Ilustrasi Pedagang Kaki Lima (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pemkab https://soloraya.solopos.com/read/20190711/490/1004854/sma-di-sukoharjo-ini-gelar-undian-berhadiah-demi-gaet-siswa-baru" title="SMA di Sukoharjo Ini Gelar Undian Berhadiah Demi Gaet Siswa Baru">Sukoharjo bertekad mempertahankan penghargaan Adipura yang telah diraih selama tiga tahun berturut-turut (2016-2018). Berbagai upaya dilakukan Pemkab agar tahun ini Adipura kategori kota kecil kembali diraih,

Salah satunya dengan menertibkan lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Solo Baru. Piala Adipura berhasil diraih lantaran penilaian tinggi terkait pengelolaan sampah, tempat pembuangan akhir (TPA), taman dan ruang terbuka hijau (RTH).

Selain itu, https://soloraya.solopos.com/read/20190711/490/1004821/ini-kata-polres-sukoharjo-soal-40-motor-sitaan-korupsi-yang-mangkrak-di-garasi-dprd-" title="Ini Kata Polres Sukoharjo Soal 40 Motor Sitaan Korupsi Yang Mangkrak Di Garasi DPRD">Sukoharjo memiliki kebijakan dan strategi daerah dalam bentuk peraturan bupati (Perbup). Di sisi lain, Pemkab Sukoharjo juga ingin meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) tahun ini.

Kali terakhir Pemkab menyabet penghargaan di bidang penataan transportasi publik ini pada 2016. Saat itu, Pemkab berhasil meraih penghargaan ini tiga tahun berturut-turut mulai 2014.

“Penertiban PKL merupakan upaya serius pemerintah untuk mempertahankan Piala Adipura dan meraih WTN,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) https://soloraya.solopos.com/read/20190711/490/1004723/buka-kembali-sejak-februari-2019-begini-perkembangan-rsis-sukoharjo" title="Buka Kembali Sejak Februari 2019, Begini Perkembangan RSIS Sukoharjo">Sukoharjo, Heru Indarjo, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Rabu (10/7/2019).

Sejauh ini, masih ada beberapa PKL yang berjualan di kawasan Solo Baru terutama di sekitar depan Hotel Tosan, Solo Baru. Beberapa pedagang lainnya menggelar lapak di sisi utara RS Indriati, Solo Baru.

Mereka telah diberi surat peringatan (SP) lantaran tidak melakukan bongkar pasang lapak saat berjualan setiap hari. Petugas Satpol PP telah melakukan upaya persuasif dengan melakukan pendekatan personal kepada para pedagang.

Mereka diminta membongkar pasang lapak saat berjualan di pinggir jalan. “Jika para pedagang membandel segera ditertibkan pada pekan ini. Terlebih, ada peringatan Hari Ulang Tahun [HUT] ke-73 Sukoharjo pada pekan depan,” ujar Heru.

Sementara itu, seorang PKL yang berjualan di kawasan Solo Baru, Bambang, mengatakan bakal membongkar lapak seusai berjualan setiap malam. Dia juga selalu membersihkan sampah dan kotoran di sekitar lapaknya. Bambang bakal mematuhi aturan untuk menjaga kenyamanan dan kebersihan di pinggir jalan.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten