Ilustrasi (JIBI/Solopos/Antara/Andika Wahyu)

Solopos.com, JAKARTA — Ketua umum yang dijagokan sebagai calon presiden (capres) Partai Golkar Aburizal Bakrie, Selasa (13/5/2014), menemui capres PDI Perjuangan Joko Widodo di Pasar Gembrong, Jakarta. Jokowi menganggap momentum itu menandai terwujudnya koalisi dua partai meski Ical tak seterburu-buru itu.

Perbedaan persepsi kedua capres itu rupanya tak mengubah penilaian Akbar Tandjung, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar. Menurut dia koalisi Partai Golkar dengan PDIP sudah tepat. Pasalnya, jika dilihat dari sisi historis Partai Golkar dan PDIP memiliki banyak kesamaan platform untuk membangun Indonesia.

Buktinya, papar Akbar, 10 tahun lalu Partai Golkar dan PDIP dapat menjadi mitra koalisi bersama. Penegasan tersebut disampaikan mantan Ketua Umum Partai Golkar yang beristrikan putri Solo di Kantor DPP Partai Nasional Demokrat, Jakarta. "Jadi misalnya kalau DPP Golkar menyatakan bergabung dengan PDIP, itu memang sudah menjadi konsistensi dari apa yang telah kami lakukan 10 tahun lalu, di mana pada waktu itu saya sebagai ketum Partai Golkar," tuturnya.

Oleh karena itu, menurut Akbar Partai Golkar sebaiknya memang berkoalisi dengan PDIP agar tidak lagi mengawang-awang dalam menentukan arah koalisi pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014 nanti. "Ya bisa saja, kan tadi sudah saya katakan kan Golkar sudah punya pengalaman dengan PDIP membangun koalisi kebangsaan. Bahkkan membangun koalisi kebangsaan itu saya waktu itu menjadi ketua umum Golkar," tegasnya.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten