Manager Komunikasi PLN UID Jateng dan DIY Haris (paling kanan) tampil dalam Temu Media di Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (23/1/2019). (Antara-Nur Istibsaroh)

Semarangpos.com, SEMARANG — Rasio elektrifikasi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta hingga akhir 2018 lalu telah mencapai 99,78%. PLN menargetkan angka itu terus tumbuh hingga 100% pada tahun 2019 ini.

Amibisi tersebut disampaikan Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jateng-DIY Haris seusai acara temu media serta pisah sambut serta rotasi jabatan di internal PLN UID Jateng-DIY di Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (23/1/2019). "Targetnya 100% pada tahun ini. Kami mengakui ada banyak kendala untuk mencapai 100%, di antaranya karena faktor geografis dan izin sektoral. Kami akan terus melakukan yang terbaik untuk para pelanggan," katanya.

Untuk jumlah pelanggan PLN UID Jateng-DIY, lanjut Haris, hingga akhir 2018 tercatat ada 11,2 juta dengan 80% di antaranya merupakan pelanggan rumah tangga dan sisanya sektor industri dan bisnis. Tahun 2019, PLN UID Jateng-DIY menargetkan ada penambahan jumlah pelanggan sekitar 6%.

Haris memastikan bahwa pasokan daya di Jateng dan DIY cukup besar, yakni 5.581 MW, sehingga sangat aman bagi para investor yang ingin menanamkan ivestasinya di Jateng dan DIY. "Tidak perlu khawatir untuk kelistrikan di Jateng dan DIY. Daya untuk industri sangat aman," katanya.

Terkait dengan musim penghujan, Haris mengaku tim PLN terus melakukan perabasan pohon dan mengimbau kepada para pelanggan untuk dapat melaporkan ke PLN terdekat atau Call Center 123 untuk permintaan perabasan pohon atau informasi lainnya seperti pemadaman, daya listrik, dan lainnya. "Jadi jangan memotong pohon sendiri, karena bahaya dan dikhawatirkan pohon dapat mengenai jaringan. Kami mengimbau agar melapor ke Kantor PLN terdekat atau via Call Center 123," kata Haris.

Untuk perabasan pohon oleh tim PLN, Haris menegaskan tidak berbayar dan diharapkan pelanggan dapat menyebutkan alamat dan data yang jelas, sehingga mempercepat tindakan. Dalam kesempatan tersebut, Haris juga mengingatkan kepada para pelanggan agar dapat membayar tunggakan listrik mulai tanggal 1 sampai dengan tanggal 15, sehingga pelanggan bisa lebih nyaman dan tenang.

"Memang batas pembayaran tanggal 20, tetapi jika dibayarkan lebih awal, tentu lebih baik. Pelanggan lebih nyaman dan tenang. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pelanggan karena pada tahun 2018, tidak ada tunggakan dan ini merupakan prestasi yang luar biasa," demikian Haris.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten