PILPRES 2014 : Panwaslu Kulonprogo Waspadai Kecurangan Daftar Pemilih
ilustrasi (JIBI/dok)

Solopos.com, KULONPROGO- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan terus mencermati daftar pemilih khusus tambahan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi kecurangan pada Pemilu Presiden 9 Juli mendatang.

Ketua Panwaslu Kulonprogo Puja Rasa Satuhu mengatakan ketidakjelian daftar pemilih khusus tambahan (DPKTb), pemilih tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT), daftar pemilih khusus (DPK), dan daftar pemilih tambahan (DPTb).

Ia mengatakan usai melihat pelaksanaan pemilu legislatif (Pileg) lalu, DPKTb munculnya mendadak, yakni menjelang hari H pemungutan suara. Karena itu, daftar pemilih ini harus menjadi fokus pengawasan KPU hingga tingkat Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

"Partai politik juga diharapkan turut melakukan pengawasan," kata Puja Rasa (Minggu (29/6/2014).

Ia mencontohkan pada Pileg 9 April di Sleman jumlah DPKTb mencapai 13.000 pemilih. Hal ini menyebabkan terjadi kasus pemilih yang sudah masuk DPT ternyata masuk DPKTb sehingga ganda. Harapannya, di Kabupaten Kulonprogo tidak terjadi hal yang sama pada Pilpres 9 Juli.

Menurut dia, kalau KPPS tidaknjeli, bisa jadi mereka yang sudah terdaftar, tapi kemudian dimasukkan dalam DPKTb, sehingga bisa menggunakan suaranya dua kali.

"Hal ini membutuhkan pengawasan bersama, supaya tidak terjadi di Kulonprogo," katanya.

Ketua KPU Kulonprogo Muh Isnaini mengatakan pihaknya sedang memproses rekap daftar pemilih khusus (DPK) yang rencananya akan ditetapkan pada 2 Juli oleh KPU DIY. DPT Pilpres di Kulonprogo yang telah ditetapkan 335.897 pemilih.

"Kami berharap, DPKTb di Kulonprogo tidak banyak. Pada Pileg lalu jumlahnya 1.983 pemilih. Di pilpres, angka itu sudah dimasukkan di DPT, sehingga di pilpres harapannya tidak sebanyak itu," kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom