PILPRES 2014 : Mirip Obor Rakyat, Tabloid Serang Jokowi Beredar di Kaltim
Tabloid Martabat (Mohammad Yamin/JIBI/Bisnis)

Solopos.com, SAMARINDA — Bukan hanya Tabloid Obor Rakyat yang muncul sebagai media cetak yang menyerang Jokowi menjelang Pilpres 2014. Sebuah tabloid bernama Martabat beredar tanpa mencantumkan alamat kantor maupun jajaran redaksi  dan beredar di Samarinda dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim).

Tabloid itu menyerang salah satu calon presiden (capres), Joko Widodo (Jokowi), dan Ketua Umum PDIP Megawati. Di sisi lain, isi pemberitaan tabloid tersebut menyanjung capres lainnya, Prabowo Subianto, dari berbagai tokoh dan kepala daerah di Kaltim.

Salah satu tulisan yang berjudul Teganya Mega Mengingkari Prabowo membahas kesepakatan bersama PDIP dan Partai Gerindra yang dikenal perjanjian Batu Tulis. Dalam Tabloid Martabat, Megawati disebut ingkar janji dengan mengusung Jokowi sebagai capres. Selain itu, diberitakan pula Jokowi digugat ke pengadilan oleh Sentral Pemberdayaan Masyarakat (SPM).

Dalam Tabloid Martabat, juga tertulis Awang Faroek Ishak yang menjabat Gubernur Kaltim, memilih pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa di Pilpres 2014. Menurut Awang, pasangan itu memiiliki kekuatan dan kesesuaian programnya untuk Kaltim.

Wakil Ketua Persatuan wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, Charles Siahaan, menilai Tabloid Martabat jauh dari standar produk jurnalistik karena memihak salah satu capres dan tak mencantumkan kotak redaksi dan alamat redaksi serta percetakan. “Pembagian Tabloid Martabat secara gratis tanpa ada jelas redaksinya melanggar UU Pers karena tak disebut penanggung jawabnya,” katanya.

Cover Tabloid Martabat dihiasi gambar Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak bersama capres Prabowo Subianto. Awang Faroek merupakan ketua tim pemenangan Prabowo-Hatta Rajasa di Kalimantan Timur.

Sementara itu, Ketua Partai Hanura Kaltim, Herwan Susanto, menilai Tabloid Martabat yang beredar di Samarinda dan Kutai Kartanegara sangat merugikan kubu Joko Widodo - Jusuf Kalla (Jokowi-JK) atas pemberitaan yang tak seimbang dan tak ada klarifikasi hak jawab.

“Semuanya kami sita dari wilayah Samarinda. Ada 200 eksemplar dan kami dengar ada ribuan eksemplar tabloid ini  yang sudah tersebar. Dalam waktu dekat ini, kami rencananya akan  melaporkannya ke Bawaslu Kalimantan Timur. Tapi masih harus koordinasi dulu dengan tim advokasi kami,” jelas Herwan.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom