SOLOPOS.COM - Seorang pedagang memindahkan barang dagangan dari selter PKL Manahan Solo yang rusak, Kamis (20/7/2017). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos)

Dinas Perdagangan Kota Solo menegur PKL di selter Manahan yang dianggap tak bisa menjaga kebersihan.

Solopos.com, SOLO — Dinas Perdagangan (Disdag) Solo memberikan teguran kepada sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di selter Manahan. Teguran tersebut diberikan karena pedagang kembali berjualan di trotoar dan tidak menjaga kebersihan sehingga membuat kawasan itu menjadi kumuh.

Promosi Beli Emas Bonus Mobil, Pegadaian Serahkan Reward Mobil Brio untuk Nasabah Loyal

“Kami mengumpulkan semua pedagang di selter Manahan Solo dalam rapat bulanan. Dalam forum rapat tersebut memperingatkan pedagang agar menjaga kebersihan selter,” ujar Kasi Pembinaan PKL Disdag Solo, Didik Anggono, kepada wartawan di selter Manahan, Senin (26/2/2018).

Didik menjelaskan hasil pengamatan di lapangan ada sejumlah pedagang yang kembali memanfaatkan trotoar sebagai tempat berjualan. Disdag sudah menertibkan PKL yang berjualan di trotoar pada akhir tahun lalu.

“Kami langsung memberikan teguran kepada pedagang yang memanfaatkan trotoar sebagai tempat berjualan,” kata dia.

Ia mengungkapkan PKL yang membuang sampah sembarangan juga diberikan teguran. Banyaknya pedagang membuang sampah sembarangan membuat selter kumuh serta membuat pengunjung tidak nyaman.

Baca:

“Pengunjung datang ke selter Manahan yang pertama dilihat adalah kebersihan lingkungan. Kalau kondisi selter kumuh siapa yang mau membeli makanan,” kata dia.

Ia meminta PKL selter Manahan tidak menutup selter karena itu bukan rumah makan. Kalau selter ditutup rapat pembeli enggan masuk ke dalam. Temuan Disdag di lapangan, dari 256 petak selter PKL di Manahan, 30% disekat menggunakan kayu.

“Kami akan meminta kepada pedagang agar membongkar sekat di dalam selter. Kalau masih nekat akan dibongkar paksa,” kata dia.

Ketua Paguyuban Selter Manahan Guyub Rukun, Sukasdi, siap mematuhi peraturan Pemkot Solo tentang pengelolaan selter Manahan. Hasil pertemuan dengan Disdag akan disosialisasikan kepada semua anggota.

“Kami akan mendatangi selter milik pedagang untuk mengecek satu persatu kondisi selter. Kalau terlihat kumuh langsung diminta untuk dibersihkan,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya