Pilkades Serentak Boyolali Ditunda, Bagaimana Nasib Pembangunan Desa?
Ilustrasi pilkades di Boyolali menggunakan e-voting (Dok. Solopos)

Solopos.com, BOYOLALI -- Pemilihan kepala desa atau pilkades serentak di Boyolali dipastikan ditunda. Penundaan tersebut dinilai tidak berpengaruh terhadap pembangunan desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Boyolali, Purwanto, mengatakan meski pelaksanaan pilkades ditunda, proses pembangunan di desa bisa jalan terus.

Dia menjelaskan penundaan pilkades serentak dilakukan hingga setelah pelaksanaan pemilihan kepala daerah atau pilkada 2020, 9 Desember 2020. Selama masa menunggu itu, ada penjabat (Pj) kepala desa yang menjalankan tugas kepala desa.

Diduga Palsukan Tanda Tangan Dukungan, Bajo Dilaporkan ke Bawaslu

Pj. kepala desa tetap bisa menggedok anggaran di masing-masing desa. "Kewenangannya [Pj] sama dengan kepala desa. Pembangunan di desa tidak akan terpengaruh," tegas Purwanto kepada wartawan, awal Agustus 2020.

Dia memastikan meski pilkada ditunda, anggaran tidak berpengaruh. Satu-satunya yang terdampak adalah daftar pemilih tetap (DPT). Kelak akan ada penyesuaian DPT pilkades.

"Anggaran tidak ada perubahan. Hanya penyesuaian DPT. Disesuaikan antara Agustus sampai Desember nanti. Tinggal tanggal pemilihannya nanti tangga berapa," ujar dia.

Ingat! Jelang 17-an, Pendaki Gunung Lawu Dibatasi 350 Orang Per Jalur Pendakian

11 Desa Pelaksana Pilkades

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, pilkades serentak di 11 desa di Boyolali ditunda. Desa yang akan mengadakan pilkades adalah Desa Suroteleng, Kecamatan Selo; Desa Ngenden, Kecamatan Ampel; serta Desa Babadan, Desa Nglembu, Desa Sambi, dan Desa Trosobo di Kecamatan Sambi.

Selanjutnya, Desa Kalangan, Kecamatan Klego; Desa Ngablak, Kecamatan Wonosamodro; Desa Dologan, Kecamatan Karanggede; serta Desa Bawu dan Desa Klewor di Kecamatan Kemusu.

Keren! 4 Siswa SD Klaten Bikin Robot yang Bisa Ikut Upacara Bendera

Camat Sambi, Purnawan Raharjo, mengatakan semua desa pelaksana pilkades di Kecamatan Sambi sudah mendapatkan informasi soal pilkades yang ditunda. "Sudah kami beritahukan dan mereka bisa memerima. Memang mau tidak mau begitu," kata dia.

Jika dilihat pada peta risiko Covid 19, beberapa desa pelaksana pilkades serentak di Kecamatan Sambi memang ada yang masuk zona merah. Namun, Purnawan mengatakan saat ini kondisi desa pelaksana pilkades tersebut sudah membaik.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom