PILKADES BOYOLALI : Pilkades Mudal Diwarnai Dugaan Praktik Politik Uang

BOYOLALI -- Masa kampanye calon kepala desa (cakades) dalam pemilihan kepala desa (pilkades) di 95 desa di Kabupaten Boyolali, Selasa (26/3/2013), diwarnai aksi politik uang atau money politic. Di Desa Mudal, Kecamatan Boyolali, diinformasikan ada salah seorang warga yang dilaporkan ke aparat kepolisian setempat karena diduga melakukan praktik politik uang dari pihak salah satu cakades di desa tersebut.

Ditemui Solopos.com di Balaidesa Mudal, Selasa, Kaur Keamanan desa setempat, Sunarno, membenarkan adanya kejadian tersebut. Selasa pagi itu, ungkapnya, ada sejumlah warga desa melaporkan salah seorang warga karena diduga melakukan praktik politik uang.
Warga tersebut diduga merupakan pendukung salah satu cakades desa setempat. Diterangkan Sunarno, praktik politik uang tersebut dilakukan dengan membagikan amplop berisi uang senilai Rp30.000. Warga itu ditangkap sejumlah warga lain yang merupakan pendukung cakades lainnya.

“Tadi orangnya dibawa ke balaidesa [Balaidesa Mudal]. Untuk mencegah amuk massa karena suasana menjelang pilkades saat ini sedang panas, kami putuskan untuk mengamankan warga tersebut ke Polsek Boyolali, sekaligus untuk laporan tentang dugaan politik uang tersebut,” ujar Sunarno.

Menurut keterangan Sunarno, ada dua cakades yang akan berebut suara warga dalam pilkades di Desa Mudal, Rabu, yaitu Sri Sudatni dan Sri Purwanti. Diakuinya, suasana desa dalam beberapa hari terakhir memanas menyusul persaingan di antara dua cakades tersebut. Dugaan praktik politik uang mulai dilakukan sejak tiga hari terakhir. Namun ditegaskan dia, perangkat desa setempat telah berupaya menjaga agar kondisi tetap kondusif. Pihaknya juga meminta panitia pilkades di desa itu bersikap netral, tidak memihak ke salah satu cakades.

”Yang jelas kami dari perangkat desa berharap pilkades besok [Rabu (27/3)] berjalan lancar, kondusif, aman, sukses tanpa ekses. Sehingga kades terpilih nanti diharapkan adalah seorang pemimpin yang bijak tanpa perlu pakai langkah-langkah tidak terpuji, termasuk money politic,” tegasnya.

Dimintai konfirmasi terpisah, Kapolres Boyolali, AKBP Budi Haryanto, mengatakan menyikapi persoalan politik uang, aparat kepolisian akan menerima setiap pelaporan tentang dugaan praktik tersebut.

“Setiap pelaporan [dugaan praktik politik uang] tetap kami terima dan dilanjutkan penyelidikan. Kalau memang cukup alat buktinya, akan kami tingkatkan ke penyidikan,” tegas Kapolres.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho