tergolong spesies langka hampir punah di China karena terlalu banyak yang menggunakan untuk pengobatan tradisional.