Pipa Air Bersih Terputus, 500 Keluarga di Cokro Klaten Mengangsu
Warga Desa Cokro, Kecamatan Tulung memperbaiki pipa sambungan air bersih yang rusak akibat diterjang banjir, Senin (8/3/2021). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN – Akses air bersih ke rumah warga di Desa Cokro, Kecamatan Tulung terputus sejak Minggu (7/3/2021) akibat pipa utama sambungan air bersih rusak diterjang derasnya arus Kali Pusur, Minggu (7/3/2021) sore. Kondisi itu membuat 500 keluarga di Cokro kesulitan air bersih.

Pipa utama itu berupa pipa besi memanjang di bawah jembatan Kali Pusur. Panjang jembatan sekitar 25 meter. Derasnya guyuran hujan di wilayah hulu membuat debit Kali Pusur meningkat drastis Minggu sore.

Derasnya arus sungai menghanyutkan batang pohon serta rumpun bambu hingga menyangkut pada tiang jembatan. Saking derasnya arus sungai ditambah rumpun bambu, pipa sambungan air bersih patah sekitar pukul 16.00 WIB.

Baca Juga: Ditawari Duit Agar Ikut KLB, Ketua DPC Partai Demokrat Sragen Murka

Kasi Kesejahteraan Rakyat Desa Cokro, Widi Sunaryo, mengatakan sesaat setelah pipa terputus saluran air bersih ke masing-masing rumah warga macet. “Dampaknya ke seluruh warga Desa Cokro kesulitan air bersih. Jumlah yang terdampak sekitar 500 keluarga atau kalau dihitung jiwa lebih dari 2.000 orang,” kata Widi saat ditemui wartawan di Desa Cokro, Senin (8/3/2021).

Kondisi itu membuat warga mengangsu sejak Minggu malam. Mereka mencari air bersih dari sumber mata air di sekitar Desa Cokro. “Sejak kemarin sore mengangsu ke semua sumber mata air. Ada yang mengangsu di wilayah Desa Daleman membawa ember, jeriken, dan lain-lain untuk menampung air bersih,” kata Widi.

Agar warga tak terus menerus kesulitan air bersih, Widi menjelaskan warga dibantu pemerintah desa serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas melakukan perbaikan darurat mengganti pipa yang rusak menggunakan paralon. “Baru perbaikan darurat dulu mudah-mudahan sore ini sudah bisa mengalir lagi. Kalau mau memperbaiki permanen butuh waktu selama sepekan,” jelas dia.

Sumber

Widi menuturkan sumber air bersih warga Cokro berasal dari Umbul Ingas di Objek Mata Air Cokro (OMAC). Air dari sumber itu sudah disalurkan ke rumah warga melalui pipa besi utama yang dibangun sejak 2006 silam. Pengelolaan air bersih dilakukan secara mandiri dengan membentuk kelompok. “Hasil iuran penggunaan air per meter kubik dikelola dan digunakan untuk perawatan. Seperti saat ini menggunakan dana dari hasil iuran pengelolaan air bersih,” kata Widi.

Salah satu warga Desa Cokro, Ngatmadi, 56, menjelaskan terputusnya pipa sambungan air bersih sangat berdampak bagi warga Cokro. Pasalnya, air dari sumber mata air yang dialirkan melalui pipa menjadi sumber air bersih utama bagi warga.

Baca Juga: Kabupaten Karanganyar Butuh Mobil Damkar Baru, Ini Sebabnya

“Selama ini warga sudah sangat tergantung dari sambungan ini. Sumur-sumur warga sudah tidak terpakai semua sejak ada sambungan ini. Terpaksa sejak kemarin mengangsu. Kalau untuk mandi sementara mandi ke Umbul Ingas. Tidak bisa di rumah karena aliran airnya macet,” jelas Ngatmadi.

Ngatmadi yang juga menjadi pengurus sambungan air bersih di Cokro itu mengatakan sebulan air yang mengalir ke wilayah Desa Cokro dari Umbul Ingas sekitar 15.000 liter. Selama ini, pengelolaan dilakukan secara swadaya melalui iuran warga.

Soal perbaikan, Ngatmadi mengatakan untuk memperbaiki sambungan pipa secara permanen butuh waktu lebih dari sepekan. “Kalau perbaikan permanen itu butuh dana sekitar Rp10 juta-Rp15 juta. Saat ini masih kami lakukan penanganan sementara dengan dana yang dikeluarkan sekitar Rp2 juta,” jelas dia.



Berita Terkini Lainnya








Kolom