Pilot Moncer Berpengalaman 40 Tahun Jadi CEO Baru Malindo Air

Captain Mushafiz bin Mustafa Bakrie ditunjuk sebagai CEO Malindo Air yang baru. Pria yang berpengalaman lebih dari 40 tahun di dunia penerbangan itu mulai aktif memangku jabatan tersebut mulai 23 September 2019 mendatang.

Pilot Moncer Berpengalaman 40 Tahun Jadi CEO Baru Malindo Air

SOLOPOS.COM - Captain Mushafiz bin Mustafa Bakri, CEO Malindo Air. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO – Captain Mushafiz bin Mustafa Bakrie ditunjuk sebagai CEO Malindo Air yang baru. Pria yang berpengalaman lebih dari 40 tahun di dunia penerbangan itu mulai aktif memangku jabatan tersebut mulai 23 September 2019 mendatang.

Saat ini, Captain Mushafiz masih aktif menjabat sebagai Direktur Keselamatan, Keamanan, dan Kualitas Thai Lion Air yang berbasis di Thailand. Dia menggantikan posisi Chandran Rama Muthy yang menjabat sebagai Chief Excutive Officer (CEO) Malindo Air sebelumnya

Captain Mushafiz memulai kariernya sebagai pilot terlatih dari Australia School, Adelaide. Dia telah mengoperasikan berbagai jenis pesawat termasuk varian Boeing 737, dan Boeing 777. Pada 2013, dia bergabung bersama Lion Air Group dari Malindo Air sebagai pilot manajemen. Dia kemudian diperbantukan ke Thai Lion Air yang saat itu merupakan maskapai penerbangan baru berbasis di Don Mueang, Thailand.

Dalam siaran pers Malindo Air yang diterima Solopos.com, Selasa (3/9/2019), Captain Mushafiz sudah memegang berbagai peran operasional termasuk sebagai Wakil Direktur Operasi Penerbangan. Dia berpengalaman lebih dari 40 tahun sebagai pilot, manajemen maskapai, instruktur dan penguji.

Malindo Air saat ini melayani lebih dari 1.400 penerbangan setiap minggu di seluruh jaringan dari 57 destinasi yang terus berkembang dan tersebar di 16 negara Asia sejak Maret 2013 dari KLIA dan Subang, Malaysia. Maskapai ini memiliki armada kuat seperti 14 ATR72-600 dan 29 Boeing 737NG. Malindo Air mempekerjakan hampir 5.000 karyawan dengan 100 persen Malaysian crew.

Lion Air Group terdiri dari 5 AOC, yaitu Lion Air, Batik Air, dan Wings Air yang beroperasi di Indonesia. Sementara Malindo Air dan Thai Lion Air yang masing-masing beroperasi di Malaysia dan Thailand, serta fasilitas perawatan pesawat yang telah bersertifikat di Batam. Lion Air Group memiliki armada lebih dari 316 pesawat yang mengoperasikan sekitar 11.100 penerbangan setiap minggunya.

Malindo Air bekerja sama (code share) dengan Turkish Airlines, Lion Air, Batik Air, serta mitra interlining ke Xiamen Air, All Nippon Airways (ANA), Qatar Airways, Etihad Airways dan Oman Air. Sepanjang operasional, Malindo Air telah memenangkan Airline Passenger Experience Association (APEX) 2019 dan The Exquisite Pic Award oleh Best International Flight Ad of The Exquisite Pic Award by Thomas Edison Advertisement (TEA) Awards.

Sebelumnya, Malindo Air meraih penghargaan Airline Passenger Experience Association (APEX) 2018 Four Star Major Regional Airline Recognition dan Malaysia Best Employer Brand Awards 2018, CAPA’s 2016 Asia Pacific Regional Airline of the Year, New Comer of the Year, Australia 2016/17 by Expedia.com., TOP Recognition – Malaysia SME® Preferred Airline Partner, Airline of the Year (Passenger) at the KLIA Awards 2014 and Top Performing Airline 2015 by Travelport.

Berita Terkait

Berita Terkini

Alila Solo Raih Prestigious Hotel Berbintang dan Sertifikasi Earth Check

Tahun 2021 menjadi tahun membanggakan untuk Alila Solo, meraih pengharagaan Prestigious Hotel Berbintang dan sertifikasi Silver Earth Check.

Tenda Darurat IGD RS di Solo Mulai Dibongkar

Tenda darurat sejumlah RS rujukan Covid-19 di Kota Solo mulai dibongkar.

Meski Antibodi Turun, Vaksinolog Sebut Tak Perlu Vaksis Dosis Ketiga karena Proteksi Tetap Ada

Pemerataan vaksin dinilai lebih penting untuk mencegah penyebaran Covid-19 ketimbang penyuntikan vaksin dosis ketiga.

BPS Sebut Indonesia Telah Keluar dari Resesi, Ini Indikatornya

BPS menyebut produk domestik bruto (PDB) RI pada kuartal II/2021 sebesar 7,07 persen (year on year/yoy) yang menunjukkan Indonesia keluar dari resesi.

3 Wilayah di Jateng Ini Diprediksi Lebih Cepat Tenggelam daripada Jakarta, Ini Analisa Pakar ITB

Pakar dari ITB menyebut tiga wilayah di Jateng, Pekalongan, Demak, dan Semarang, lebih terancam tenggelam daripada Jakarta.

Gubernur Ganjar: Pola Penanganan Pasien Covid-19 di Klaten Sudah Tepat

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menilai pola penanganan pasien Covid-19 di Klaten sudah tepat. Seperti pola penanganan pasien tanpa gejala.

Unik! Ajudan Kapolresta Solo Ini Punya Koleksi Puluhan Motor Antik

Ajudan Kapolresta Solo, Briptu Muhammad Faris Abid, memiliki hobi unik mengoleksi motor antik.

Mantap! Kampus di Salatiga Ini Beri Beasiswa Kuliah bagi Warga Terdampak Pandemi Covid-19

Beasiswa yang diberikan oleh Polibest adalah wujud kepedulian Polibest Salatiga di masa pandemi Covid-19 dalam upaya membantu lulusan SMA/SMK.

Pesisir Pantura Jateng Menolak Tenggelam, Ini Jurus Gubernur Ganjar

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menyebut sudah melakukan kajian tentang ancaman wilayah pesisir pantura tenggelam akibat penurunan muka tanah.

Terdakwa Kasus Penembakan Bos Duniatex Lukas Jayadi Divonis 10 Tahun, Izin Kepemilikan Senpi Dicabut

Lukas Jayadi, terdakwa kasus penembakan bos Duniatex dalam mobil Toyota Alphard pada Desember lalu divonis 10 tahun penjara oleh Majelis Hakim PN Solo.

Kecelakaan di Jl Solo-Jogja, Mobil Sedan Seruduk Truk

Musibah kecelakaan lalu lintas melibatkan satu unit truk dan satu unit mobil sedan terjadi di Jl Solo-Jogja, tepatnya di dekat Mebel Harto Jambu Kulon, Ceper, Klaten.

Orang tua Meninggal Kena Covid-19, 2 Anak di Mojolaban Sukoharjo Hidup dari Bantuan Donatur

Kisah tragis dialami dua bocah asal Mojolaban, Sukoharjo, yang menjadi yatim piatu karena orang tuanya meninggal akibat Covid-19.