PKL SOLO : Ini 6 Pasar Tampung Pedagang di Gatsu dan Coyudan
Suasana pedagang kaki lima (PKL) berjualan di kawasan Jl. Gatot Subroto, Solo, Jumat (20/5/2016). Menurut rencana PKL yang berjualan di kawasan tersebut direlokasi pada pekan depan untuk menunjang pembangunan koridor Jl. Gatot Subroto. (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos)

PKL Solo, enam pasar itu untuk menampung para PKL di Jl. Gatot Subroto dan kawasan Coyudan.

Solopos.com, SOLO--Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Solo telah menyiapkan enam lokasi untuk menampung pedagang kaki lima (PKL) dari Jl. Gatot Subroto (Gatsu) dan Jl. Dr. Rajiman atau kawasan Coyudan.

Kepala DPP Solo, Subagiyo, membeberkan enam lokasi tersebut, yakni Pasar Kembang, Pasar Kadipolo, Pasar Penumping, Pasar Kliwon, Pasar Gede, dan Pasar Rejosari yang akan direhabilitasi tahun ini. Dia menyampaikan relokasi PKL di Jl. Gatot Subroto dan sebagian PKL di Jl. Dr. Rajiman diperlukan menyusul program penataan jalan dan koridor kawasan strategis.

“Semua ada 60 PKL yang direlokasi. Kami membagi mereka, empat PKL masuk Pasar Kembang, lima PKL masuk Pasar Kadipolo, 21 PKL masuk Pasar Penumping, 20 PKL masuk Pasar Kiwon, sisanya bisa menempati Pasar Gede dan Pasar Rejosari,” kata Subagiyo kepada Solopos.com setelah menghadiri Sonjo Warga di Gedung Mawar, Kelurahan Kemlayan, Serengan, Solo, Kamis (19/5/2016) malam.

Ditanya apakah enam lokasi tersebut sudah disepakati para PKL, Subagiyo menjawab belum. Dia menyebut enam lokasi itu baru sekadar hasil pemetaan awal yang dilakukan DPP. Subagiyo menegaskan pemilihan lokasi relokasi tidaklah sembarangan. Menurut dia, DPP sangat memperhatikan aspek kelayakan dan kenyamanan bagi para PKL.

“Lokasi belum disepakati pedagang. Daftar lokasi ini baru pemetaan awal ketika nanti ditanya Pak Wali Kota [FX Hadi Rudyatmo]. Setidaknya kami ada gambaran lokasi relokasi. Hasil pemetaan itu selanjutkan kami sosialisasikan juga ke PKL pada pekan depan. Kami akan siap menampung masukan dari mereka [PKL],” jelas Subagiyo.

Subagiyo menyampaikan proses penataan kawasan strategis Jl. Gatot Subroto dan Jl. Dr. Rajiman bisa dimulai akhir Mei ini. Setelah dilakukan penataan, dia menegaskan, kawasan Jl. Gatot Subroto maupun Jl. Dr. Rajiman nantinya tidak boleh lagi digunakan untuk aktivitas PKL. Subagiyo memastikan kedua kawasan tersebut steril PKL pada siang dan malam hari.

“Dari 60 PKL, ada 36 PKL di Gatsu yang buka [berjualan] siang dan malam, sedangkan 24 PKL berjualan di kawasan Coyudan. Pedagang wedangan atau angkringan yang berjualan pada malam hari nanti bisa menempati Pasar Kadipolo atau Pasar Kembang. Sementara itu, pedagang buah tetap diarahkan ke Pasar Gede,” jelas Subagiyo.

Subagiyo menambahkan PKL di Jl. Gatot Subroto dan Jl. Dr. Rajiman yang bakal direlokasi bukan hanya berasal dari Solo, melainkan dari Sukoharjo dan Karanganyar. Dia menyebut sekitar 30% PKL dari luar Kota Bengawan. Subagiyo berkomitmen mulai pekan depan DPP akan efektifkan untuk bertemu dengan para PKL.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom