Tutup Iklan

PLN Jateng Ajak Waspadai Bahaya Listrik saat Penghujan

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Jateng-DIY) mengimbau masyarakat untuk selalu mewaspadai bahaya listrik pada musim penghujan seperti sekarang ini.

PLN Jateng Ajak Waspadai Bahaya Listrik saat Penghujan

SOLOPOS.COM - Manajer Komunikasi PLN UID Jateng-DIY, Haris. (Antara-Nur Istibsaroh)

Solopos.com, SEMARANG — PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Jateng-DIY) mengimbau masyarakat untuk selalu mewaspadai bahaya listrik pada musim penghujan seperti sekarang ini.

"Pada musim penghujan tidak menutup kemungkinan terjadinya banjir, untuk itu PLN mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi bahaya listrik," kata Manajer Komunikasi PLN UID Jateng-DIY Haris di Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (30/1/2019).

Haris menjelaskan untuk mengatisipasi bahaya listrik, ada beberapa langkah antisipatif saat banjir yang dapat dilakukan masyarakat, antara lain mematikan instalasi listrik di dalam rumah, mencabut peralatan listrik yang masih tersambung dengan stop kontak, dan menaikkan alat elektronik ke tempat yang lebih tinggi. "Setelah banjir surut masyarakat diimbau untuk memastikan semua peralatan elektronik dalam keadaan kering sebelum digunakan," katanya.

Haris mengakui kondisi cuaca ekstrim saat ini juga rentan menyebabkan adanya gangguan listrik, di antaranya diakibatkan pohon tumbang dan angin. "Di musim penghujan, jaringan listrik akan menjadi lebih rentan terhadap gangguan, sebagian besar disebabkan oleh pohon dan angin kencang," katanya.

PLN, lanjut Haris, berharap masyarakat dapat ikut bekerja sama dengan melaporkan jika terjadi gangguan listrik. "Masyarakat dapat mengadukan gangguan yang terjadi melalui contact center PLN di nomor 123, Facebook PLN 123, Twitter @pln_123 dan email pln123@pln.co.id," kata Haris.

Hujan yang terjadi beberapa waktu terakhir di wilayah Jawa Tengah telah menyebabkan aneka bencana. Berdasarkan data dari BMKG, fenomena saat ini diakibatkan pergerakan Monsun Dingin Asia dan hangatnya suhu muka laut di perairan Indonesia yang menyebabkan tingginya tingkat penguapan dan pertumbuhan awan.

Di wilayah pesisir keadaan tersebut diperparah dengan kondisi geografis yang dekat dengan bibir laut, dampaknya banjir tidak hanya datang dari air penghujan, tetapi juga dari air laut pasang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Gojek Luncurkan Festival Kuliner Solo, Catat Tanggalnya

Gojek berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Solo menghadirkan Festival Kuliner Solo (FKS) yang melibatkan ratusan mitra usaha Go Food.

Kasus Covid-19 Klaster Pabrik Sepatu Karanganyar Masih Terus Bertambah, Total 113 Orang

Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 dari klaster pabrik sepatu di Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, masih terus bertambah.

Begini Cara Mengajari Anak Berwirausaha Sejak Dini

Agar buah hati termotivasi jadi pengusaha, tak ada salahnya orang tua mengajari anak berwirausaha.

Tiga Cara Menikmati Croffle Hits dari Tjemilan oleh Kopi Soe

Sebagai kedai camilan favorit masyarakat, Tjemilan oleh Kopi Soe juga menghadirkan aneka varian croffle yang dinamai #Soeffle.

Tren Naik, Kasus Covid-19 di Sukoharjo Tambah 88 Orang dalam Sehari

Kasus Covid-19 di Sukoharjo bertambah 88 orang dalam sehari pada Kamis (24/6/2021). Penambahan itu membuktikan tren penambahan kasus Covid-19 di Sukoharjo masih naik.

Bapas Solo Sebut Mediasi Kasus Perusakan Makam Oleh Anak-Anak Di Mojo Telah Selesai, Hasilnya?

Proses mediasi kasus perusakan makam Mojo, Pasar Kliwon, Solo, yang melibatkan 10 anak-anak sudah selesai dengan pendampingan Bapas.

Melonjak! Pemusalaran Jenazah Prosedur Covid-19 di Sukoharjo Capai 22 Orang dalam Sehari

Sebanyak 22 jenazah dimakamkan dengan prosedur Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo dalam sehari. Kondisi ini melonjak tajam dari biasanya empat jenazah.

Diduga Gegara Depresi, Perempuan asal Pati Terjun ke Sumur

Seorang perempuan di Pati diduga nekat mengakhiri hidup dengan menceburkan diri ke sumur. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Bangun Tidur Buka Jendela, Warga Sukodono Sragen Shock Temukan Tetangga Gantung Diri

Seorang pria lansia asal Sukodono, Sragen, nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di belandar rumah pada Jumat (25/6/2021).

Uji Sampel Covid-19 Melonjak, BBVet Wates Kulonprogo Kewalahan

Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates kewalahan menguji sampel lantaran melonjaknya kasus Covid-19 di Kulonprogo.

Faktor Ratusan ODGJ Bisa Sembuh dari Covid-19: Tak Stres Pikirkan Corona

Ratusan pasien ODGJ dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama sebulan, begini penjelasannya.

Wah, Ternyata Banyak ASN yang Tak Netral di Pilkada 2020, Sukoharjo Nomor Dua

Bawaslu Jateng menyebut ada 110 ASN yang terbukti tak netral pada Pilkada 2020. Mereka telah dijatuhi sanksi.