Pneumonia, Penyakit yang Bikin Elton John Terpaksa Bubarkan Konser
ilustrasi pneumonia (freepik)

Solopos.com, SOLO- Gara-gara pneumonia, Elton John terpaksa menghentikan pertunjukannya di Selandia Baru. Pemenang Oscar untuk lagu orisinal terbaik ini kehilangan suaranya di tengah-tengah pertunjukan Mount Smart Stadium, Auckland pada Minggu (15/2/2020) waktu setempat.

"Aku baru saja kehilangan suaraku. Aku tidak bisa bernyanyi. Aku harus pergi. Maafkan aku," ujar John dilansir Antara dari Variety, Senin (16/2/2020).

John kemudian menangis dan bersandar pada pianonya sambil menggelengkan kepala sebelum meninggalkan panggung. John sempat diperiksa oleh seorang petugas medis di tengah-tengah pertunjukan dan membawakan beberapa lagu, termasuk Candle in the Wind dan All the Girls Love Alice, tetapi terpaksa menghentikan saat suaranya hilang pada lagu Daniel.

John juga meminta maaf kepada penggemar melalui media sosialnya. "Aku kecewa, sangat sedih dan menyesal. Aku memberikan semua yang kumiliki. Terima kasih banyak atas dukungan luar biasa kalian dan semua cinta yang kalian perlihatkan kepadaku selama pertunjukan malam ini. Aku sangat berterima kasih. Love, Elton xx," tulisnya.

Bisa Sebabkan Kematian

Seperti dilansir hellosehat.com, pneumonia adalah penyakit infeksi yang menyerang paru, sehingga menyebabkan kantung udara di dalam paru meradang dan membengkak. Kondisi kesehatan ini sering kali disebut dengan paru-paru basah, sebab paru bisa saja dipenuhi dengan air atau cairan lendir.

Kondisi paru-paru basah ini dapat dialami oleh siapa pun. Namun pneumonia pada anak bisa sangat berbahaya dan menyebabkan kematian. Bahkan, badan kesehatan dunia (WHO) menyebutkan jika penyakit pneumonia adalah penyebab 16% kematian anak balita di dunia pada tahun 2015. Sementara, di Indonesia, dilansir dari CNN, penyakit pneumonia pada anak menyebabkan 2-3 anak balita yang meninggal setiap jamnya.

Gejala Penyakit

Penyakit ini biasanya memiliki gejala-gejala antara lain seperti batuk terus-terusan, dengan disertai dahak, demam, berkeringat, menggigil, susah bernapas, dada sakit, nafsu makan menurun, detak jantung terasa cepat. Sementara, gejala yang cukup jarang terjadi tetapi bisa tetap muncul seperti kepala sakit, lemas dan lelah, mual dan muntah, nyeri sendi dan otot, hingga batuk disertai dengan darah.

Beberapa gejala tersebut umum dan sering terjadi pada orang yang mengalami penyakit pneumonia dan akan berlangsung sekitar 24 jam-48 jam. Namun, hal ini tergantung juga dengan kondisi masing-masing individu. Bahkan penyakit pneumonia pada anak juga dapat menimbulkan gejala yang berbeda. Pada anak di bawah usia 5 tahun, bisa mengalami nafas yang cepat dan tidak teratur. Sedangkan pada bayi akan menunjukkan gejala muntah-muntah, lemas, tidak berenergi, dan sulit makan serta minum.

Penyebab penyakit pnemonia

Faktanya, pneumonia adalah penyakit infeksi yang bisa disebabkan oleh bakteri, jamur, dan virus. Jadi, penyakit pneumonia sangat mudah ditularkan melalui udara. Biasanya, penularannya terjadi ketika seseorang yang terkena kondisi ini bersin atau batuk.

Virus dan bakteri penyebab pneumonia dapat dengan mudah keluar melalui hidung atau mulut saat bersin dan kemudian menginfeksi tubuh yang lain. Pasalnya, bakteri dan virus dapat dikeluarkan dengan mudah saat seseorang bernapas. Peluang Anda semakin besar untuk terkena penyakit pneumonia ini, bila Anda memiliki beberapa faktor risiko tertentu.

Pengobatan

Seperti dilansir sehatq.com, penyakit pneumonia ringan dapat disembuhkan di rumah antara lain dengan mendapatkan banyak istirahat, Minum antibiotik apabila penyebab pneumonia adalah bakteri, dan minum banyak cairan. Menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik dapat menolong Anda untuk mengurangi jumlah lendir atau dahak di dalam paru.

Jika penderita tidak memiliki masalah kesehatan lain, penderita akan cepat pulih setelah mendapatkan perawatan meski batuk masih bertahan selama beberapa waktu. Bagi orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah sehingga kurang atau tidak dapat melawan infeksi,  lebih baik menjaga jarak dari orang dengan pneumonia agar mengurangi risiko penularan.

Obat Resep

Tergantung pada jenis kuman penyebab pneumonia, dokter biasanya akan meresepkan obat yang sesuai.  Pada kasus pneumonia bakteri, dokter biasanya akan merekomendasikan pengobatan dengan antibiotik. Tentunya pengobatan ini harus dilakukan dengan arahan dokter, karena obat antibiotik perlu disesuaikan dosis dan cara pemakaiannya.

Antibiotik tidak dapat mengobati pneumonia yang disebabkan oleh virus. Apabila diperlukan, dokter mungkin bisa merekomendasikan obat antiviral. Namun, biasanya penderita dapat sembuh dengan pengobatan di rumah dan istirahat yang cukup.

Bila Anda diminta untuk mengonsumsi antibiotik, maka lebih baik Anda habiskan obat tersebut. Jika tidak dihabiskan, bakteri penyebab infeksi dapat kebal terhadap obat yang Anda konsumsi.

Pencegahan

Dalam banyak kasus, infeksi ini sebenarnya dapat dicegah. Berikut beberapa pencegahan yang bisa dilakukan agar tak terkena pneumonia seperti dilansir dari hellosehat

Vaksinasi

Vaksin dianggap sebagai cara yang cukup ampuh untuk menghindari infeksi paru ini terjadi. biasanya, ada vaksin yang memang khusus pneumonia dan ada vaksin untuk menangkal flu – karena infeksi sering terjadi setelah flu. untuk mengetahui mana yang tepat untuk Anda dapatkan, sebaiknya konsultasikan hal ini pada dokter Anda.

Pastikan kalau anak-anak juga mendapatkan vaksin. Pneumonia pada anak juga dapat dicegah dengan cara vaksin. Biasanya vaksin yang diberikan pada anak yang berusia di bawah 2 tahun dengan anak yang berusia 2-5 tahun berbeda. Karena pneumonia pada anak cukup berbahaya, sebaiknya segera berikan vaksin pada si kecil dan diskusikan hal ini pada dokter anak Anda.

Pola Hidup Sehat

Menerapkan pola hidup yang bersih. Karena penyakit pneumonia adalah penyakit infeksi, maka untuk mengurangi risiko, Anda harus menjaga kebersihan diri, keluarga, dan lingkungan. Sering-sering lah untuk mencuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir agar bakteri dan virus tak menempel di permukaan kulit.

Jauhi Rokok

Jauhi rokok. Kebiasaan ini hanya akan membuat saluran pernapasan Anda terinfeksi, termasuk organ paru.

Olahraga Teratur

Selain itu, dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan berolahraga rutin, Anda akan memiliki sistem kekebalan yang kuat dan mampu menangkal berbagai zat asing masuk ke dalam tubuh.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho