Pengendara motor melintasi baliho sosialisasi tahapan Pemilihan Umum Kepala Desa (Pilkades) Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. (Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif)

Solopos.com, KUDUS — Penundaan Pemilihan Umum Kepala Desa (Pilkades) Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah memicu kekecewaan. Pilkades itu ditunda karena bakal calon yang menyerahkan berkas persyaratan pendaftarannya hanya satu orang dari tiga pendaftar.

Menyikapi pelaksanaan Pilkades Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kudus, Jateng yang harus ditunda 2 tahun lagi atau 2022 itu, puluhan warga desa setempat mendatangi Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kudus di Kompleks Perkantoran Mejobo Kudus, Rabu (23/10/2019).

"Kedatangan kami ke Kantor Dinas Pemdes Kudus untuk menanyakan terkait dengan aturan pilkades ketika yang melengkapi berkas hanya satu orang," kata Muali, warga Desa Undaan Lor.

Menurut dia, di dalam peraturan yang ada mengamanatkan ketika calonnya hanya satu maka akan ada perpanjangan waktu selama 20 hari. Akan tetapi, lanjut dia, keputusan bupati justru ada kerancuan karena pengumuman hasil verifikasi persyaratan pendaftaran ditetapkan pada tanggal 21 Oktober 2019, sedangkan jadwal perpanjangannya 26 September hingga 19 Oktober 2019.

Kedatangannya bersama puluhan warga ke Kantor Dinas Pemdes untuk mempertanyakan pemahaman soal salah satu pasal di dalam Perda Kudus No. 8/2017 tentang Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan, Pelantikan, dan Pemberhentian Kepala Desa. Mereka mempertanyatakan kebenaran penafsiran, apakah akan ada perpanjangan atau ditunda dua tahun lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kudus Adi Sadhono Murwanto membenarkan bahwa kedatangan warga dari Desa Undaan Lor untuk mempertanyakan pemahaman soal salah satu pasal ketika bakal calon yang memenuhi syarat hanya satu orang diperpanjang atau ditunda.

Sesuai dengan aturan, terang dia, perpanjangan waktu 20 hari berlaku ketika saat pendaftaran ternyata hanya satu orang, kemudian waktu pendaftarannya diperpanjang. "Kasus di Desa Undaan Lor, yang mendaftar ada tiga orang. Pada saat penyerahan berkas pendaftarannya ternyata hanya satu orang. Sesuai dengan aturan, Pilkades di Desa Undaan Lor ditunda dua tahun lagi," ujarnya.

Terkait dengan permasalahan tersebut, kata dia, BPD dan Panitia Pilkades Undaan Lor sudah mengetahui aturan tersebut. Namun, warga belum puas dengan penjelasan mereka. Sebelumnya, dia sudah mengingatkan kepada masyarakat yang hendak mencalonkan diri agar tidak hanya sekadar main-main karena bisa membuat pelaksanaan pilkades kacau.

Ia menyebutkan dari 116 desa yang dijadwalkan melaksanakan pilkades serentak, tercatat ada satu desa, yakni Desa Undaan Lor yang pelaksanaannya ditunda dua tahun mendatang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten