Pisang Cavendish Dikembangkan di Cibangkong Banyumas

Pisang Cavendish dengan pangsa pasar luas jadi pilihan warga Desa Cibangkong, Kabupaten Banyumas untuk ditanam dan dikembangkan.

 Budidaya pisang cavendish di Banyumas. (Antara)

SOLOPOS.COM - Budidaya pisang cavendish di Banyumas. (Antara)

Solopos.com, BANYUMAS — Pisang cavendish dengan pangsa pasar ekspor jadi pilihan warga Desa Cibangkong, Kabupaten Banyumas untuk ditanam dan dikembangkan.

Kepala Desa Cibangkong, Sarwoto Aminoto, mengatakan pihaknya memang baru kali pertama membudidayakan pisang cavendish. “Penanamannya dilakukan pada bulan Maret 2021 dan saat ini baru keluar jantungnya,” katanya di Cibangkong, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, seperti dikutip Antara, Senin (2/8/2021).

Ia mengatakan budi daya pisang cavendish itu dilatarbelakangi oleh pengalamannya sebagai anak seorang pedagang pisang yang selalu mencari pasokan komoditas tersebut ke berbagai daerah. Atas dasar pengalaman tersebut, pada masa-masa awal menjadi kepala desa, dia berpikiran mengajak warga Cibangkong untuk menanam pisang sendiri.

Baca Juga : 5 Tempat Angker di Banyumas, Salah Satunya Gunung Slamet

“Kebetulan saya punya teman kades di Kabupaten Banjarnegara yang sedang mengembangkan pisang cavendish. Setelah beberapa kali survei dan bertanya-tanya, saya tertarik untuk mengembangkan budi daya pisang cavendish di Cibangkong,” katanya.

Ia mengaku tertarik membudidayakan pisang cavendish karena komoditas tersebut mempunyai pasar yang luas dan berpeluang ekspor. Kades menggandeng Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Margodadi, Desa Cibangkong, untuk menanam lebih kurang 5.000 pohon pisang cavendish pada kas desa seluas 4 hektare.

“Sementara ini ada 19 petani anggota Gapoktan Margodadi yang terlibat dalam budi daya pisang cavendish tersebut karena masih demplot. Modal yang kami keluarkan mencapai kisaran Rp100 juta, biaya sendiri, hanya sewa lahan desa saja,” katanya.

Baca Juga : TESDA, Wisata Edukasi Sumber Daya Air di Tengah Kota Purwokerto

Terkait dengan potensi produksi pisang cavendish yang dibudidayakan di Cibangkong, Sarwoto mengatakan jika produksi pisang rata-rata 20 kilogram, berarti dari 5.000 pohon bisa menghasilkan 100 ton, sedangkan harga pisang cavendish saat ini berkisar Rp4.500-Rp5.000 per kilogram untuk kualitas bagus.

Ia mengaku sudah memiliki rekanan di Jakarta yang siap memasarkan pisang cavendish hasil budi daya petani Cibangkong yang diperkirakan akan panen sekitar bulan November-Desember 2021. “Nantinya pisang yang afkir [tidak masuk pasar Jakarta] akan kami olah lagi supaya bisa jadi duit,” katanya.

Kendati saat ini masih dikelola gapoktan, dia mengatakan jika budi daya pisang cavendish tersebut nantinya melibatkan badan usaha milik desa (BUMDes). “Kalau langsung dikelola BUMDes tentunya akan kerepotan, jadi sementara masih dilakukan oleh petani,” katanya. Selain itu, pihaknya juga berencana mengembangkan peternakan agar batang pohon pisang cavendish tersebut bisa dimanfaatkan untuk pakan.


Berita Terkait

Espos Premium

Berita Terkini

Pemuda Nekat Sebar Foto Bugil Mantan Pacar Gegara Sakit Hati Diputus

Seorang pemuda menyebarkan foto bugil mantan pacarnya karena sakit hati diputuskan.

Kawasan Industri Batang Bencana untuk Warga Lokal?

Pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang menyebabkan sejumlah bencana bagi masyarakat lokal, seperti banjir yang membawa material pembangunan serta lumpur.

Wringin Seto, Kepercayaan Asli Warga Blora Lahir di Solo

Ajaran Kekandangan Wringin Seto kali pertama disebarkan oleh Eyang Amiseno dan Amiluhur di Kota Solo yang kemudian menyebar dan menjadi kepercayaan warga Blora.

Indahnya Wisata Alam Guci di Bumi Bahari Tegal

Wisata Guci terletak di lereng Gunung Slamet dengan ketinggian 1.050 – 1250 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan memiliki luas 20 hektare terkenal dengan air terjun dan pancuran air panas.

Seleksi CASN Kemenkum HAM Transparan & Bebas KKN, Jangan Percaya Calo!

Peserta seleksi CASN Kementerian Hukum dan HAM diimbau tidak percaya oknum atau orang yang tidak bertanggungjawab, yang menjanjikan bisa membantu atau meluluskan.

Kraca, Kuliner Khas Banyumas dari Keong

Kraca merupakan kuliner khas Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah yang bahan dasarnya berupa keong sawah.

Tak Bisa Renang, Bocah asal Grobogan Tenggelam di Saluran Irigasi

Lutfia Fadilla, 11, tenggelam di saluran irigasi Dusun Tuwung, Desa Suru, Kecamatan Geyer, Selasa (19/10/2021) karena tidak bisa berenang.

Dulu Sinyal Susah, Ganjar Datang Kini Internet di Desa Ini Ngebut

Peningkatan layanan Internet di desa itu sangat berpengaruh positif terhadap keberlangsungan pendidikan dan ekonomi warga.

Jateng Borong Penghargaan Proklim 2021 dari KLHK

Selain Pemprov Jateng, dua desa di Jateng yakni Sruni di Kabupaten Boyolali dan Sambak di Kabupaten Magelang memperoleh penghargaan tertinggi.

Penagih Pinjol Pakai Foto Porno Gajinya Rp3 Jutaan

Penagih pinjaman online yang dibekuk Polda Jateng mengaku mendapat gaji Rp3 juta hingga Rp4 juta per bulan.

Jalan Rusak di Banjarnegara Parah Banget: Brocel Kayak Sungai Kering

Kondisi jalan rusak di kawasan Krungrungan Asinan, Kecamatan Kalibening, Banjarnegara, dikeluhkan warganet karena wujudnya seperti sungai kering yang brocel-brocel.

Tedak Siten, Tradisi Jawa yang Kian Meredup

Tedak Siten adalah bahasa simbolik yang mengajarkan tentang kearifan hidup, seperti bagaimana hubungan manusia, alam dan Tuhan secara harmoni.

Pinjol Ilegal Bunga Rp100.000/Hari, Nagih Pakai Foto Porno

Perusahaan pinjaman online ilegal di Jogja terbongkar, bunganya mencapai Rp100.000 per hari.

Sempat Dilaporkan Hilang, Pendaki Gunung Andong Ditemukan Selamat

Seorang remaja yang dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Andong, Kabupaten Magelang, sejak Minggu (17/10/2021) sore, dikabarkan telah ditemukan.

Sedih! SKTM Ditolak, Pasutri di Brebes Tak Bisa Ambil Bayi di RS

Kisah sedih dialami keluarga di Brebes yang tidak bisa membawa pulang bayinya dari rumah sakit setelah pengajuan SKTM ditolak.

Lakukan Pendakian di Gunung Andong, Remaja Magelang Hilang

Seorang remaja dikabarkan hilang saat melakukan pendakian di Gunung Andong, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng).