PKL Solo Baru Sukoharjo Menjerit: Jalan Jangan Ditutup, Lampu Jangan Dimatikan!

Para PKL di kawasan Solo Baru Sukoharjo meminta pemerintah melonggarkan kebijakan penyekatan ruas jalan dan pemutusan aliran listrik lampu penerangan jalan.

 Petugas mendapati lapak PKL di kawasan Solo Baru berjualan melebihi pukul 20.00 WIB pada Sabtu (3/7/2021). (Istimewa/Satgas Covid-19 Kecamatan Grogol)

SOLOPOS.COM - Petugas mendapati lapak PKL di kawasan Solo Baru berjualan melebihi pukul 20.00 WIB pada Sabtu (3/7/2021). (Istimewa/Satgas Covid-19 Kecamatan Grogol)

Solopos.com, SUKOHARJO – Para pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Solo Baru meminta pemerintah melonggarkan kebijakan penyekatan ruas jalan dan pemutusan aliran listrik lampu penerangan jalan. Mereka ingin kembali menggelar lapak lantaran sudah lebih dari sebulan tak berjualan sejak penerapan Pembatasan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3 Juli.

Pemkab Sukoharjo telah memberi kelonggaran makan di tempat atau dine in untuk warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan, dan sejenisnya. Layanan makan di tempat diperbolehkan namun tetap dibatasi maksimal tiga orang dan paling lama 20 menit. Namun, kelonggaran tersebut tak disertai pembukaan penyekatan ruas jalan dan menyalakan kembali lampu penerangan jalan di sejumlah pusat keramaian.

Baca Juga: Pesisir Pantura Jateng Menolak Tenggelam, Ini Jurus Gubernur Ganjar

Ketua Paguyuban PKL Setia Kawan Solo Baru, Sudarsi, mengatakan para pedagang tetap tak bisa berjualan jika ruas jalan yang disekat tak kunjung dibuka. Misalnya, Jalan Ir Soekarno tepatnya di sekitar Bundaran Patung Ir Soekarno di Tanjunganom. “Pedagang di segmen satu Solo Baru tak bisa menggelar lapak lantaran ruas jalan ditutup. Siapa yang membeli barang dagangan jika akses jalan ditutup,” kata dia, saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu (4/8/2021).

Padahal, para pedagang tak berjualan selama sekitar sebulan sejak penerapan PPKM Darurat. Mereka memilih berdiam diri di rumah sembari menunggu bantuan sosial (bansos) dari pemerintah. Padahal, mereka harus memenuhi kebutuhan hidup istri dan anak setiap hari. Belum lagi, biaya operasional lainnya seperti tagihan listrik dan air.

Sudarsi meminta pemerintah lebih bijaksana dan mengedepankan empati kelangsungan hidup PKL pada masa pandemi. “Silakan kalau menutup jalan setelah para pedagang rampung berjualan. Ruas jalan bisa disekat lagi. Para konsumen tak mungkin memutar arah untuk mampir di warung makan,” kata dia.

Sudarsi memahami kondisi kesehatan masyarakat yang butuh perhatian serius dari pemerintah. Kasus Covid-19 di Sukoharjo naik turun setiap hari. Potensi transmisi penularan virus bisa terjadi setiap saat. Karena itu, para pedagang berkomitmen menjalankan protokol kesehatan secara ketat. “Kami tidak mencari keuntungan dari berjualan makanan dan minuman. Kami hanya mencari makan untuk keluarga di rumah,” ujar dia.

Pemilik Wedangan Pak Item, Joko Surepto, mengatakan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan garda terdepan dalam percepatan pemulihan ekonomi daerah. Namun, nasib para pelaku usaha kian terpuruk akibat pembatasan kegiatan masyarakat dan aktivitas usaha selama masa pandemi Covid-19.

Baca Juga: Kecelakaan di Jl Solo-Jogja, Mobil Sedan Seruduk Truk

Joko meminta instansi terkait segera menyalakan lampu penerangan jalan di kawasan Solo Baru agar para pedagang bisa kembali berjualan. “Kami berjualan di trotoar jalan setiap malam hari. Tanpa lampu penerangan jalan kami tak bisa apa-apa. Saya memiliki karyawan yang menjadi tulang punggung keluarga. Kasihan mereka jika tak berjualan,” ujar dia.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo, Toni Sri Buntoro, menyatakan penyekatan 13 ruas jalan dilanjutkan selama perpanjangan penerapan PPKM Level 4 hingga 9 Agustus. Langkah ini dilakukan untuk menekan mobilitas masyarakat di luar rumah.

Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

Muhammad Rohani Gantikan Muh. Abdullah sebagai Anggota KPU Boyolali

Muh. Abdullah, yang dinilai telah melanggar kode etik setelah terlibat perkara kesusilaan.

Terowongan Gunung Pegat, Kokoh Berdiri Meski Berumur Hampir Seabad

Dari dalam terowongan disebut-sebut kerap mengeluarkan gas beracun serta pernah ada yang meninggal dunia

Buang Limbah Ciu Sukoharjo ke Anak Sungai Bengawan Solo, Pelaku Beralasan Hemat Biaya

Pelaku pembuangan limbah ciu ke anak Sungai Bengawan Solo di wilayah Sukoharjo mengaku buang limbah ke sungai karena lebih hemat biaya.

Konflik Internal Persis Solo, Michele Kuhnle Akhirnya Meminta Maaf

Mantan Humas Persis Solo Michelle Kuhnle melalui ibundanya menyampaikan permintaan maaf kepada manajemen PT PSS pimpinan Kaesang Pangarep.

Catat! 2.569 Pekerja di Solo Terdampak Covid-19

Sebanyak 2.569 di antaranya terdampak Covid-19, dengan perincian 2.460 dirumahkan dan sisanya mengalami PHK.

Masih Ada 1 Kasus Positif, Satgas Covid-19 Juwiring Klaten Belum Izinkan Pemancingan Buka

Satgas Covid-19 Kecamatan Juwiring, Klaten, belum mengizinkan tempat wisata pemancingan buka karena masih ada kasus positif yang belum sembuh.

Gelontor 25.000 Dosis, Menhub Berharap Bisa Bantu Atasi Ketimpangan Vaksinasi Covid-19 Soloraya

Kementerian Perhubungan menggelontorkan 25.000 dosis vaksin Covid-19 untuk wilayah Soloraya salah satunya ke Boyolali.

Terungkap! Begini Alur Pembuangan Limbah Ciu yang Cemari Sungai Bengawan Solo

Dua pelaku yang tertangkap polisi Sukoharjo di Polokarto memeragakan alur pembuangan limbah ciu yang mencemari Sungai Bengawan Solo.

Wow, Atlet Judo Wonogiri Tak Pernah Gagal Tembus PON Sejak 1989

Sejak 1989, Wonogiri belum pernah absen mengirim atlet judo ke ajang Pekan Olahraga Nasional atau PON, termasuk tahun ini di Papua.

Pemkot Solo Perluas Sasaran Vaksinasi Covid-19, Warga KTP Luar Kota Boleh Mengakses

Pemkot Solo memperluas sasaran vaksinasi Covid-19 kepada warga ber-KTP luar Solo yang berdomisili di Kota Bengawan.

Karanganyar Punya Pabrik Produksi APD di Gondangrejo, Langganan Kemenkes dan RS di Indonesia

Kabupaten Karanganyar memiliki pabrik yang memproduksi alat pelindung diri (APD) berskala nasional, PT Natatex Jaya Garmindo.

Dikunjungi Kepala Bappenas, Bupati Karanganyar Curhat Pembangunan RSUD Enggak Kelar-Kelar

Bupati Juliyatmono meminta Kepala PPN/Bappenas membantu mengingatkan kementerian terkait soal penyelesaian pembangunan RSUD Karanganyar.

Pengerjaan Proyek Koridor Jl Juanda Solo Senilai Rp4,3 Miliar Molor, Kontraktor Didenda

Kontraktor pelaksana proyek koridor Jl Juanda Solo tahap II senilai Rp4,3 miliar dikenai denda sekitar Rp32 juta lantaran terlambat menyelesaikan pengerjaan proyek.

Tikus Pithi Disebut Organisasi Tak Jelas saat Lawan Gibran di Pilkada Solo, Tuntas Subagyo Berang

Tuntas Subagyo tersinggung dengan pernyataan Refly Harun yang menyebut Tikus Pithi sebagai organisasi tidak jelas saat melawan Gibran di Pilkada Solo.

Petugas DLHK dan Polisi Klaten Cek Air Saluran Irigasi yang Berubah Merah, Hasilnya?

Petugas dari DLHK dan Polres Klaten mengambil sampel air di saluran irigasi yang sebelumnya dikabarkan berubah warna menjadi merah.

Pemkab Sukoharjo Bantu Biaya Pendidikan Anak Pasutri Tinggal di Kolong Meja Wedangan Kartasura

Pemkab Sukoharjo akan memberikan bantuan biaya pendidikan kepada anak dari pasangan suami istri Cahyo Yulianto, 50 dan Wiwin Haryati, 48.