SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLO — Pungutan terhadap pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Alun-alun Kidul (Alkid) dituding menjadi pungutan siluman. Pasalnya, baik Pemkot Solo maupun Keraton Surakarta Hadiningrat tidak merasa menarik pungutan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com di Alkid, Rabu (20/3/2013), PKL mengaku ditarik Rp1.500 hingga Rp20.000 per hari untuk beraktivitas di sana. Salah seorang pedagang bakso bakar, Jumirin, 27, mengaku ditarik pungutan Rp1.500 per hari untuk berjualan di Alkid. Dalam bukti pungutan tertulis Keraton Solo.

Promosi Jalur Mudik Pantura Jawa Makin Adem Berkat Trembesi

“Biasanya diberi karcis, kadang juga tidak dikasih. Biasanya nariknya sore hari,” ujarnya kepada Solopos.com.

Ekspedisi Mudik 2024

Hal senada dikatakan Badrun, 80. PKL yang berjualan di Alkid sejak puluhan tahun lalu ini ditarik Rp1.500-Rp2.000 per hari yang dibayar setiap dua pekan sekali. Pada awal berjualan, Badrun mengaku belum ditarik pungutan. Namun, imbuhnya, kini pungutan menjadi hal jamak di kawasan cagar budaya tersebut.

“Dulu kadang Pemkot yang narik, kadang juga orang pribadi, mungkin dari keraton. Tidak jelas siapa yang menarik,” ungkapnya.

Badrun mengaku tak keberatan dengan pungutan tersebut. Pasalnya, ia menyebut besaran penarikan sudah dirapatkan bersama pihak keraton. Dirinya bahkan sering diajak rapat Satpol PP terkait operasionalisasi PKL di Alkid.

“Punya hak apa Pemkot melarang kami. Ini kan wilayah keraton. Keraton saja membolehkan kok,” tukasnya.

Berdasarkan informasi, pungutan yang ditarik dari pedagang variatif tergantung besar usahanya. Becak hias yang menjadi ikon Alkid bahkan ditarik Rp20.000 per hari per becak. Menanggapi hal tersebut, Pengageng Parentah Pariwisata dan Museum Keraton Surakarta, KP Satrio Hadinagoro mengaku tidak tahu menahu ihwal pungutan. Namun ia berpendapat pada dasarnya Pemkot berhak menarik retribusi di lokasi tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya