Tutup Iklan
ilustrasi pilkades, pemilihan kepala desa. (Solopos-Whisnu Paksa)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pemkab Karanganyar menerapkan sistem tempat pemungutan suara (TPS) tunggal pada-karanganyar-4-desa-ini-dapat-perhatian-khusus-karena-rawan-konflik" title="PILKADES KARANGANYAR : 4 Desa Ini Dapat Perhatian Khusus Karena Rawan Konflik"> pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2019 mendatang.

Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Desa dan Kelurahan, Timotius Suryadi, menyampaikan hal itu saat ditanya perkembangan persiapan pilkades serentak gelombang kedua, Februari 2019 mendatang.

"Karanganyar menggunakan TPS tunggal. Satu desa satu TPS. Artinya tidak dikelompokkan per dusun. Kecuali Desa Ngringo dan Desa Jaten. Pemilih di dua desa itu lebih dari 10.000 orang. Mereka boleh punya lebih dari satu TPS," kata Timo saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (25/10/2018).

Dasar penerapan sistem TPS tunggal adalah Peraturan Daerah No. 15/2018 tentang Perubahan Kedua Atas Perda No. 19/2015 tentang Kepala Desa. Selain itu, Peraturan Bupati Karanganyar No. 66/2018 tentang Kepala Desa. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menerjemahkan dua peraturan tersebut.

Timo menyilakan panitia pilkades serentak di Jaten dan Ngringo berkonsolidasi perihal jumlah TPS. Panitia di dua desa itu menentukan jumlah TPS berdasarkan kearifan lokal.

Total 145 desa di Kabupaten -karanganyar-perebutan-kursi-kades-di-3-desa-ini-diikuti-pasutri" title="PILKADES KARANGANYAR : Perebutan Kursi Kades di 3 Desa Ini Diikuti Pasutri">Karanganyar akan mengikuti pilkades serentak Februari mendatang. "Disesuaikan kearifan lokal kalau jumlah TPS di dua desa itu. Tidak mampu di-handle dalam satu TPS kalau di dua desa," tutur dia.

Timo menyampaikan alasan Pemkab menggunakan sistem TPS tunggal. Salah satu pertimbangannya mengoptimalkan keamanan. Timo mengingatkan seluruh warga Karanganyar bahwa pesta demokrasi bukan segalanya.

Pesta demokrasi diartikan sebagai bagian dari sarana silaturahmi antarwarga. "Pilkades bukan persaingan tapi adu gagasan dan membangun kebersamaan membangun desa. Semangat bersama memajukan desa. -karanganyar-pemkab-karanganyar-gelar-pilkades-serentak-di-9-desa-ini-lokasinya" title="PILKADES KARANGANYAR : Pemkab Karanganyar Gelar Pilkades Serentak di 9 Desa, Ini Lokasinya">Pilkades menjadi sarana menentukan siapa masinis mempercepat kemajuan," jelas dia.

Selain sistem TPS tunggal, Timo mengingatkan calon kepala desa tidak dibebani biaya penyelenggaraan pilkades. Pemkab sudah mengalokasikan dana pada APBD 2019. Rata-rata Rp65 juta per desa kecuali Ngringo dan Jaten.

"Kesempatan putra terbaik desa mengabdikan kemampuan untuk desa tanpa takut biaya besar. Semua dicukupi pemerintah. Desa juga mengalokasikan pada APB Desa tahun 2018 untuk kegiatan sosialisasi dan persiapan," ungkap dia.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten