Ketua PP Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini (tengah) berpidato dalam peringatan Milad ke-105 Aisyiyah di halaman SD Aisyiyah Unggulan Gemolong, Sragen, Jateng, Minggu (8/9/2019). (Solopos-Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak 3.000 kader Aisyiyah dari tingkat ranting, cabang, dan daerah memadati halaman SD Aisyiyah Unggulan Gemolong, Sragen, Minggu (8/9/2019). Mereka merayakan Milad ke-105 Hijriyah/ke-102 Masehi Aisyiyah yang dihadiri Bupati Sragen dan Ketua PP Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini.

Pada Milad 2019 ini, Pimpinan Daerah Aisyiyah Sragen berobsesi Klinik Aisyiyah Sragen bisa menjadi rumah sakit (RS) dan 87 taman kanak-kanak (TK) Aisyiyah di Sragen bisa terakreditasi A.

Obsesi tersebut disampaikan Ketua PDA Sragen Sunari saat berbincang dengan Solopos.com, Minggu siang. Sunari mendampingi Siti Noordjannah Djohantini dalam resepsi Milad Aisyiyah 2019 itu.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati hadir dan sempat memberikan hadiah kain sutra khas Makassar dengan beberapa pertanyaan seputar sejarah Aisyiyah. Dalam kesempatan itu, Ketua PP Aisyiyah juga menandatangani 16 prasasti pembangunan gedung amal usaha Aisyiyah.

"Rangkaian Milad Aisyiyah ini sudah lama, yakni dengan berbagai lomba-lomba. Hari ini [Minggu] masih ada lomba memasak. Semua hadiahnya diserahkan pada puncak resepsi Milad Aisyiyah ini. Pada momentum milad ini, Aisyiyah selalu mencerahkan masyarakat dan bermanfaat bagi masyarakat," ujar Sunari.

Sunari mengatakan amal usaha Aisyiyah sudah banyak, yakni ada 87 TK, 16 kelompok bermain (KB), sebuah mahad hafiz Quran, dan satu sekolah dasar (SD). Dia mengatakan pada tahun ini SD Aisyiyah Unggulan Gemolong segera membuka cabang di Sumberlawang yang saat ini sudah ada siswanya.

Selain itu, Sunari juga menyebutkan amal usaha lainnya, seperti klik Aisyiyah. "Ke depan, Aisyiyah yang memiliki 10 lembaga dan majelis akan terus meningkatkan kinerja. Bila memungkinkan menambah lembaga atau majelis. Kami tidak hanya bergerak di bidang pendidikan tetapi juga kesehatan dan kesejahteran masyarakat serta peduli bencana alam. Ke depan, kami berobsesi klinik Aisyiyah bisa jadi RS dan puluhan TK terakreditasi A," ujarnya.

Milad Aisyiyah sengaja digelar di tingkat cabang sejak dua tahun terakhir. Milad sebelumnya diadakan di Sukodono. Sunari menerangkan tujuan mengalihkan milad ke cabang untuk menghidupkan cabang agar lebih maju lagi.

Bupati Yuni Sukowati menyatakan Pemkab Sragen memberi porsi anggaran Rp50 juta untuk kegiatan Aisyiyah pada APBD Perubahan 2019. Pemberian bantuan tersebut, ujar Yuni, sebagai wujud perhatian Pemkab Sragen kepada Aisyiyah dan semoga bermanfaat.

Dalam kesempatan itu, Yuni berpesan agar menyikapi revolusi industri 4.0 di Indonesia lewat peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan tidak bisa lepas dari teknologi.

Sementara itu, Ketua PP Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini, mengapresiasi peringatan milad yang digelar PDA Sragen. Dia menyatakan perjuangan untuk umat dan bangsa sudah luar biasa. Buktinya, ujar Siti, peringatan Milad ke-105 Aisyiyah justru berada di SD yang menjadi amal usaha Aisyiyah. Dia berharap Aisyiyah Sragen ke depan lebih maju lagi. (Solopos-Tri Rahayu)


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten