Pilot Lion Air Meninggal Dunia karena Positif Corona, Ini Penjelasan Maskapai

Informasi seorang pilot Lion Air meninggal dunia karena virus corona rupanya belum dipastikan oleh maskapai.

 Bandara Adi Soemarmo. (Solopos-M. Ferri Setiawan)

SOLOPOS.COM - Bandara Adi Soemarmo. (Solopos-M. Ferri Setiawan)

Solopos.com, JAKARTA -- Informasi seorang pilot Lion Air meninggal dunia karena positif virus corona rupanya belum dipastikan oleh maskapai.

Lion Air Group mengaku belum bisa memastikan penyebab kematian pilotnya apakah karena virus Corona (Covid-19) atau faktor lain.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro menjelaskan pilot Capt Sutopo Putro meninggal dunia Minggu (22/3/2020) lalu. Dia dinyatakan meninggal dunia kurang lebih pukul 17.50 WIB oleh tim medis.

"Sampai dengan saat ini, Lion Air belum menerima informasi yang pasti penyebab atas meninggalnya almarhum Capt. Sutopo Putro," jelasnya melalui keterangan resmi, Senin (23/2/2020).

Kemenhub: 1 Pilot Meninggal Dunia karena Virus Corona

Maskapai milik Rusdi Kirana tersebut menyampaikan rasa duka cita yang sangat mendalam atas kepergian Capt Sutopo Putro.

Lion Air berharap keluarga dan karib kerabat yang ditinggalkan salah satu pilot terbaiknya itu diberikan ketabahan.

Jenazah pilot Lion Air yang meninggal dunia diduga karena positif corona itu sudah diserahterimakan kepada keluarga.

Jenazah juga telah dimakamkan pada hari yang sama, Minggu (22/3/2020). Almarhum disebut memiliki catatan terkait perilaku, kesehatan serta kinerja yang cukup baik.

Kapolda Sulut Gelar Sepeda Santai Saat Wabah Corona, ICW Minta Dicopot

Berdasarkan rekam medis dan medical check-up terakhir pada 4 Maret 2020, Almarhum dinyatakan sehat dan laik terbang (fit for flight).

Tidak ada catatan yang menunjukkan penggunaan obat-obat terlarang dan narkoba.

Sultan HB X: Wabah Corona Seperti Digambarkan Ronggowarsito

Wabah Corona, Polri akan Membubarkan Kerumunan Termasuk di Kafe

Terkait kejadian pilot Lion Air meninggal dunia diduga karena positif Covid-19, Danang menegaskan maskapal sudah menajalankan semua protokol kesehatan.

Sukoharjo KLB Virus Corona: 1 Positif, ODP 45, PDP 6

Protokol itu dijalankan dalam memperkerjakan karyawan dan awak pesawat.

Cek Kesehatan

Lion Air, kata dia, melaksanakan sesuai aturan regulator. Salah satunya secara konsisten tetap melakukan pengecekan kesehatan sebelum awak pesawat melakukan tugas terbang.

Kronologi Warga Sukoharjo Positif Corona, Bermula dari Outbond

Sebelumnya, informasi pilot Lion Air meninggal dunia karena positif virus corona dikonfirmasi Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto.

Motif Laki-Laki Asal Karanganyar Tega Jual Istri untuk Layanan Foursome

Namun dia tidak menyebut nama maskapai dan identitas pilot.

Identitas pilot tersebut, katanya, tidak bisa diungkapkan untuk menjaga kerahasiaan penderita dan menjadi kewenangan maskapai.

ODP Corona Solo Melonjak Tajam Jadi 2.795 Orang, Ini Penyebabnya

"Benar adanya informasi tersebut, tadi sudah dikonfirmasi. Saat ini kami menyiapkan edaran kepada semua operator pesawat udara untuk melaksanakan SOP perlindungan kesehatan awak kabin dan penanganan bagi yang sudah terinfeksi," jelasnya, Senin (23/2/2020).

UPDATE Berita Terbaru Virus Corona

Sumber: Bisnis/JIBI

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Sebelum jadi Alat Pengendali Massa, Gas Air Mata Dipakai dalam Perang Dunia I

      Sebelum jadi Alat Pengendali Massa, Gas Air Mata Dipakai dalam Perang Dunia I

      Dewasa ini gas air mata dipakai aparat untuk membubarkan massa yang berpotensi menimbulkan keributan seperti saat terjadi demonstrasi. Jauh sebelum itu, gas air mata pernah dipakai sebagai salah satu kelengkapan persenjataan dalam Perang Dunia I.

      Berita Terkini

      Tragedi Kanjuruhan, Kapolri: Mabes Polri Investigasi Penyelenggaraan-Pengamanan

      Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, menyampaikan tim gabungan Mabes Polri sedang melakukan investigasi proses penyelenggaraan dan pengamanan terkait tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

      Dukacita Mengalir dari Dubes Inggris dan Rusia untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

      Duta Besar Inggris dan Rusia untuk Indonesia menyampaikan belasungkawa atas tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

      UTP Solo Gelar Rektor Cup 2022 Kali Pertama, Peserta Melebihi Target Panitia

      Untuk kali pertama, UTP Solo mengadakan Rektor Cup 2022.

      Cerita Reva Juru Masak Proyek Jalan Trans Papua Selamat dari Serangan KKB

      Seorang perempuan, Dewi Manise atau akrab disapa Reva, 28, yang bekerja sebagai juru masak ditemukan selamat dari insiden pembantaian yang dilakukan KKB terhadap pekerja proyek Jalan Trans Papua Barat.

      Dosen ISBI Aceh dan ISI Solo Rayakan Pengakuan UNESCO atas Gamelan

      Dosen ISBI Aceh dan ISI Solo mengadakan kolaborasi seni untuk merayakan pengakuan UNESCO atas gamelan.

      Data Korban Tragedi Kanjuruhan Versi DVI Polri, 125 Orang Meninggal

      Tim DVI Polri mencatat data sementara jumlah korban meninggal dunia dalam tragedi kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur sebanyak 125 orang.

      Lemkapi: Intelijen Kecolongan, Propam Audit Investigasi Tragedi Kanjuruhan

      Lemkapi meminta Div Propam Polri untuk melakukan audit investigasi pengamanan tragedi kerusuhan pertandingan sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

      Tragedi Kanjuruhan: Polri Kirim Tim DVI & Dokter RS Bhayangkara ke Malang

      Kapolri memberangkatkan Tim DVI Mabes Polri dan dokter RS Bhayangkara Malang, Kediri, dan Surabaya ke Malang guna mempercepat identifikasi korban dan pelayanan kesehatan kepada korban luka.

      Gas Air Mata, Penyebab Tragedi Stadion Nasional Peru, Kini Kanjuruhan

      Tragedi penembakan gas air mata yang menyebabkan jatuhnya ratusan korban jiwa di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022), pernah terjadi di Lima, Peru yang mengakibatkan 328 orang tewas.

      Kompolnas akan Supervisi dan Evaluasi Tragedi Kerusuhan Kanjuruhan Malang

      Kompolnas akan melakukan supervisi dan evaluasi tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur mulai dari persiapan pertandingan, antisipasi, dan pengamanan pertandingan sepak bola.

      Bela Polisi Malang, Menkopolhukam: Kalau Ndak Pakai Gas Air Mata Kewalahan

      Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud Md. memberikan pembelaan atas tindakan polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan suporter yang beringas.

      2 Kesalahan Besar Panpel Arema FC Vs Persebaya Versi Menkopolhukam Mahfud Md

      Panitia pertandingan Arema FC vs Persebaya melakukan dua kesalahan fatal yang akhirnya menjadi pemicu kerusuhan terbesar kedua dalam sejarah sepak bola di dunia itu.

      Profil AH Nasution Jenderal yang Selamat dari Peristiwa G30S/PKI

      Berikut ini Solopos.com rangkumkan profil Abdul Harris Nasution Jenderal TNI yang selamat dari peristiwa Gerakan 30 September atau lebih dikenal dengan G30S/PKI.

      Gugatan Ditolak PTUN, Eks Pegawai KPK Segera Ajukan Banding 

      Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta menolak dua gugatan mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait tes wawasan kebangsaan (TWK).

      Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung Bakal Ditinjau Xi Jinping dan Jokowi

      Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) menjelang kunjungan Presiden Joko Widodo alias Jokowi bersama Presiden China Xi Jinping pada bulan November 2022 mendatang.