ilustrasi. (Bisnis.com/Paulus Tandi Bone)

Solopos.com, JAKARTA - PT PLN (Persero) akan membangun jaringan transmisi 500 kilovolt (kV) trans Kalimantan untuk menghubungkan sistem kelistrikan seluruh Pulau Borneo pada tahun depan menyusul rencana persiapan pemindahan Ibu Kota.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN Haryanto W.S. mengatakan setidaknya Ibu Kota baru nantinya akan membutuhkan listrik sebesar 4.000 MW. Dengan kebutuhan listrik tersebut, PLN perlu membangun jaringan transmisi lebih besar lagi. Terlebih, pembangunan jaringan Trans Kalimantan sudah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2019 - 2028.

Rencannya, pembangunan Trans Kalimantan akan dilakukan bersamaan dengan ground breaking pertama pembangunan ibu kota baru.

Menurutnya, dengan adanya Trans Kalimantan, kebutuhan listrik yang sebesar 4.000 MW akan dapat dipasok dari sejumlah pembangkit eksisting yang berada di Kalimantan. Namun, tidak menutup kemungkinan pembangkit baru akan dibangun di wilayah tersebut.

"Sekarang sudah jaringan interkoneksi Kalimantan Utara - Timur - Selatan terhubung [150 kV], kita buat Trans Kalimantan 500 kV, kita harapkan Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Utara termasuk tengah bisa tersambung dengan satu jaringan 500 kV," katanya, Jumat (30/8/2019).

Selain itu, PLN juga masih mengkaji pembangkit-pembangkit baru lainnya yang bisa dibangun di Kalimantan Timur, terlebih potensi energi baru terbarukan (EBT) di kawasan tersebut cukup besar.

Sebagai persiapan keterlibatan PLN dalam pemindahan ibu kota, Haryanto mengatakan perseroan telah bertemu dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk membahas konsep Ibu Kota baru.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten