Pilkada Wonogiri: Bawaslu Deteksi Gejala PNS Tak Netral

Ketua Bawaslu menilai PNS di Wonogiri mulai berani menunjukkan dukungan terkait pilkada. Mestinya, mereka belajar dari kasus di Pemilu 2019.

SOLOPOS.COM - Ketua Bawaslu Wonogiri, Ali Mahbub (Solopos.com-Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI — Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Wonogiri mendeteksi gejala ketidaknetralan pegawai negeri sipil atau PNS seusai tahapan pendaftaran cabup-cawabup Pilkada Wonogiri bergulir.

Pengawasan terhadap kerawanan pelanggaran tersebut menjadi perhatian khusus. Ketua Bawaslu Wonogiri, Ali Mahbub, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri, Jumat (11/9/2020), menyampaikan berdasar informasi yang dihimpun dari berbagai sumber di lapangan terdapat sejumlah PNS yang membuat status di media sosial pribadi berupa konten foto paslon saat mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum atau KPU.

Ali menyebut PNS yang melakukannya merupakan tokoh di wilayah. Hanya, Ali tak memberi petunjuk lain terkait wilayah yang dimaksudnya kecamatan, kelurahan, atau dinas.

Warung Kepala Manyung Bu Fat Semarang Jadi Klaster Covid-19, 20 Orang Positif

Menurut Ali hal tersebut merupakan tindakan yang mengarah pada keberpihakan terhadap paslon tertentu.

“Sekarang memang belum ada penetapan paslon. Walau begitu itu tetap melanggar UU ASN [UU No. 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara] dan ketentuan turunannya. Tindakan seperti itu atau tindakan sejenisnya yang dilakukan ketika sudah ada penetapan paslon, kadar pelanggarannya akan lebih tinggi,” kata Ali.

Dia menilai PNS di Wonogiri saat ini mulai berani menunjukkan dukungan terkait pilkada. Mestinya, mereka belajar dari pengalaman pada Pemilu 2019 lalu yang saat itu ada camat yang dinyatakan melanggar ketentuan karena tak netral.

Regulasi secara jelas mengatur PNS harus netral di setiap pemilihan. Ali meyakini semua PNS memahami ketentuan tersebut. Namun, seolah mereka tak peduli karena mungkin memiliki tendensi tertentu.

Tak Yakin Peroleh Air, Ini yang Dilakukan Petani di Selogiri Wonogiri

“Lebih baik mengontrol diri saja. Tidak perlu menyatakan dukungan kepada siapa pun dengan menunjukkan foto atau kode-kode tertentu. Kalau ’kepleset’ malah menjadi masalah. Bukan tidak mungkin sebenarnya tindakan seperti itu atas inisiatif sendiri untuk mencari sensasi atau tendensi tertentu. Bisa-bisa tindakan seperti itu merugikan paslon yang didukung seandainya tindakannya itu berbuntut panjang. Mending berikan dukungan saat cara mencoblos di bilik suara saja,” imbuh Ali.

Netralitas Aparatur Desa

Kerawanan pelanggaran netralitas PNS akan menjadi perhatian pengawasan pada pilkada Wonogiri tahun ini. Selain ketidaknetralan PNS, Bawaslu memandang ada kerawanan pelanggaran netralitas pamong desa, yakni perangkat desa dan kepala desa.

Program Kartu Prakerja Sudah Diakses 3,8 Juta Orang, Slotnya Tinggal 1,8 Juta Orang

Sebab, ada potensi pamong desa menggunakan pengaruhnya untuk mengarahkan warga memilih paslon tertentu. Padahal, sebenarnya mereka paham hal itu tidak boleh dilakukan, karena regulasi secara tegas melarangnya.

Pelaksana tugas atau Plt. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Wonogiri, Suharno, mengaku pihaknya sudah memberi sosialisasi tentang netralitas PNS pada Pilkada Wonogiri 2020.

Klaster Keluarga Nusukan Solo Berawal dari Sales Paket Data Positif Covid-19

Seluruh PNS juga sudah diberi regulasi yang mengatur netralitas secara rinci. Dia meyakini para ASN sudah memahami aturan tersebut. BKD dan Bawaslu selalu berkoordinasi untuk mencegah terjadinya pelanggaran netralitas PNS

Mantan Sekretaris Daerah atau Sekda Wonogiri meminta siapa pun melapor kepada BKD jika mendapati PNS yang tak netral agar orang bersangkutan segera bisa diberi pembinaan sebelum melakukan pelanggaran lebih jauh.

Berita Terbaru

Masih Pandemi, KPU Solo Pede Targetkan Partisipasi Pemilih Pilkada 2020 Sampai 77,5 Persen

Solopos.com, SOLO -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo tetap memasang target tinggi untuk tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada...

Unik! Cabup-Cawabup Wonogiri Bertukar Pasangan Saat Pengundian Nomor Urut

Solopos.com, WONOGIRI -- Hal-hal penuh kejutan dan unik mewarnai pengundian nomor urut pasangan calon di Pilkada Wonogiri 2020, Kamis...

Jadi Calon Tunggal di Pilkada Sragen, Foto Yuni-Suroto Ada di Kanan Kotak Kosong

Solopos.com, SRAGEN — Pasangan calon bupati-wakil bupati dalam Pilkada Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Suroto (Yuni-Suroto), mendapatkan posisi kanan dalam...

Polisi Bripda hingga Aiptu Tempel Ketat Calon Bupati-Wakil Bupati Klaten

Solopos.com, KLATEN — Belasan anggota Polres Klaten melakukan pengawalan melekat ke tiga pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati di Pilkada...

Kelar Pengundian Nomor Urut, 2 Paslon Peserta Pilkada Solo Langsung Umbar Optimisme

ASemSolopos.com, SOLO -- Dua pasangan calon atau paslon peserta Pilkada Solo 2020 langsung mengumbar optimisme begitu acara pengundian nomor...

Anggota Komisioner KPU Wonogiri Pakai Pakaian Adat Saat Pengundian Nomor, Ini Maknanya

Solopos.com, WONOGIRI -- Komisi Pemilihan Umum atau KPU Wonogiri mengusung konsep budaya dan seni dalam melaksanakan tahapan pengundian nomor...

Bupati Klaten Sri Mulyani Segera Cuti, Siapa Pejabat Sementara Penggantinya?

Solopos.com, KLATEN -- Bupati Klaten, Sri Mulyani, yang menjadi peserta Pilkada 2020, segera ambil cuti, namun, hingga saat ini...

Nomor Urut Etik sama Seperti Sang Suami pada Pilkada Sukoharjo 2015, Pertanda Apa?

Solopos.com, SUKOHARJO -- Nomor urut pasangan calon bupati-wakil bupati (cabup-cawabup) Pilkada Sukoharjo 2020, Etik Suryani-Agus Santosa atau EA, secara...

Pilkada Boyolali 2020: Said dan Irawan di Kiri, Kotak Kosong Kanan

Solopos.com, BOYOLALI -- Pasangan Muhammad Said Hidayat dan Wahyu Irawan mendapatkan posisi kiri dalam undian tata letak gambar pasangan...

Pilkada Sukoharjo: EA Nomor Urut 1, Joswi Nomor Urut 2

Solopos.com, SUKOHARJO -- Dua pasangan calon bupati-wakil bupati (cabup-cawabup) Pilkada Sukoharjo 2020 telah mendapatkan nomor urut masing-masing, Kamis (24/9/2020)....