Kendaraan melintasi Jl. Jenderal Sudirman, Solo, saat dibuka sementara untuk peserta Tour D'Indonesia, Senin (19/8/2019). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Proyek renovasi Jl. Jendral Sudirman (Jensud) Solo tahap II kembali menemui hambatan. Padahal tinggal lima pekan waktu yang tersisa sebelum masuk masa tenggat.

Kali ini hambatan itu disebabkan pipa saluran air bersih milik Perumda Air Minum (PDAM) Toya Wening Solo. Pipa yang berada di sisi sebelah timur, dekat pusat kuliner Gladag Langen Bogan (Galabo) bocor, Senin (23/9/2019) siang.

Kebocoran yang terjadi pada bagian sambungan itu membuat PDAM harus mengganti pipa sebelum penataan dilanjutkan. Direktur Teknik Perumda Toya Wening, Tri Atmaja Sukomulyo, mengatakan pipa PVC berdiameter 400 milimeter itu dipasang 10 tahun lalu.

“Kedalamannya tidak standar. Harusnya 1,5 meter di dalam tanah, tapi hanya 70 sentimeter karena mengikuti pipa peninggalan Belanda yang sudah terpasang lebih dulu. Kebetulan, juga ada kabel Telkom di bawah pipanya,” kata dia kepada wartawan, Senin.

Tri menyampaikan kebocoran diduga karena permukaan tanahnya digunakan untuk mobilitas alat berat. Penetrasi beban berdampak pada penurunan mop pipa yang menyebabkan kebocoran.

“Perbaikan kami lakukan sesudah lubang kebocorannya ditemukan. Setelah itu, kami minta pelaksana proyek untuk tidak membiarkan alat berat lewat di atasnya selama waktu yang diperlukan. Kalau sudah selesai dicor malah boleh. Penggantian pipa paling sehari,” jelas Tri Atmaja

Saat perbaikan pipa, jaringan air bersih untuk sementara dimatikan dan bakal berdampak pada pasokan air ke 2.400-an pelanggan di Kelurahan Sangkrah, Kedunglumbu, dan Semanggi.

Pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek Jensud yang juga Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Solo, Arif Nurhadi, optimistis penataan tersebut rampung akhir Oktober.

“Tinggal sisi timur dari depan Kantor Bank Danamon sampai ke dekat Galabo. Yang dekat Benteng Vastenburg sudah menganyam tulangan beton tinggal dicor. Nah sisi dekat Galabo karena terkendala pipa, yang dikerjakan di bagian lainnya dulu, tidak lantas berhenti. Saya yakin akhir Oktober selesai,” ucap Arif.

Pemkot bersedia memberi tambahan waktu apabila proyek tersebut tidak rampung tepat waktu. Apalagi pengerjaan proyek itu beberapa kali terhenti untuk mendukung sejumlah kegiatan Pemkot.

Kegiatan itu misalnya untuk rute Pawai Pembangunan, Minggu (18/8/2019), dan laluan Balap Sepeda Tour D’ Indonesia 2019, Senin (19/8/2019). Selain itu, proyek juga sempat menyenggol pipa yang menyebabkan kebocoran di dekat GPIB.

“Kalau diperpanjang paling hanya 10 hari dari tenggat,” jelasnya.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten