Tutup Iklan
PNS TEWAS : Minta Dikeroki, PNS Sukoharjo Tewas

SOLO -- Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Pemkab Sukoharjo, Wiwid Widayat, 36, warga Wonogiri, tewas dalam perjalanan ke RS Brayat Minulya dari sebuah panti pijat di Sidorejo, Mangkubumen, Banjarsari, Solo, Rabu (17/4/2013), sekitar pukul 08.00 WIB. Korban mendadak kejang-kejang, saat akan dikeroki oleh salah satu pemijat.

Pemijat yang menangani korban, Eva, 40, saat ditemui Solopos.com di panti pijat tempatnya bekerja, menceritakan saat masuk ke panti korban tampak seperti sedang sakit. Kedua matanya terlihat sayu seperti orang mengantuk. Kepada pemilik panti, Handayani, 50, ia mengatakan ingin dipijat. Selanjutnya korban diminta masuk kamar di lantai II panti tersebut.

“Kebetulan saya yang diminta menangani korban. Korban tampak sedikit sempoyongan saat naik tangga. Sesampainya di kamar, korban meminta saya mengerokinya. Saya lalu ke lantai I mengambil koin dan minyak angin,” kata Eva.

Seusai mengambil peralatan kerokan ia kembali ke kamar tempat korban berada. Eva kaget saat mendapati korban kejang-kejang. Ia lalu teriak minta tolong karena bingung harus berbuat apa terhadap korban. Tak lama pemilik panti membawa korban ke RS Brayat Minulya. Namun, akhirnya korban meninggal dunia saat diperjalanan menuju rumah sakit.

Saksi lain, Handayani, menginformasikan saat polisi mengecek tas korban ia melihat ada tanda pengenal yang menerangkan korban berstatus PNS di Sukoharjo. Selain itu, tas korban juga terdapat beberapa obat.

Pjs Kanitreskrim Polsek Banjarsari, AKP Sunarto, kepada wartawan menyampaikan petugas tidak menemukan tanda kekerasan di tubuh korban. Ia menduga korban tewas akibat sakit dalam. Dugaan diperkuat dengan ditemukannya beberapa obat dan balsem di dalam tas korban.

“Dari keterangan keluarganya, korban mempunyai riwayat penyakit paru-paru dan asma. Jadi kemungkinan besar korban tewas karena sakit,” jelas Sunarto mewakili Kapolsek, Kompol I Ketut Raman.

Salah satu rekan korban, Burhan, saat ditemui wartawan di RS Brayat Minulya, menerangkan korban adalah PNS di lingkungan Pemkab Sukoharjo. Dikatakannya, korban izin tidak mengikuti upacara rutin setiap tanggal 17 di Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukoharjo untuk menyelesaikan keperluan pribadi.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho