Ilustrasi instalasi distribusi listrik (JIBI/Solopos/Dok)

Solopos.com, SUKOHARJO – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sukoharjo bakal mengintensifkan operasi Penertiban Pengguna Tenaga Listrik (P2TL) di wilayah Sukoharjo, Wonogiri, dan Karanganyar.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pencegahan praktik pencurian listrik.

Hal ini diungkapkan Manager PLN UP3 Sukoharjo, La Ode Lawati, saat jumpa wartawan di rumah makan (RM) Pak Cipto, Telukan, Grogol, Senin (16/9/2019). La Ode menyebut ada indikasi pencurian listrik yang dilakukan orang tak bertanggung jawab.

Namun, La Ode enggan membeberkan secara jelas lokasi dan nilai kerugian PLN akibat aksi pencurian listrik itu. “Ada memang [pencurian listrik]. Namun, saya belum bisa memberikan informasi secara detail dan rinci,” kata dia, Senin.

Menurut La Ode, biasanya modus pelanggan yang terindikasi melakukan pencurian listrik dengan cara mengganti meteran dari 900 volt ampere (VA) menjadi 1.300 VA. Bisa juga dengan memperlambat putaran meteran listrik.

Pelanggan yang terbukti melakukan pencurian listrik bakal diberi hukuman berupa pembayaran sanksi administrasi selama 1 x 24 jam.

“Petugas bakal melakukan standar operasional prosedur (SOP) dengan memberi surat resmi kepada pelanggan. Jika tak digubris maka petugas terpaksa memutus aliran listrik,” ujar dia.

Dia menjelaskan PLN bakal mengintensifkan operasi P2TL sebagai bagian dari upaya pencegahan pencurian listrik. Operasi itu menyasar ke sejumlah lokasi yang terindikasi ada aksi pencurian listrik.

Selama ini, PLN terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan menyuplai aliran listrik baik industri maupun pelanggan rumah tangga. Di Sukoharjo, banyak perusahaan dan pabrik yang membutuhkan pasokan listrik secara besar.

“Potensi di Sukoharjo luar biasa. Terutama industri dan kawasan Solo Baru yang menjadi pusat bisnis di wilayah Soloraya,” papar dia.

Sementara itu, Manager Bagian Jaringan PLN UP3 Sukoharjo, Jaya Kurniawan, menyampaikan UP3 Sukoharjo memasok 626.000 pelanggan di wilayah Sukoharjo, Wonogiri, dan Karanganyar. Pasokan listrik ke pelanggan berasal dari lima gardu induk di Solo Baru, Wonosari (Klaten), Wonogiri Kota, Nguntoronadi, dan Palur.

Apabila ada komplain dari pelanggan, petugas segera merespons dengan memperbaiki instalansi jaringan listrik.

“Ada tim pekerjaan dalam keadaaan bertegangan (PDKB) yang bisa memperbaiki jaringan tanpa harus terlebih dahulu mematikan arus listrik. Tim ini stand by setiap saat,” kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten