Pingsan saat Mau ke Sawah, Warga Sengon Klaten Dievakuasi Pakai APD
Ilustrasi APD virus corona. (Freepik)

Solopos.com, KLATEN — Warga di Desa Cucukan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah digemparkan dengan penemuan wanita yang tak sadarkan diri di jalanan antara Desa Cucukan dan Desa Sengon, Selasa (20/10/2020) pagi.

Wanita itu kemudian dievakuasi petugas menggunakan APD alat pelindung diri (APD) lengkap demi mengantisipasi persebaran Covid-19.

Kapolsek Prambanan, AKP Suyono, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu, mengatakan polisi memperoleh informasi ditemukannya wanita tak sadarkan itu sekitar pukul 04.30 WIB. Lokasi penemuan wanita tak sadarkan diri tersebut berada di Tegal Senden RT 010/RW 005, Cucukan, Prambanan.

46 Elemen Masyarakat Sragen Deklarasi Antianarkis, Ini Poin-Poinnya

Belakangan diketahui, wanita yang pingsan tersebut bernama Suharti, 38, warga Sengon, Prambanan, Klaten. Hasil penelusuran polisi, Suharti tak sadarkan diri karena gejala stroke. Polisi sudah memintai keterangan dari dua saksi dalam penemuan wanita tak sadarkan diri itu, yakni Rahmat Sukirdi, 57 dan Sutardi, 67.

"Wanita yang tak sadarkan itu memang mengalami gejala stroke. Awalnya, yang bersangkutan membonceng temannya dengan sepeda motor. Dia hendak ke sawah. Begitu turun dari sepeda motor, wanita itu [Suharti] berjalan kaki menuju ke sawah. Di jalan itulah, dia terjatuh tak sadarkan diri," kata AKP Suyono.

AKP Suyono mengatakan proses evakuasi Suharti dilakukan dengan menaati protokol pencegahan Covid-19. Petugas yang mengevakuasi mengenakan APD lengkap. Hal itu dilakukan lantaran saat ini masih berlangsung pandemi Covid-19.

"Petugas mengevakuasi dengan pegawai Puskesmas. Petugas evakuasi tetap mengenakan APD untuk berjaga-jaga agar tak terpapar virus corona. Dalam kondisi pandemi ini, prosedur penanganannya memang seperti itu. Selanjutnya, wanita yang tak sadarkan diri itu dibawa ke RS Bhayangkara Jogja," kata AKP Suyono.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom