Pimpinan Bank Jatim Jember Jadi Tersangka Kredit Macet Rp4,7 Miliar

Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menetapkan tiga tersangka dalam kasus kredit fiktif, salah satunya pimpinan Bank Jatim Cabang Jember.

 Tiga tersangka kasus kredit macet Bank Jatim Cabang Jember digiring menuju ruang tahanan di Kantor Kejati Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya. (ANTARA Jatim/Hanif Nashrullah)

SOLOPOS.COM - Tiga tersangka kasus kredit macet Bank Jatim Cabang Jember digiring menuju ruang tahanan di Kantor Kejati Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya. (ANTARA Jatim/Hanif Nashrullah)

Solopos.com, SURABAYA — Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menetapkan mantan Pimpinan Bank Jatim Cabang Jember sebagai salah satu tersangka tindak pidana korupsi dalam perkara kredit macet senilai Rp4,7 miliar. Diduga kuat, mantan Pimpinan Bank Jatim Cabang Jember itu memiliki peran dalam meloloskan kredit tersebut.

Kepala Kejati Jawa Timur, Mia Amiati, mengatakan saat ini pihaknya telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus kredit macet tersebut. Tiga orang itu, MIN, yang saat perkara korupsi tersebut terjadi menjabat sebagai Kepala Bank Jatim Cabang Jember. Sedangkan dua orang lainnya, MY dan NS yang merupakan kreditur dari CV Mutiara Indah.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

“Hingga dilakukan penahanan hari ini, MIN masih tercatat aktif sebagai pimpinan cabang di Bank pelat merah ini,” katanya kepada wartawan di Surabaya, Rabu (22/6/2022) petang.

Penyidik Kejati Jatim mengungkap, pada 11 Mei 2015, Bank Jatim Cabang Jember menyetujui pemberian kredit modal kerja dengan pola keppres senilai Rp2,5 miliar kepada CV Mutiara Indah.

Baca Juga: Geger! Sosok Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Kali Madiun

Selanjutnya, pada 7 Agustus 2015, Bank Jatim Cabang Jember menyetujui penambahan plafon kredit modal kerja keppres kepada CV Mutiara Indah, dari semula Rp2,5 miliar menjadi 4,7 miliar.

Sampai sekarang kredit tersebut tidak pernah dibayar. Menurut Kajati Mia, beserta bunganya, telah menyebabkan kerugian negara mencapai Rp8 miliar.

Ketiga tersangka disebut memiliki wewenang dan tanggung jawab besar yang menyebabkan kasus korupsi ini terjadi.

“Tersangka MIN sebagai Pimpinan Cabang yang menentukan untuk bisa meloloskan pengajuan kredit itu,” ujar Kajati Mia.

Baca Juga: PPDB 2022, 5 SMPN di Kota Madiun Kekurangan Murid

MIN terindikasi telah bekerja sama dengan tersangka NS dan MY merekayasa fakta yang tidak sesuai di lapangan dalam proses pengajuan kredit.

“Jadi ada beberapa peran yang memang berat dilakukan oleh ketiga tersangka tersebut,” ucapnya.

Mia memastikan masih terus mengembangkan penyelidikan.

“Kita lihat nanti hasil dari pengembangan penyelidikan. Tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru lainnya,” katanya.

Sumber: Antara

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Lekukan Garis Pantai Jawa Tengah Hasil Pertemuan Sesar Mendatar

+ PLUS Lekukan Garis Pantai Jawa Tengah Hasil Pertemuan Sesar Mendatar

Garis Pantai Utara dan Selatan Jawa Tengah menyempit masuk lebih ke dalam membentuk lekukan (indentasi) dibandingkan dengan garis Pantai Utara dan Selatan Jawa Barat dan Jawa Timur diduga merupakan hasil pertemuan sepasang sesar mendatar besar yang saling berlawanan arah.

Berita Terkini

Madiun Awal Juli 2022 Panas! Ini Prakiraan Cuaca dari BMKG

Berikut ini prakiraan cuaca di Kota Madiun Jumat (1/7/2022).

53 Anggota Khilafatul Muslimin Surabaya Berikrar Setia Pancasila & NKRI

Puluhan anggota Khilafatul Muslimin Surabaya Raya mendeklarasikan diri setia kepada Pancasila dan NKRI.

Suami yang Membacok Istri di Ngawi Ternyata Residivis Kasus Pembunuhan

Pelaku penganiayaan istri di Kabupaten Ngawi ternyata seorang residivis kasus pembunuhan.

Innalillahi, 2 Pekerja PG Rejoagung Madiun Meninggal saat Bekerja

Dua pekerja PG Rejoagung Madiun meninggal dunia saat sedang menggali limbah di kawasan pabrik.

Waduh, Anggaran Grebeg Suro Ponorogo Masih Kurang Rp4,9 Miliar

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, berkunjung ke Kabupaten Ponorogo, Kamis (30/6/2022).

Sadis! Suami Bacok Istri di Ngawi Sampai Kritis

Seorang suami di Kabupaten Ngawi tega menganiaya istrinya sendiri dengan menggunakan senjata tajam hingga kritis.

Bikin Merinding! Berikut Tempat Paling Angker di Bondowoso

Berikut ini tempat paling angker yang ada di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Nikmatnya Dawet Legendaris Bu Matun Ponorogo, Harganya Rp1.500/Porsi

Menikmati sajian dawet murah di Kabupaten Ponorogo yang harganya cuma Rp1.500 per porsi.

Waduh! Gagal Menikung di Turunan, Pikap Isi 5.000 Telur Bebek Terguling

Mobil pikap L300 berisi 5.000 butir telur bebek dan pakan ternak terguling di turunan Biting, Desa Suru, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur pada Rabu (29/6/2022).

Bukan Hanya Jenjang SD, 46 SMPN di Ponorogo Juga Kekurangan Murid Baru

Puluhan SMP Negeri di Kabupaten Ponorogo kekurangan murid baru pada PPDB tahun 2022.

Madiun Hari Ini Diprediksi Panas Pol! Suhu Capai 32 Derajat Celcius

Berikut ini prakiraan cuaca di Kota Madiun pada Kamis (30/6/2022) dari BMKG.

9 Tahun Mangkrak, RPH Jetis Akhirnya Diresmikan & Tersertifikasi Halal

RPH milik Pemkab Ponorogo yang berada di Kecamatan Jetis akhirnya diresmikan.

Mobil Tabrak Motor di Jalanan Madiun, Pria Lansia Alami Luka-Luka

Kecelakaan lalu lintas antara mobil dan sepeda motor terjadi di Jalan Raya Surabaya-Madiun KM 151-152, Desa Sumberbening, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Rabu (29/6/2022).

Dapat Bisikan Gaib, Seorang Wanita Tusuk Suaminya Hingga Meninggal

Seorang wanita di Kota Kediri tega membunuh suaminya sendiri dengan menusuknya dengan pisau.

5 Bulan Dirawat, RSUD Dr. Soetomo Berhasil Pisahkan Bocah Kembar Siam

Tim dokter RSUD Dr. Soetomo berhasil memisahkan bocah kembar siam asal NTB.

Miris! 578 SD Negeri di Ponorogo Kekurangan Murid Baru

PPDB online di Kabupaten Ponorogo telah ditutup, sebanyak 578 sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Ponorogo masih kekurangan murid baru.