Kulanuwun Hartono (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, SOLO -- Sosok Hartono digadang-gadang bakal meramaikan Pilkada Wonogiri 2020. Pengusaha properti itu pun tak gentar jika harus melawan petahana, Joko Sutopo atau Jekek. Berikut wawancara Hartono bersama wartawan Solopos, Rudi Hartono.

Apa latar belakang Anda?

Saya pengusaha properti, produsen alat musik, penjual kayu gelondong, sebagai notaris, dan dosen hukum di UNSA Solo. Sekarang ini saya menempuh pendidikan doktoral tindak pidana korupsi. Insyaallah Februari mendatang selesai.

Kenapa tertarik berkontestasi di Pilkada?

Awalnya saya tidak berminat terjun ke politik. Namun, banyak warga yang datang ke rumah mendorong saya nyabup. Dari hari ke hari yang datang semakin banyak. Mereka menyatakan siap mendukung dan bersedia menjadi sukarelawan jika saya maju melalui jalur independen. Sejak saat itu saya terpanggil untuk memenuhi harapan mereka melalui jalur independen.

Apa harapan mereka yang belum terwujud sehingga mendorong Anda maju?

Mereka mengaku susah menyampaikan aspirasi tertentu kepada Pemkab. Mereka memandang saya akan bisa mengakomodasinya karena saya seorang aktivis LSM yang memperjuangkan kepentingan rakyat kecil.

Hartono (Solopos-M. Ferri Setiawan)
Hartono (Solopos-M. Ferri Setiawan)

Kenapa akhirnya mendaftar sebagai cabup melalui Gerindra?

Politik memang dinamis. Penasihat saya bilang kalau saya maju melalui jalur independen akan sulit lolos karena banyak kendala. Peluang menjadi cabup lebih besar apabila melalui jalur parpol. Masalahnya, saya bukan orang partai. Oleh karena itu saya berkonsultasi kepada banyak pihak sampai akhirnya melobi Gerindra.

Gerindra ada kemungkinan merapat ke PDIP, partainya petahana. Bagaimana jika Anda disandingkan dengan petahana sebagai cawabup?

Saya enggak masalah jika partai memberi amanat seperti itu. Terkait Gerindra yang dipandang mungkin akan merapat ke PDIP, orang berpendapat seperti itu sah-sah saja. Politik itu dinamis.

Apabila ke depan sebagai cabup, apa visi Anda?

Membangun tanpa tendensi. Kepala daerah bisa membangun apa saja karena punya anggaran. Tapi apakah mereka merealisasikan pembangunan itu atas dasar tendensi atau tidak. Tidak dapat dimungkiri banyak pihak yang menagih karena sebelumnya merasa berjasa atas terpilihnya kepala daerah. Mungkin dengan minta proyek ini dan itu. Jika pembangunan untuk memenuhi keinginan kelompok tertentu itu namanya pembangunan berdasar tendensi.

Misi untuk mewujudkan visi Anda?

Realisasi pembangunan berdasar regulasi atau hukum yang mengaturnya. Hukum harus dijalankan tanpa kompromi. Ini penting agar jangan sampai jalannya pemerintahan menyalahi hukum. Ketika kepala daerah melanggar hukum, itu sangat berbahaya. Maka tak heran terjadi korupsi.

Bagaimana dengan pengentasan penduduk miskin?

Warga miskin kebanyakan karena tak memiliki pekerjaan. Oleh karena itu mereka harus mendapatkan pekerjaan. Bisa dengan mempekerjakan mereka dalam proyek infrastruktur, seperti perumahan. Kebetulan saya pengusaha properti. Saya mengutamakan pekerja dari wilayah sekitar. Selain itu warga miskin kebanyakan belum punya rumah layak huni. Saya akan bangun perumahan yang terjangkau, yakni kurang dari Rp125 juta, sehingga warga miskin bisa memiliki rumah layak.

Bakal calon Bupati Wonogiri Hartono saat on air di Radio Solopos FM. (Solopos-M. Ferri Setiawan)
Bakal calon Bupati Wonogiri Hartono saat on air di Radio Solopos FM. (Solopos-M. Ferri Setiawan)

Apa strategi Anda dalam melawan petahana?

Soal strategi saya tak bisa menyampaikan karena rahasia. Tapi yang jelas saya sudah punya tim khusus, bahkan sampai tingkat dusun minimal satu tim terdiri atas tiga orang. Saya rapat bersama tim membahas soal pemenangan di beberapa rumah saya di luar Wonogiri secara berkala. Kami bergerak secara senyap, tetapi pada saatnya nanti kalau saya resmi mendaftar ke KPU, para pendukung akan bermunculan.

Seberapa sering koordinasi dengan tim sukarelawan?

Kami berkoordinasi sepekan sekali dan terjadwal. Misalnya tim I koordinasi di rumah saya yang di daerah ini, pekan selanjutnya tim II di rumah saya yang lainnya.

Apakah sudah menyosialisasikan diri kepada masyarakat?

Saya sambang ke masyarakat sepekan tiga kali setelah Magrib. Malam pun saya siap. Tim saya yang mengatur jadwalnya. Contohnya pertemuan dengan warga Pracimantoro, belum lama ini. Saya sudah menemui warga enam desa/kelurahan di sana. Setiap saya bertemu warga, mereka mendorong saya maju.

Terbebani tidak dengan besarnya harapan masyarakat?

Sama sekali tidak. Karena saya sudah bisa menghadapi masalah dan menyelesaikannya dengan baik.

Kabarnya Anda berteman baik dengan Pak Jekek, bakal cabup dari PDIP?

Saya dengan Mas Jekek sudah seperti saudara. Saya berteman dengan Mas Jekek sudah sangat lama. Dulu kami pemborong parkir di Wonogiri. Sampai sekarang pun kami tetap berkomunikasi dengan baik. Sering bertemu, mengobrol. Berkirim WA juga sering.

Respons Pak Jekek ketika Anda mau nyalon?

Biasa saja. Enggak ada masalah sama sekali. Hubungan kami tetap terjalin baik.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten