PMI SEMARANG : Bakda Lebaran, Stok Darah Semarang Drop
Ilustrasi donor darah (JIBI/Solopos/Dok.)

PMI Semarang mengalami penipisan stok atau ketersediaan darah pascabulan Ramadan dan Lebaran 2017.

Solopos.com, SEMARANG – Ketersediaan darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Semarang menipis pasca-Lebaran 2017. Hingga Kamis (6/7/2017), stok darah di PMI Kota Semarang tersisa 2.562 kantong.

Kepala UTD PMI Kota Semarang, Rini Astuti, menyebutkan stok darah 2.562 kantong itu terbilang minim. Hal itu dikarenakan banyaknya permintaan darah resipien kepada PMI Kota Semarang. “Rata-rata permintaan darah kepada PMI Kota Semarang per bulannya mencapai 10.000 kantong-11.000 kantong. Saat ini, permintaan darah kepada kami tetap, tapi donor darahnya minim apalagi setelah bulan puasa dan libur Lebaran kemarin,” beber Rini saat dijumpai wartawan di Kantor PMI Kota Semarang, Kamis siang.

Rini menambahkan, selama ini, PMI Kota Semarang bukan hanya melayani permintaan darah dari dalam Kota Semarang. PMI Kota Semarang juga kerap mendapat permintaan darah dari berbagai daerah di Jawa Tengah (Jateng), seperti Kudus, Tegal, Salatiga, Kendal, dan Grobogan.

[Baca juga Gawat, Pasca-Lebaran Stok Darah Menipis]

“Sehingga meski kelihatannya stok darah di sini banyak, tapi itu akan cepat habis. Mungkin dalam waktu dua atau tiga hari [jika tidak ada tambahan stok darah] persediaan darah di sini bisa habis,” imbuh Rini.

Rini menyebutkan dari 2.562 kantong darah yang tersedia di PMI Kota Semarang itu terdiri atas berbagai jenis. Untuk jenis whole blood terdapat 168 kantong, darah pekat atau PRC berjumlah 373 kantong, trombosit atau trombocyte concentrates (TC) mencapai 333 kantong, fresh frozen plasma (FFP) 810 kantong, washed erythrocyte 8 kantong, antihemolitic faktor 635 kantong, dan liquied plasma 335 kantong.

“Dari sekian banyak jenis darah itu yang paling banyak permintaannya adalah whole blood dan trombosit,” ujar Rini.

Demi mengantisipasi minimnya ketersediaan darah itu, PMI Kota Semarang pun terus mengalakkan penghimpunan donor darah. Kegiatan itu dilakukan baik saat bulan puasa maupun libur Lebaran, meskipun jumah donor yang menyumbangkan darah mereka tidak sebanyak saat hari-hari biasa.

Jika pada hari-hari biasa, PMI Kota Semarang bisa menjaring 6.000 donor yang bisa diolah menjadi 12.000 kantong-14.000 kantong darah, maka saat Ramadan dan Lebaran hanya mampu menjaring sekitar 3.000 donor dengan ketersediaan sekitar 8.000 kantong darah. “Selain menggiatkan aksi donor darah, kami juga terus mengoperasikan bus-bus bank darah yang datang ke kampus-kampus maupun standby di jalan-jalan guna menjaring para pendonor,” imbuh Rini.

Terpisah, dokter fungsional di Laboratorium Bank Darah RSUP dr. Kariadi, Dian Widyaningrum, menilai minimnya stok darah seusai bulan puasa Ramadan merupakan hal yang wajar. Hal itu dikarenakan selain minimnya donor yang menyumbangkan darah mereka, banyak pula petugas unit transfusi darah yang memilih libur.

“Kami biasanya menyikapi keadaan ini dengan meminta keluarga dari pasien atau resipien untuk menyumbangkan darah mereka. Kalau tidak, kami mengutamakan yang benar-benar membutuhkan lebih dulu,” tutur Dian.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom