PILKADES SUKOHARJO : Nihil Payung Hukum, Pilkades 14 Desa Urung Digelar

PILKADES SUKOHARJO : Nihil Payung Hukum, Pilkades 14 Desa Urung Digelar

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pilkades (JIBI/Harian Jogja/Antara)

Pilkades Sukoharjo pada 14 desa urung digelar lantaran belum ada payung hukum.

Solopos.com, SUKOHARJO — Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (pilkades) di 14 desa di Sukoharjo urung dilaksanakan lantaran belum ditetapkannya Peraturan Daerah (Perda) tentang Desa sebagaimana diamanatkan UU No. 6/2014 tentang Desa.

Kepala Bagian (Kabag) Pemerintah Desa (Pemdes) Setda Sukoharjo, Sumantiyo, mengatakan draf rancangan perda (raperda) Desa yang di dalamnya mengatur tata cara pelaksanaan pilkades sudah disusun.

Hingga kini, draf raperda itu masih dikaji di Bagian Hukum Setda Sukoharjo. Menurut Sumantiyo, rencana pembahasan dan penetapan Perda Desa itu sudah masuk dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) 2015.

“Kemungkinan pada Juni mendatang, draf Raperda Desa sudah bisa dibahas Panitia Khusus DPRD Sukoharjo. Penetapan Perda Desa itu dibutuhkan sebagai petunjuk pelaksanaan pilkades di 14 desa,” terang Sumantiyo saat ditemui wartawan di Gatak, Senin (18/5/2015).

Dia menjelaskan saat ini 14 desa tersebut tak memiliki kepala desa karena berbagai sebab. Para kepala desa (kades) yang sebelumnya memimpin desa itu sebagian sudah meninggal dunia, mengundurkan diri, hingga terjerat kasus korupsi. Sumantiyo mengaku tidak tahu nama 14 desa itu karena lupa. Namun, dua di antaranya adalah Desa Gedangan setelah kadesnya mengundurkan diri dan Desa Palur karena kadesnya terjerat kasus korupsi.

“Sebagian dari 14 desa itu kini dipimpin oleh seorang Pj. [pejabat] kades dari kalangan PNS. Sebagian lagi dipimpin Pjs. [pejabat sementara] dari kalangan perangkat desa dan tokoh masyarakat,” jelas Sumantiyo.

Sebelum ditetapkannya UU No. 6/2014 tentang Desa, terdapat tiga kriteria dalam pemilihan Pjs. kades. Tiga kriteria itu meliputi PNS, perangkat desa, dan tokoh masyarakat. Setelah UU No. 6/2014 tentang Desa ditetapkan, penunjukan Pj. kades diharuskan berasal dari kalangan PNS.

“Aturannya menghendaki demikian, jadi kami menunjuk beberapa PNS untuk menjadi Pj. kades,” terang Sumantiyo.

Pada akhir 2014 lalu, Pemkab Sukoharjo menunjuk empat PNS menjadi Pj. kades di empat desa yakni Desa Ngemplak (Kecamatan Kartasura), Desa Kayuapak dan Desa Bulu (Kecamatan Polokarto), serta Desa Tiyaran (Kecamatan Bulu).

 

 

Berita Terkait

Berita Terkini

Singapura Lockdown, Restoran Hanya Terima Take Away

Pemerintah Singapura mengumumkan lockdown pada pertemuan sosial dan kegiatan publik pada Jumat (14/5/2021).

Pekalongan Diprediksi Tenggelam 15 Tahun Lagi, Ini Sebabnya

Kota Pekalongan di Jawa Tengah diprediksi tenggelam pada 2036 akibat penurunan muka tanah dan naiknya permukaan air laut.

Wisata WGM Wonogiri Tutup, Pengunjung Kecele

Banyak warga yang kecele saat berkunjung ke sejumlah tempat wisata di Wonogiri, termasuk WGM, pada hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021).

Duh, Pengemis Bawa Kabur Balita Usia 2 Tahun di Sragen

Seorang pengemis perempuan kedapatan membawa kabur seorang balita yang berusia 2 tahun asal Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, pada Jumat (14/5/2021). 

Begini Kisah Seleksi Jadi Imam di Uni Emirat Arab

Kemenag melakukan seleksi imam masjid asal Indonesia yang akan diberangkatkan untuk bertugas di wilayah Uni Emirat Arab (UEA).

Melintas di Solo Saat Lebaran, 481 Kendaraan Diperiksa

Sebanyak 481 kendaraan berpelat luar Kota Solo diperiksa saat hari H Lebaran pada Kamis (13/5/2021).

Ketua LHKP-PWM Jateng Sesalkan Pernyataan Ali Mochtar Ngabalin, Desak Minta Maaf

Pernyataan Ali Muktar Ngabalin, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden terkait Busro Muqodas disesalkan Khafid Sirotudin, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PW Muhammadiyah Jateng.

Bhabinkamtibmas Catat ada 1.241 Pemudik Tiba Sragen

Kebanyakan pemudik tiba di Sragen sebelum larangan mudik Lebaran diberlakukan.

Wuih! Ada Wahana Baru di Gunung Pegat Sukoharjo Loh

Gunung Pegat Sukoharjo kini dilengkapi sejumlah wahana baru.

Korban Tewas Karena Jebakan Tikus Di Sragen Tembus 17 Orang, Ini Daftarnya!

Korban meninggal dunia akibat tersengat jebakan tikus beraliran listrik terus berjatuhan di Kabupaten Sragen.

H+1 Lebaran, Pengunjung Wisata Air di Klaten Sepi

Disparbudpora Klaten memprediksi puncak kunjungan ke objek wisata air di Kabupaten Bersinar berlangsung, Sabtu (15/5/2021).