Pohon dan Ijuk Penutup Tak Ketemu, Gimana Nasib Sendang Kuncen Madiun?

BPCB Jatim tidak menemukan bagian bawah pohon dan ijuk penutup sumber mata air Sendang Kuncen Madiun di Sendang Kuncen, Kecamatan Taman, Kota Madiun dalam ekskavasi tahap kedua.

 Tim peneliti dari BPCB Jawa Timur melakukan ekskavasi di Sendang Kuncen, Kecamatan Taman, Kota Madiun, dan menemukan terowongan saluran air kuno, Senin (20/9/2021). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

SOLOPOS.COM - Tim peneliti dari BPCB Jawa Timur melakukan ekskavasi di Sendang Kuncen, Kecamatan Taman, Kota Madiun, dan menemukan terowongan saluran air kuno, Senin (20/9/2021). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

Solopos.com, MADIUN — Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur (Jatim) tidak menemukan aspek cagar budaya di Sendang Kuncen, Kecamatan Taman, Kota Madiun pada ekskavasi tahap kedua yang dilakukan selama tiga hari, Senin-Rabu (11-13/10/2021).

PromosiMengenal Primata Endemik Pulau Jawa yang Dikenal Cerdas Namun Pemalu

Mereka tidak menemukan bagian bawah pohon dan ijuk yang disebut masyarakat setempat dan juru kunci sendang sebagai tanda keberadaan sumber mata air di sendang tersebut. Pamong Budaya Muda BPCB Jatim, Pahadi, mengatakan ekskavasi tahap kedua sudah selesai. Timnya tidak menemukan sumber air yang dimaksud.

Baca Juga : Pohon dan Ijuk Penutup Sumber Air Sendang Kuncen Madiun Tak Ketemu?

“Informasinya pada tahun 1984 itu kan sumber air ditutup pakai ijuk dan bagian bawah pohon. Tapi sampai sekarang belum ditemukan. Ini masih tanda tanya,” kata Pahadi saat ditemui di lokasi ekskavasi, Rabu (13/10/2021).

Selanjutnya, tim ekskavasi akan melaporkan hasil temuan itu kepada Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olah Raga (Disbudparpora) Kota Madiun. “Hasil ini akan dikomunikasikan dan didiskusikan dengan pimpinan. Apakah ekskavasi akan dilanjutkan atau dianggap cukup,” ujar dia.

Pahadi menuturkan kemungkinan nasib Sendang Kuncen ketika ekskavasi dinyatakan cukup. Pemerintah setempat dapat melakukan revitalisasi terhadap Sendang Kuncen. Langkah itu sebagai bagian dari pengembangan destinasi wisata religi.

Baca Juga : Ekskavasi Sendang Kuncen Madiun Rampung, Ini Hasilnya..

Bentuk revitalisasinya macam-macam. Dia memberikan contoh pembuatan sumur atau sumber air baru. Harapannya sumber air baru bisa dimanfaatkan sebagai destinasi wisata religi.

Menurutnya, Sendang Kuncen bisa masuk ranah pengembangan cagar budaya karena lokasi sendang di sekitar situs cagar budaya makam dan masjid kuno Kuncen. Sebelumnya, BPCB Jatim menuturkan ekskavasi tahap kedua di Sendang Kuncen untuk mencari sumber air di sendang tersebut.

BPCB Jatim menyampaikan sumber air Sendang Kuncen sangat penting karena lokasi sendang masih terhubung dengan Makam Kuno dan Masjid Kuno Kuncen. Keberadaan sendang akan menyempurnakan nilai sejarah tempat itu.

Baca Juga : Ekskavasi Sendang Kuncen, BPCB Jatim: Tak Ada Bukti Cagar Budaya

“Tapi, nanti kalau semisal ditemukan sumber mata air, dia [Sendang Kuncen] mungkin bisa jadi nilai tambah kawasan cagar budaya itu,” kata dia.

Pahadi memberikan catatan bahwa timnya hanya meneliti aspek bukti fisik. Umumnya, petirtaan atau sendang yang dimanfaatkan pada masa klasik dibuat dengan struktur batu dan bata atau sejenisnya.

Sayangnya, lanjut dia, belum menemukan aspek fisik tersebut selama ekskavasi di Sendang Kuncen. Maka bisa disimpulkan Sendang Kuncen ini belum memenuhi aspek cagar budaya.

“Tapi tidak tahu nanti kalau semisal dalam perkembangannya ada tinggalan itu. Tentu akan dilakukan kajian ulang di aspek budaya. Tapi pada tahap kedua ini belum menunjukkan potensi cagar budaya,” jelasnya.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Data dan Fakta Risiko Bencana Jakarta dan Kaltim

+ PLUS Data dan Fakta Risiko Bencana Jakarta dan Kaltim

Pulau Jawa memiliki paparan risiko bencana tinggi dibanding pulau lain, namun indeks risiko bencana lebuh tinggi dimiliki Kalimantan Timur dibanding DKI Jakarta.

Berita Terkini

Karyawan Toko Gagalkan Aksi Komplotan Maling di Ponorogo, Ini Ceritanya

Karyawan Toko Top Mode Mlarak di Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa berhasil menggagalkan pencurian pakaian yang dilakukan komplotan maling pada Rabu (26/1/2022).

Alas Ketonggo Ngawi, Gerbang Alam Gaib Gunung Lawu?

Kisah misteri tentang Alas Ketonggo di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, yang diyakini sebagai gerbang menuju alam gaib di Gunung Lawu.

2.500 Paket Sembako Disalurkan ke Warga Madiun

Polres Madiun menggandeng pengusaha produk kecantikan asal Surabaya memberikan bantuan kepada warga terdampak Covid-19 dan bencana alam.

Destinasi Wisata Kayutangan di Malang Dibersihkan

Pemkot Malang menerjunkan ratusan personel kebersihan untuk membersihkan destinasi wisata koridor Kayutangan.

Pria Lansia Meninggal saat Mancing di Sungai Ponorogo

Seorang pria lanjut usia atau lansia ditemukan tak bernyawa saat mancing di Sungai Buntung, Kabupaten Kulonprogo.

Karakter Ekonomi Madiun Raya Lebih Tangguh Lawan Pandemi Covid-19

Pertumbuhan ekonomi wilayah Madiun Raya selama pandemi Covid-19 dikupas tuntas dalam acara Jagongan Madiun Raya yang digelar Solopos Media Group.

Bejat! Pura-Pura Ajak Meditasi, Guru Tari di Malang Cabuli 10 Anak

Seorang guru tari di Kota Malang, Jawa Timur (Jatim), ditetapkan sebagai tersangka atas kasus kekerasan seksual atau pencabulan terhadap 10 anak di bawah umur.

Pengakuan Sopir Truk Kontainer Pelaku Tabrak Lari di Tol Madiun

Sopir truk kontainer, pelaku tabrak lari di jalan tol Madiun yang menewaskan dua orang memberikan pengakuan yang mengejutkan.

Ini Ganjaran Pelaku Tabrak Lari yang Tewaskan 2 Orang di Tol Madiun

Sopir truk kontainer pelaku tabrak lari di jalan tol Madiun terancam pidana penjara sembilan tahun dan dicabut SIM-nya.

Kuliner Lethok, Berawal dari Inisiatif Warga Ngawi pada Masa Penjajahan

Kuliner lethok bermula dari kreativitas warga Ngawi yang memadukan babat sapi dengan tempe pada masa penjajahan.

Sopir Truk Kontainer Tabrak Lari 2 Orang di Tol Madiun Jadi Tersangka

Polres Madiun menetapkan sopir truk kontainer, Sukiman, 51, sebagai tersangka kasus tabrak lari di Jalan Tol Madiun-Surabaya Km 622.180 A, tepatnya di Saradan, Madiun, Jawa Timur, Selasa (25/1/2022).

Wow! 1.025 Bonsai Dipamerkan di Festival Bonsai Pujasera Madiun

Sebanyak 1.025 bonsai berbagai ukuran dipamerkan pada Festival Bonsai di Lapangan Pujasera, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur mulai Sabtu hingga Kamis (22-27/1/2022).

Gubernur Ganjar Ngobrol Bareng Wali Kota Madiun, Kira-Kira Bahas Apa?

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, blak-blakan menyampaikan ketertarikan terhadap program pengembangan UMKM di Madiun saat ngobrol bareng Wali Kota Madiun, Maidi.

Harga Minyak Goreng di Pasar Madiun Belum Rp14.000, Ini Alasan Pedagang

Pedagang minyak goreng di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Madiun masih enggan menjual minyak goreng satu harga sesuai ketetapan pemerintah, Rp14.000 per liter.

Penasaran? Kira-Kira Ada Apa di Alun-Alun Ngawi Terbesar se-Jawa Timur

Alun-alun Ngawi yang menjadi alun-alun terbesar se-Jawa Timur memiliki sejumlah daya tarik sehingga menjadi destinasi favorit pelancong.