Salah satu cakades Gununggajah, Bayat, Klaten, tak hadir di TPS saat pemungutan suara Pilkades, Rabu (9/10/2019). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Calon kepala desa (cakades) di Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Gununggajah, Kecamatan Bayat, Klaten, Yulius Yoyok Kartiko Cahyo, otomatis menang pada pemungutan suara, Rabu (9/10/2019).

Hal itu lantaran satu-satunya lawannya, Maria Sulistyo Rahmawati, tak hadir saat pemungutan suara. Maria tak lain lain adalah istri Yoyok yang maju pilkades karena tak ada warga lain yang bersedia mencalonkan diri.

Ketidakhadiran Maria tanpa disertai alasan yang jelas sehingga perolehan suaranya dinyatakan tidak sah. “Istri saya tidak hadir [ke TPS saat pemilihan] karena ada keperluan lain. Pilkades Tegalrejo tidak ada ketegangan sama sekali. Saya maju bersama istri karena tidak ada warga lainnya yang berminat maju,” kata Yoyok yang merupakan petahana kepada Solopos.com, Rabu.

Selain Maria, ada satu cakades di desa lain di Kecamatan Bayat yang tak manggung atau hadir di tempat pemungutan suara (TPS), Rabu. Dia adalah Yusuf Bahrudin, cakades Tegalrejo.

“Satu cakades tidak hadir tanpa keterangan. Artinya, nanti perolehan suaranya dianggap tidak sah,” kata Penjabat (Pj) Kades Tegalrejo, Supono.

Dengan demikian, jabatan Kades Tegalrejo hanya diperebutkan dua cakades, yakni Tri Wiyana, dan Sriyanta.

Camat Bayat, Edy Purnomo, mengatakan dua cakades yang tak hadir tidak meminta izin kepada panitia pilkades atau memberi alasan ketidakhadiran mereka ke TPS.

“Sebenarnya selama ada izin yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan, perolehan suara mereka dianggap sah meski tidak manggung. Namun, karena izin, perolehan suara nantinya tidak sah,” kata Edy saat ditemui Solopos.com di Bayat, Rabu.

Di Bayat ada tiga desa yang menggelar Pilkades pada Rabu. Ketiganya yakni Bogem (3 cakades), Gununggajah (2 cakades), dan Tegalrejo (3 cakades). Edy mengatakan pemungutan suara di tiga desa itu relatif aman dan lancar.

Sebelum pemungutan suara, tim dari kecamatan rutin menyambangi desa saban hari. “Tidak ada pengamanan khusus untuk proses pilkades. Sebelumnya kami sosialisasi secara maraton bersama kepolisian serta TNI,” jelas dia.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten