Ilustrasi pemilihan umum kepala daerah (JIBI/Harian Jogja/Istimewa)

Solopos.com, WONOGIRI -- Partai Golkar akhirnya menyatakan sikapnya menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Wonogiri 2020. Partai berlambang pohon beringin itu ingin kembali menyandingkan Edy Santosa dengan Joko Sutopo (Jekek).

Pasangan ini memenangi Pilkada Wonogiri 2015 lalu dan kini Joko Sutopo dari PDIP menjadi bupati sedangkan Edy Santosa menjadi wakil bupati.

Sikap Partai Golkar ini berbeda dengan klaim Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sebelumnya, PKB mengklaim akan membentuk koalisi dengan Partai Golkar, PAN, dan Partai Gerindra.

Koalisi untuk melawan petahana ini bahkan diklaim sudah hampir pasti terbentuk. Ketua DPD Partai Golkar Wonogiri, Bondan Sejiwan Boma Aji, kepada Solopos.com, Minggu (26/1/2020), menyampaikan hal tersebut merupakan sikap pengurus dan akar rumput Golkar yang disampaikan melalui rapat internal DPD Wonogiri, akhir Desember 2019 lalu.

Edy turut hadir dalam pertemuan itu. Bondan menyebut para kader Partai Golkar dari pengurus hingga akar rumput berpandangan kepemimpinan Jekek-Edy berhasil membuat Wonogiri menjadi lebih baik.

Warga Diminta Setop Penggalian Terowongan Peninggalan Belanda di Cokro Kembang Klaten

Hasil pembangunan berdampak positif sehingga warga merasakan manfaatnya. Oleh karena itu kader memandang kepemimpinan Jekek-Edy perlu dilanjutkan.

Apabila Jekek-Edy bisa menjadi pasangan calon kembali pada Pilkada 2020, Partai Golkar bertekad memenangkan keduanya.

Menurut Bondan, itu adalah pemikiran yang realistis. Edy yang dinilai merupakan tokoh terbaik Golkar di Wonogiri mampu mendampingi Jekek mampu menjawab tantangan.

Selama memimpin Wonogiri pun mereka tak pernah berkonflik dan selalu harmonis. Karenanya Partai Golkar ingin melanjutkan apa yang sudah dimulai pada 2015 agar bisa selesai sampai 2024 nanti.

"Pak Jekek pun sudah menyampaikan melalui media bahwa dia tetap ingin didampingi Pak Edy. Artinya, Pak Jekek sudah merasa cocok,” kata Bondan saat dihubungi Solopos.com.

Dia memastikan partainya akan menindaklanjuti hasil rapat itu dengan berkomunikasi dengan PDIP. Komunikasi juga bisa dilakukan Edy yang kerap bertemu Jekek.

Remaja Ponorogo Meninggal Tersetrum Saat Perbaiki Lampu Kamar Mandi

Soal hasilnya, Bondan menyerahkannya kepada mekanisme masing-masing partai. Dia tak memungkiri PDIP dapat mengusung pasangan calon secara mandiri.

DPP PDIP bisa memberi rekomendasi kepada siapa pun. Apabila keputusan DPP PDIP belum sesuai harapan, Golkar akan menggelar komunikasi lanjutan untuk menentukan sikap.

Namun, menurut Bondan tidak ada salahnya berharap PDIP mempertahankan Edy. Terlebih, Jekek-Edy sudah teruji dan terbukti.

Dimintai tanggapan ihwal koalisi PKB , Partai Golkar, PAN, dan Partai Gerindra yang diklaim PKB sudah hampir pasti terbentuk untuk melawan PDIP, Bondan menyatakan Partai Golkar masih sangat cair saat berkomunikasi dengan mereka.

Komunikasi yang terjalin pun baru sekadar komunikasi biasa sebagai wujud hubungan baik antarpartai. Pada komunikasi tersebut belum pernah membahas soal figur.

2020, 688 ASN Wonogiri Pensiun

Padahal, Bondan menilai figur adalah elemen paling penting jika ingin membangun koalisi. “Artinya, terlalu egois ketika berbicara koalisi partai tanpa berbicara figur. Sebelum berbicara soal koalisi seharusnya berbicara figur dulu,” ucap Bondan.

Seperti diketahui, Jekek pernah menyampaikan jika boleh memilih dia ingin kembali didampingi Edy Santosa pada Pilkada September mendatang. Keinginannya itu pernah disampaikan kepada para kader PDIP. Namun, Jekek memahami dia tak bisa berbuat banyak lantaran ada mekanisme tersendiri di tingkat DPP.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten