Ilustrasi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkot/Pemkab. (Dok/JIBI/Solopos)

Solopos.com, WONOGIRI — Aplikasi tambahan penghasilan pegawai negeri (Si Tamppan) dinilai berkontribusi positif membangun budaya kerja baru bagi aparatur sipil negara (ASN) di Wonogiri. Melalui aplikasi itu ASN terpacu lebih disiplin dan tanggung jawab untuk meningkatkan kinerja.

Dalam Si Tamppan, setiap ASN wajib melaporkan setiap kegiatan yang mengacu pada penilaian kinerjanya. Presensi secara online itu juga mengharuskan ASN tiba di kantor tepat waktu. Sebab, terlambat satu detik pun tetap dihitung terlambat.

“Ada reward diberikan saat tanggung jawabnya dipenuhi. Kalau kehadiran terlambat, tidak ikut apel, keluar dari radius yang ditentukan akan ada potongan sekian persen. Nanti diakumulasi setiap bulannya,” kata Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, saat ditemui wartawan di gedung DPRD Wonogiri, Jumat (20/9/2019).

Ia menjelaskan dalam aplikasi itu setiap ASN bisa menerima 60-70 persen Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Tak menutup kemungkinan ASN bisa menerima TPP hingga 100 persen, kendati sangat berat.

“TPP ini anggarannya besar Rp82 miliar. Maka, yang didapat adalah budaya kerja baru. Hal ini akan mendisiplinkan semua pihak, OPD, dan lainnya,” terang Joko.

Implementasi Si Tamppan itu, lanjut Joko, Sutopo, merupakan sistem presensi elektronik yang mengacu pada kententuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) soal TPP. Menurut dia, aplikasi itu menjadi semacam reward bagi ASN untuk memenuhi tanggung jawabnya.

Kewajiban itu dipenuhi tanpa menimbulkan sesuatu yang diperdebatkan. “Kami bikin sistem presensi yang di dalamnya mengatur kewajiban-kewajiban sebelum mendapatkan haknya. Hasilnya ada tren positif. Misalnya, Wonogiri mendapatkan WTP. Ini artinya ada tren positif dari budaya kerja ASN Wonogiri,” tutur dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten

%d blogger menyukai ini: