SOLOPOS.COM - Prabowo Subianto (JIBI/dok)

Solopos.com, JAKARTA — Sekretaris Jenderal (Sekjen) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Benny Pasaribu, mengatakan tindakan capres nomor urut 1, Prabowo Subianto, yang mengaku sebagai Ketua Umum HKTI dari 2009 hingga sekarang merupakan tindakan yang diduga sebagai pelanggaran hukum dan kebohongan publik.

“Kepada Prabowo, tindakan yang mengaku sebagai ketua umum HKTI merupakan tindakan yang tidak patut, bikin resah HKTI,” kata Benny Pasaribu dalam acara ulang tahun HKTI ke 41 yang dibarengi dengan deklarasi dukungan kepada Jokowi-JK di Balai Kartini, Senin (16/6/2014).

Promosi Jalur Mudik Pantura Jawa Makin Adem Berkat Trembesi

Tindakan tersebut, lanjut Benny, pantas diduga sebagai tindakan pelanggaran hukum dan kebohongan publik. “Tindakan itu patut diduga sebagai pelanggaran hukum dan kebohongan publik,” tambahnya.

Benny juga sempat menjelaskan sejarah HKTI dengan ketua umum yang pertama adalah Martono yang digantikan oleh HM Ismail dan selanjutnya Siswono Yudohusodo. Pada periode 2004-2009, Prabowo Subianto memang menjadi ketua umum. Namun, posisinya kemudian digantikan oleh Oesman Sapta hingga saat ini.

Pada saat Benny menyebutkan nama Prabowo Subianto sebagai ketua umum HKTI 2004-2009, ribuan petani yang hadir dalam acara tersebut sontak berteriak “huuuuuuuu”.

Jabatan tersebut tercantum dalam riwayat hidup Prabowo dalam formulir isian yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk calon presiden. Pada form model BB-4 PPWP huruf D, Prabowo mencantumkan jabatan sebagai ketua umum HKTI sejak 2004 hingga sekarang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya