PLN: Earth Hour Kurang Signifikan Tekan Konsumsi Listrik

SOLO -- Gerakan Earth Hour dinilai kurang signifikan menekan jumlah konsumsi energi listrik di Soloraya.
Dalam gerakan Earth Hour 2012, penghematan pemakaian listrik tidak mencapai satu Megawatt (MW). Jika dirupiahkan berdasarkan tarif dasar listrik untuk rumah tangga, penghematan itu tidak mencapai Rp700.000.

Sementara itu, jumlah konsumsi listrik di Soloraya, minus Klaten dan Boyolali, rata-rata di atas 450 KW per hari. Itu berarti penghematan listrik yang berhasil dicapai dalam gerakan Earth Hour 2012 hanya sekitar 0.22 %.

Dalam satu bulan konsumsi listrik di Solo mencapai 250.000 MW. Jumlah konsumsi listrik terbesar berasal dari bidang industri, yaitu sekitar 54 %. Pemakaian listrik untuk rumah tangga hanya mencapai 10%. Sisanya adalah konsumsi listrik untuk kebutuhan bisnis, layanan publik, soial dan pemerintahan.

“Kemarin , konsumsi listrik di Solo bahkan mencapai 531,31 MW. Kalau besok seluruh Soloraya memadamkan listrik selama satu jam, penghematannya adalah 1/24-nya,” terang Pejabat Humas PLN Area Surakarta, Suharmanto kepada Solopos.com, Jumat (22/3/2013).

Menurut Suharmanto, penghematan listrik yang berhasil dicapai dalam gerakan Earth Hour 2012 belum begitu terlihat. Gerakan Earth Hour 2013 diperhitungkan tidak akan maksimal jika hanya dilakukan di 100 titik lokasi.

Oleh karena itu, Suharmato telah berupaya mengimbau seluruh kantor PLN di Soloraya untuk turut memadamkan listrik mulai dari pukul 20.30 WIB hingga 21.30 WIB, Sabtu (23/3/2013).

“Kami sepenuhnya mendukung langkah Pemkot Solo dalam gerakan Earth Hour. Bahkan sejak tahun 2000 kami telah melakukan kampanye hemat listrik dengan program Go Green on the World,” ungkap dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho