SOLOPOS.COM - Lima calon kades dari Desa Brajan dan Desa Taji, Kecamatan Prambanan, membacakan ikrar damai, Rabu (19/7/2017). (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos)

 

Pilkades serentak di Kabupaten Klaten akan digelar di 48 desa pada 26 Juli.

Promosi Jalur Mudik Pantura Jawa Makin Adem Berkat Trembesi

Solopos.com, KLATEN — Sebanyak 133 calon kepala desa (cakades) akan bertarung dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2017 di 48 desa pada 26 Juli mendatang.

Dari 48 desa itu, jumlah calon kades paling banyak terdapat di Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, dan Desa Gatak, Kecamatan Ngawen, masing-masing lima calon. Kabid Penataan dan Administrasi Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermasdes) Klaten, Kliwon Yoso, mengatakan jumlah calon yang mendaftar tak berubah saat ditetapkan pada Rabu (19/7/2017).

Setelah penetapan, masa kampanye berlangsung tiga hari, Kamis-Sabtu (20-22/7/2017). Kepala Dinpermasdes Klaten, Jaka Purwanto, mengatakan tata tertib kampanye sudah diatur dalam regulasi yakni peraturan bupati (perbup).

“Saya rasa sudah diatur dalam regulasi yang tidak boleh saling menjelek-jelekkan, tidak boleh menyinggung UUD dan Pancasila, tidak boleh menjanjikan atau memberikan sesuatu kepada seseorang, menjaga kerukunan, tanpa yel-yel dan tanpa arak-arakan. Panitia bisa memfasilitasi tempat masing-masing calon memberikan visi dan misi enam tahun ke depan menjadi kepala desa,” kata Jaka.

Soal para calon kades yang masih ada hubungan keluarga dengan mantan kades, Jaka menuturkan tak ada larangan selama mereka mendaftar sesuai aturan yang berlaku. Di Kecamatan Prambanan, pilkades digelar di dua desa yakni Desa Taji dan Desa Brajan.

Di Desa Taji ada tiga calon kades dan di Desa Brajan ada dua calon kades. Deklarasi damai calon kepala desa di Kecamatan Prambanan digelar Rabu di kantor kecamatan setempat.

Salah satu cakades, Supolo, pernah menjabat sebagai Kades Taji selama dua periode. Pada Pilkada 2015, ia pernah mendaftar sebagai calon bupati dari jalur independen.

Namun, ia dinyatakan tak lolos lantaran tak memenuhi syarat dukungan minimal yang ditetapkan KPU. “Kami hanya pelayan masyarakat saja. Tujuan kami mengabdikan diri seutuhnya kepada masyarakat,” kata pria yang juga kerap disapa Polo Dirgantara itu saat ditemui di Kecamatan Prambanan.

Polo mengaku tak ada persiapan khusus untuk maju sebagai calon kades lantaran pernah menjadi kades selama dua periode. Selama dua tahun terakhir, Kades Taji dijabat penjabat (pj).

Pada Pilkades 2017, Polo bakal bersaing dengan dua calon kades lainnya yakni Joko Endarto dan Budiyana. “Saya sudah tekankan kepada tim saya untuk santun,” katanya.

Sementara itu, calon kades di Desa Brajan yakni Saptono dan Ning Andayani. Keduanya diketahui kakak beradik. “Niatan saya maju untuk pengabdian masyarakat,” kata dia.

Ia menuturkan tak jadi soal jika calon kades yang menjadi rivalnya merupakan adik kandungnya. Ia juga menegaskan adiknya maju atas inisiatif sendiri.

“Memang sama-sama berniat saja. Tidak masalah yang penting semuanya untuk pengabdian ke masyarakat,” ungkapnya.

Plt. Kapolsek Prambanan, AKP Frans Minarso, mengatakan 32 personel Polsek Prambanan disiagakan terutama saat Pilkades digelar 26 Juli. Pengamanan yang dilakukan aparat kepolisian sejak penetapan calon kades.

Delapan personel diterjunkan untuk pengamanan di Desa Brajan sementara 13 personel pengamanan di Desa Taji. Perbedaan jumlah personel itu lantaran kondisi Desa Taji jumlah calon kades dan penduduknya lebih banyak.

“Untuk pengamanan melekat ke masing-masing calon sebanyak satu personel mulai tahapan penetapan,” kata dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya