Pisang Cavendish Mulai Ditanam di Sumberlawang Sragen
Infografis Pisang Cavendish (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, SRAGEN--Pisang cavendish mulai ditanam di area pertanian Desa Pagak, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, Sabtu (29/8/2020). Lahan seluas dua hektare disiapkan untuk menanam 5.000 bibit pisang dengan nama lain ambon putih ini.

Sebagai tahap awal, 3.000 bibit pisang cavendish mulai ditanam pada Sabtu siang. Bibit pisang cavendish itu ditanam dengan jarak 2 memter x 2 meter. Sesuai standar operasional prosedur (SOP), bibit pisang itu hanya boleh diberi nutrisi dengan pupuk organik.

“Selain mengejar kualitas dalam artian menyehatkan karena diberi nutrisi dengan pupuk organik, kami juga mengejar kuantitas. Kalau bibit pisang itu kami tanam pada jarak 3 meter x 3 meter, jumlah yang dipanen tidak seberapa. Bibit itu mulai kami tanam hari ini, tapi tidak serempak karena keterbatasan jumlah pupuk organik yang dibuat sendiri oleh petani,” ujar Pri Kuntadi yang lebih akrab disapa Kunta, praktisi pertanian yang memelopori penanaman pisang cavendish di Sragen kepada Solopos.com, Sabtu.

Warga Nol Covid-19, Desa di Kab Semarang Ini Gelar Syukuran

Meski di tengah musim kemarau, bibit pisang cavendish itu tetap ditanam. Untuk mencukupi kebutuhan air, penyiraman bibit pisang cavendish mengandalkan pasokan air dari sumur dalam.

Bibit pisang cavendish itu diperkirakan mulai berbuah pada usia enam bulan. Sementara untuk bisa dipanen dengan hasil sempurna dibutuhkan waktu selama 10 bulan.

“Kami akan memanen pisang itu jika buah sudah tua semua. Nanti sisir pisang bagian atas yang kualitasnya baik akan kami jual sebagai buah meja. Sisanya bisa diolah menjadi tepung pisang dan ceriping. Tidak hanya diekspor ke Jepang, sudah ada beberapa perusahaan lokal yang berniat membeli tepung pisang ini,” jelas Kunto.

Duh, Bayi 15 Bulan di Kota Madiun Terpapar Covid-19

 

Ceriping Pisang

Proses pembuatan ceriping pisang nantinya akan melibatkan pemerintah desa (pemdes) setempat. Dalam hal ini, ibu-ibu PKK akan mendapat fasilitas alat untuk mencacah buah pisang menjadi ceriping. Ceriping itu nantinya juga mendapatkan jaminan pasar.

“Kasil panen pisang akan kami beli dengan harga termurah Rp75.000/tundun. Dengan harga termurah saja, mitra sudah bisa mengambil untung. Kami menjamin semua pisang hasil panen akan dibeli. Nanti kami juga akan bantu alat untuk memproduksi ceriping pisang. Hasil olahan ceriping pisang itu akan kami pasarkan,” terang Kunto.

Saat itu, tempat produksi tepung pisang baru berdiri di Bantul DIY. Di Jawa Tengah, tempat produksi tepung pisang akan berdiri di Grobogan. Nantinya, tempat produksi tepung pisang di Grobogan itu akan menampung hasil panen pisang cavendish di Jawa Tengah.

Menteri Pertanian Tetapkan Ganja Tanaman Obat Binaan, Begini Reaksi BNN…

“Sejumlah perusahaan roti di Jakarta, Jogja, dan Surabaya sudah menghubungi kami untuk meminta tepung pisang cavendish. Jadi, tidak hanya bisa diekspor, perusahaan lokal juga membutuhkan tepung pisang ini,” papar Kunto.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom