Ilustrasi korupsi (Ethixbase.com)

Solopos.com, SEMARANG — Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Jawa Tengah (Jateng) Kombes Pol.Hendra Suhartiyono mengakui banyaknya pengaduan masyarakat berkaitan dugaan penyimpangan dana bantuan keuangan provinsi (banprov) Jateng untuk kabupaten dan kota.

"Pengaduan masyarakat soal banprov ini banyak," kata Hendra Suhartiyono di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (10/10/2019).

Sayangnya, Dirkrimsus Polda Jateng itu tidak memerinci daerah-daerah yang dilaporkan ke Polda Jateng telah melakukan penyimpangan banprov itu. Ia hanya mencontohkan, satu dugaan penyimpangan dana banprov yang saat ini sudah ditangani Polda Jateng adalah pengadaan penerangan jalan umum.

"Belum ada tersangka, baru mulai penyidikan," kata Hendra yang tidak menjelaskan secara rinci di daerah mana saja dugaan korupsi pengadaan PJU itu terjadi.

Sebelumnya, dugaan penyimpangan dana banprov di bidang pendidikan sudah ditangani oleh Kejaksaan Tinggi (Kejakti) Jateng. Kejaksaan telah menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan keuangan provinsi di bidang pendidikan untuk Kabupaten Kendal dan Pekalongan tahun 2018.

"Sudah ditetapkan empat tersangka, masing-masing dua pejabat pembuat komitmen dan dua pimpinan perusahaan yang menjadi rekanan pengadaan barang," ujar Aspidsus Kejati Jateng Ketut Sumedana.

Para tersangka tersebut masing-masing S selaku pejabat pembuat komitmen untuk pengadaan laptop atau komputer jinjing di Kabupaten Kendal dan CE selaku Direktur Airmas Sinergi Informatika yang merupakan rekanan pengadaan barang. Sementara di Kabupaten Pekalongan, tersangka S selaku pejabat pembuat komitmen dan SMS selaku Presiden Direktur PT Astragraphia Xprins.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten