Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, yang akrab disapa Jekek saat talkshow di studio Solopos FM, Selasa (7/1/2020). (Solopos/M. Ferri Setiawan)

Solopos.com, WONOGIRI -- Ketua DPC PDIP Wonogiri, Joko Sutopo, menyatakan keinginannya untuk berpasangan lagi dengan tokoh Partai Golkar, Edy Santoso, dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Wonogiri 2020.

Bupati saat ini yang akrab disapa Jekek tersebut merasa antara dirinya dan Edy yang kini menjabat Wakil Bupati Wonogiri, sudah terjalin chemistry atau hubungan harmonis. Jekek merasa selama menjalankan pemerintahan sejak 17 Februari 2016 lalu bisa bekerja sama dengan Edy dengan sangat baik.

Jekek menyampaikan hal tersebut saat dimintai tanggapan Solopos.com mengenai peluang Edy mendampinginya dalam Pilkada 2020, belum lama ini. Menurut Jekek, kinerja Edy selama mendampinginya sudah terbukti baik.

Komunikasinya dengan Edy terbangun sangat bagus sehingga tidak pernah timbul permasalahan. Antara dirinya dan Edy saling mengerti dan memahami.

Alhasil, selama ini tidak pernah ada isu miring tentang hubungan keduanya. Oleh karena itu Jekek bakal memilih Edy sebagai cawabupnya seandainya diperbolehkan memilih.

Kontrak Flyover Ditandatangani, Perlintasan KA Purwosari Solo Ditutup Awal Februari

“Bahkan ini sudah saya sampaikan di internal kami [kepada para kader PDIP]. Respons mereka biasa saja karena mereka paham betul apa yang saya sampaikan sekadar usulan. Mereka paham yang menentukan rekomendasi untuk cawabup adalah DPP,” kata Jekek.

Kendati menginginkan berpasangan lagi dengan Edy, Jekek mengaku belum pernah menyinggung topik itu dengan Edy. Sebaliknya, Edy juga tak menyampaikan secara lugas ingin mendampinginya lagi pada Pilkada tahun depan.

Jekek berkomunikasi dengan Edy biasanya hanya membahas pekerjaan atau dinamika pemerintahan yang berkembang. Jekek tak menyinggungnya karena meyakini Edy sudah sangat memahami posisi masing-masing sebagai petugas partai.

Ada mekanisme atau kerja politik tersendiri pada tataran penentuan cabup/cawabup. Atas hal itu tidak ada jaminan Edy bakal mendapat rekomendasi sebagai cawabup.

Pilkada Wonogiri: Langkah Strategis Jekek Dapatkan Kepercayaan Masyarakat

Bahkan, tidak ada jaminan pula DPP bakal merekomendasikan Jekek sebagai cabup.

“Yang jelas hubungan saya dengan Pak Edy tetap terjalin baik, kami sampai sekarang sangat harmonis dan akan demikian sampai kapan pun. Kami menyadari kami ini petugas partai. Konsekuensi logisnya, kami hanya boleh berharap,” imbuh Jekek.

Terpisah, Edy menyampaikan terima kasih karena dia masih diharapkan bisa mendampingi Jekek. Dia mengisyaratkan harapan Jekek sama dengannya. Namun, hingga saat ini dia belum berpikir soal Pilkada 2020 sehingga belum membangun komunikasi dengan partai mana pun, termasuk dengan Jekek.

Edy merasa tak bisa berbuat banyak lantaran penentu posisi cawabup adalah DPP PDIP. Sementara Edy adalah kader Partai Golkar. Seperti diketahui, PDIP satu-satunya partai di Wonogiri yang dapat mengusung pasangan calon secara mandiri.

Wanita Hamil 9 Bulan Ditangkap Karena Edarkan Narkoba di Solo

“Kalau ditanya masih pengin mendampingi atau tidak, ya sebenarnya [posisi Jekek sebagai Bupati dan Edy sebagai Wabup] ini kan tinggal melanjutkan saja. Kami selalu harmonis, enggak pernah satu kali pun padu [adu mulut]. Barangkali orang kalau melihat kami adalah pasangan ideal. Saya menyerahkan semuanya kepada Yang di Atas [Tuhan],” kata Edy seraya tersenyum.

Sebagai informasi, ada 10 anggota DPRD Wonogiri dari PDIP yang berebut rekomendasi DPP sebagai cawabup pendamping Jekek. Dua orang mendaftar melalui penjaringan DPC, sedangkan delapan orang lainnya mendaftar melalui DPD PDIP Jateng.

Jekek menyatakan siap didampingi siapa pun apabila DPP akan merekomendasikannya sebagai cabup.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten