Ilustrasi pegawai negeri sipil yang merupakan objek pengaturan UU ASN (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/SOLOPOS)

Solopos.com, WONOGIRI -- Pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri mulai berani menunjukkan sikap mendukung Bupati Joko Sutopo untuk meneruskan program pembangunan empat tahun mendatang.

Hal itu sama halnya mendukung lelaki yang akrab disapa Jekek tersebut dalam kontestasi Pilkada Wonogiri, 23 September mendatang. Isyarat dukungan itu dikemas dengan kalimat nonformal saat ada pertemuan dengan warga.

Dukungan secara implisit itu seperti ditunjukkan Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislapernak), Sutardi, saat acara sarasehan Bupati bersama kelompok tani ternak, petugas inseminasi buatan, dan petugas kesehatan hewan di Pendapa Rumah Dinas Bupati, kawasan kota Wonogiri, Jumat (24/1/2020) lalu.

Sutardi awalnya mengucapkan selamat kepada Jekek yang hari itu berulang tahun. Ucapan tersebut disampaikan saat akan menutup sambutan.

Stadion Manahan Solo Jadi Venue Piala Dunia U-20, PKL Resah

“Hari ini spesial karena Pak Bupati ulang tahun. Semoga ke depan bisa terus melanjutkan kepemimpinan di Wonogiri,” ucap Sutardi dijawab kata amin dan tepuk tangan oleh peserta kegiatan.

“Mohon maaf, ini ada kata bijak, Bapak. Wonogiri kota gaplek, Bupatine tetap Mas Jekek,” imbuh Sutardi disambut tepuk tangan meriah peserta acara.

Wakil Bupati (Wabup) Wonogiri, Edy Santosa, juga kerap menyampaikan hal bernuansa politik di beberapa forum formal yang dihadiri banyak orang di Pendapa Rumah Dinas Bupati.

Kalimat tersebut dikemas dalam yel-yel yang intinya mendukung Jekek melanjutkan kepemimpinan. Awalnya dia mengarahkan peserta kegiatan agar menjawab saat dirinya melontarkan yel-yel.

Edy meminta peserta menjawab dengan kata Indonesia, jika dia mengatakan siapa kita. Dia mengarahkan supaya menjawab Pancasila, apabila dia mengatakan apa idelogi kita.

Selanjutnya, Edy meminta peserta mengatakan sesarengan mbangun Wonogiri, jika dia mengatakan apa semangat kita. Terakhir, jika ada kata siapa bupati kita, Edy meminta peserta menjawab Mas Jekek.

Saat semua sudah dilontarkan, Edy menambahkan pertanyaan yang memancing ratusan peserta menjawab bebarengan.

“Siapa bupati kita?” ucap Edy.

“Mas Jekek,” jawab peserta bersamaan.

“Lanjut? Lanjut ora?” imbuh Edy.

“Lanjut, lanjutkan Pak Jekek,” jawab peserta acara.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Wonogiri, Ali Mahbub, menilai aparatur sipil negara (ASN) tidak sepantasnya menyinggung soal politik dengan bentuk apa pun. Mempromosikan tokoh atau menyuarakan dukungan bukan tugas ASN.

Sebaliknya, ASN justru harus netral. Menurut dia, lebih baik ASN menentukan pilihan di bilik suara. Ali mengimbau ASN memperhatikan etika dengan tidak memanfaatkan celah regulasi agar tidak masuk kategori melanggar aturan.

Dihajar Massa Karena Tepergok Culik Anak dan Rampas Motor di Solo, Pria Ini Ternyata...

“Tidak perlu memberi isyarat tertentu yang berbau politik. Masyarakat sekarang cerdas. Kalau ASN menyinggung soal politik saya kira masyarakat malah enggak merespons positif,” ulas Ali.

Dia menambahkan netralitas ASN dan pamong desa menjadi perhatian Bawaslu dalam setiap pelaksanaan pemilihan. Setiap pemilihan ada kasus dugaan ketidaknetralan ASN dan pamong desa.

Contohnya, pada Pilpres 2019 lalu Camat Purwantoro, Joko Susilo, diduga kuat mengarahkan perangkat desa untuk memilih capres dan caleg tertentu.

Dimintai tanggapan ihwal Wabup yang turut menyinggung politik di depan banyak orang, Ali mengatakan ada saatnya politikus berkampanye, tetapi bukan sekarang.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten