Pohon di City Walk Solo Sebaiknya Diberi Pot Pengaman

Pohon di City Walk Solo Sebaiknya Diberi Pot Pengaman

SOLOPOS.COM - Karangan bunga yang menyinggung soal pohon dan city walk terpasang di depan kompleks Museum Radya Pustaka, Minggu (29/10/2017). (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)

Pemkot Solo disarankan melengkapi pohon di Jl Slamet Riyadi dengan pot besar.

Solopos.com, SOLO—Pemerintah Kota (Pemkot) Solo disarankan melengkapi pohon-pohon di Jl. Slamet Riyadi dengan pot besar. Pemasangan pot tersebut untuk menyelamatkan pohon-pohon terutama yang akarnya berada di permukaan tanah setelah terdampak proyek drainase dan city walk.

Pemerhati Kota Solo dari Komunitas #KotaSolo, Shaggy Sigit Sarwanto, memberi masukan kepada Pemkot agar mencontoh Pemerintah Singapura dalam menata sebagian pohon yang tumbuh di tepi jalan. Dia pernah mendapati pohon-pohon besar di tepi jalan raya di Singapura dilengkapi pot besar yang bahkan bisa difungsikan juga sebagai tempat duduk. Menurut Shaggy, pemasangan pot besar model itu bagus jika diterapkan juga di Solo khususnya pohon-pohon di Jl. Slamet Riyadi.

“Pemkot bisa membangun pot besar yang bisa difungsikan sebagai tempat duduk setinggi 50 cm untuk pepohonan di sepanjang city walk Jl. Slamet Riyadi. Selain menyelamatkan pohon tanpa ditebang, pot juga bisa dimanfaatkan oleh warga untuk leyeh-leyeh, duduk santai di bawah pohon rindang,” kata Shaggy saat dimintai diwawancarai Solopos.com, Jumat (23/2/2018).

Baca juga:

Dampak Proyek Drainase, 17 Pohon di Jl. Slamet Riyadi Solo Rawan Tumbang

INFRASTRUKTUR SOLO : DLH Geram Kontraktor Jembatan Tirtonadi Gunduli Pohon Seenaknya

Akademisi Kecam Pemkot Solo soal Rencana Penebangan Pohon Jl. Slamet Riyadi

Hal itu terkait solusi penanganan 17 pohon di Jl. Slamet Riyadi yang kini rawan tumbang karena terdampak proyek drainase dan city walk.

Shaggy bicara tentang street scape Singapura yang mengagumkan. Dia terkesima dengan penataan ruang jalanan di Singapura baik di permukaan maupun di bawah permukaan tanah.

Shaggy mengaku tidak terlalu memahami detail teknis penataan yang dilakukan oleh otoritas Singapura tersebut. Hanya secara kasatmata, menurut dia, kawasan publik di Singapura bisa terlihat luar biasa rapi. Maka dari itu, kata Shaggy, pantas saja Joko Widodo (Jokowi) pada saat menjadi Wali Kota Solo berkiblat pada tata kelola lingkungan Singapura untuk bisa diterapkan di Kota Bengawan.

“Konsep hutan dalam kota dengan membangun city walk Jl. Slamet Riyadi sepanjang 3 km berhasil diterapkan Presiden Jokowi saat masih menjadi Wali Kota Solo. Kabel tanam untuk PLN dan Telkom sangat diinginkan. Saya kurang memahami bagaimana detail penataan lingkungan Singapura, tapi dari kasatmata hal itu bisa terlihat luar biasa rapi. Bahkan sisa tanah di tepi jalan pun tidak saya temukan,” jelas Shaggy.

Koordinator Forum Solo Hijau, Mayor Haristanto, sepakat dengan usulan Shaggy pohon-pohon di Jl. Slamet Riyadi lebih baik dikuatkan dengan dipasangi pot besar. Pot tersebut juga bisa bermanfaat untuk kepentingan lain, seperti menjadi tempat duduk para pejalan kaki dan pesepeda.

Namun, menurut dia, langkah Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Solo yang memasang penyangga di salah satu pohon rawan tumbang juga patut diapresiasi. Hany, besi penyangganya masih terlalu kecil.

“Langkah BPBD patut diapresiasi, namun menurut saya besi yang dipakai terlalu kecil. Usul saya sepaham dengan Mas Shaggy, pohon lebih baik dikuati dengan beton cor yang bisa sekaligus dipakai untuk tempat duduk. Dengan begitu, warga bisa dengan mudah memperoleh tempat duduk di bawah pohon yang menyegarkan,” jelas Mayor.

Berita Terkait

Berita Terkini

Libur Lebaran, Wisata Grojogan Sewu Karanganyar Diserbu Pengunjung

Jumlah kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata di wilayah Tawangmangu, Karanganyar, termasuk Grojogan Sewu, meroket di momen libur Lebaran, Jumat (14/5/2021).

MotoGP Batalkan Seri Finlandia Gegara Covid-19

FIM, IRTA, dan Dorna Sports membatalkan Grand Prix MotoGP Finlandia tahun ini akibat masih berlangsungnya pandemi Covid-19

Singapura Lockdown, Restoran Hanya Terima Take Away

Pemerintah Singapura mengumumkan lockdown pada pertemuan sosial dan kegiatan publik pada Jumat (14/5/2021).

Pekalongan Diprediksi Tenggelam 15 Tahun Lagi, Ini Sebabnya

Kota Pekalongan di Jawa Tengah diprediksi tenggelam pada 2036 akibat penurunan muka tanah dan naiknya permukaan air laut.

Wisata WGM Wonogiri Tutup, Pengunjung Kecele

Banyak warga yang kecele saat berkunjung ke sejumlah tempat wisata di Wonogiri, termasuk WGM, pada hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021).

Duh, Pengemis Bawa Kabur Balita Usia 2 Tahun di Sragen

Seorang pengemis perempuan kedapatan membawa kabur seorang balita yang berusia 2 tahun asal Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, pada Jumat (14/5/2021). 

Begini Kisah Seleksi Jadi Imam di Uni Emirat Arab

Kemenag melakukan seleksi imam masjid asal Indonesia yang akan diberangkatkan untuk bertugas di wilayah Uni Emirat Arab (UEA).

Melintas di Solo Saat Lebaran, 481 Kendaraan Diperiksa

Sebanyak 481 kendaraan berpelat luar Kota Solo diperiksa saat hari H Lebaran pada Kamis (13/5/2021).

Ketua LHKP-PWM Jateng Sesalkan Pernyataan Ali Mochtar Ngabalin, Desak Minta Maaf

Pernyataan Ali Muktar Ngabalin, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden terkait Busro Muqodas disesalkan Khafid Sirotudin, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PW Muhammadiyah Jateng.

Bhabinkamtibmas Catat ada 1.241 Pemudik Tiba Sragen

Kebanyakan pemudik tiba di Sragen sebelum larangan mudik Lebaran diberlakukan.

Wuih! Ada Wahana Baru di Gunung Pegat Sukoharjo Loh

Gunung Pegat Sukoharjo kini dilengkapi sejumlah wahana baru.