KRI Teuku Umar-385 melakukan peran muka belakang usai mengikuti upacara Operasi Siaga Tempur Laut Natuna 2020 di Pelabuhan Pangkalan TNI AL Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (3/1/2020). (Antara/M Risyal Hidayat)

Solopos.com, JAKARTA -- Kubu Prabowo Subianto bereaksi atas pernyataan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menilai Menteri Pertahanan lembek menghadapi China soal pelanggaran Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia di perairan Natuna Utara.

Juru Bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, menganggap pernyataan PKS merendahkan Prabowo sebagai seorang menhan. Dahnil mengatakan, pernyataan PKS yang disampaikan melalui juru bicaranya, Muhammad Kholid, tersebut tidak memperhatikan fakta.

"Mas Kholid dan Mimin PKS yg sy hormati Sikap yg disampaikan Menlu dan Menhan itu sama, sprt yg disampaikan di Konpres Kemenkopolhukam kemarin, Cara damai dg 4 langkah yg sdh sy jelaskan. Kebetulan yg diminta menyampaikan Bu Menlu. Jd gak mungkin beda-beda," kata Dahnil melalui akun Twitternya, @dahnilanzar, Sabtu (4/1/2020).

Fakta yang dimaksud adalah Prabowo memiliki sikap yang sama dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan mengecam manuver China sebagai pelanggaran hukum.

"Pernyataan PKS saya pahami sebagai pernyataan politik yang sarat dengan modus men-downgrade Menhan, abai dengan fakta," kata Dahnil kepada wartawan, Sabtu (4/1/2020), dilansir Suara.com.

Menurutnya, Prabowo juga memiliki sikap tegas untuk menjaga kedaulatan negara terutama bersama TNI. Kata Dahnil, Prabowo meminta TNI untuk meningkatkan keamanan di perairan Natuna.

"Sebagai Menhan tentu Pak Prabowo dalam posisi tegas menjaga kedaulatan bersama TNI dan TNI sudah diminta mengintensifkan patroli di sana dan meningkatkan aktivitas," katanya.

"Selanjutnya Menhan dalam posisi siap menerima perintah sikap negara melalui Presiden, apa pun keputusan tersebut," imbuh Dahnil.

Sebelumnya, PKS mengkritik Menhan Prabowo Subianto yang dianggap lembek untuk menghadapi China yang telah mengklaim perairan Natuna. Juru Bicara PKS Muhammad Kholid mengapresiasi respons Retno Marsudi yang dinilai tegas dengan langsung mengirimkan nota protes ke China setelah kapal-kapal penangkap ikan dan kapal Coast Guardnya masuk ke wilayah NKRI.

Kholid justru menyayangkan atas sikap Prabowo yang dianggap meremehkan masalah kedaulatan negara. "Pak Prabowo sebagai Menhan tidak boleh anggap isu kedaulatan sebagai isu yang enteng, santai," kata Kholid dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (4/1/2020).

"Sikapnya harus tegas dan punya wibawa. Kalau lembek, santai, santai, maka bangsa ini akan semakin direndahkan oleh bangsa lain karena tidak punya keberanian dalam bersikap."

Sumber: Suara.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten