Kategori: Internasional

PILPRES AS : Paus Minta AS Perlakukan Immigran Sebagai Manusia, Sindir Donald Trump?


Solopos.com/Adib Muttaqin Asfar/JIBI/Newswire

Pilpres AS diwarnai perdebatan panjang tentang sikap negara itu terhadap imigran.

Solopos.com, WASHINGTON -- Paus Fransiskus memohon Amerika Serikat menghentikan sikap permusuhan terhadap imigran. Hal itu diungkapkannya dalam pidato sebelum Kongres AS bersidang pada Kamis (24/9/2015).

Sidang tersebut membahas isu imigran yang kian memanas dalam debat pilpres AS 2016, khususnya dari kandidat asal Partai Republik. Paus pun membawa pesan bahwa kekuatan AS dan kemakmurannya harus digunakan untuk kemanusiaan, termasuk bagi imigran.

"Membangun bangsa berarti memanggil kita untuk mengakui bahwa kita harus tetap berhubungan dengan orang lain, dan menolak sikap bermusuhan," kata Paus Fransiskus kepada para pemimpin Partai Republik di Washington, seperti dikutip Solopos.com dari Reuters. Sebelumnya, paus asal Argentina itu menemui Presiden Barack Obama yang berasal dari Partai Demokrat.

Di AS, Paus Fransiskus yang berdarah Italia itu berbicara tentang berbagai isu kepada kaum liberal, juga menekankan nilai-nilai konservatif dan ajaran katolik. Dia juga meminta pemimpin dunia untuk menghentikan hukuman mati yang juga masih diterapkan di 31 negara bagian di AS. Fransiskus juga meminta dunia untuk menolong penduduk miskin dan melawan perubahan iklim akibat ulah manusia.

Pidatonya tentang imigran tersebut mendapat applaus dari para anggota partai Demokrat dan sebagian anggota Partai Republik. Pidato itu juga dihadiri para anggota Kongres AS, para hakim mahkamah agung, dan sejumlah pihak di lembaga perwakilan itu.

Isu imigran memanas dalam perdebatan di antara para kandidat Partai Republik, termasuk oleh Donald Trump dan Sarah Palin. AS menerima banyak imigran, khususnya dari Meksiko yang berbatasan langsung dengan negara itu.

Share
Dipublikasikan oleh
Adib Muttaqin Asfar