Pilkada Wonogiri 2020 Sepi Dari Kegiatan Kampanye
Sosialisasi Pengawasan Tahapan Pilkada oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Rumah Makan Bu Sayem, Ngadirojo, Wonogiri, Kamis (5/10). (Solopos.com/M Aris Munandar)

Solopos.com, WONOGIRI — Kegiatan kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada0 Wonogiri 2020 minim dilakukan oleh dua pasangan calon, Joko Sutopo-Setyo Sukarno (Josss) dan Hartanto-Joko Purnomo (Harjo).

Informasi yang dihimpun Espos dari Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Wonogiri, Kamis (5/11/2020), paslon nomor urut satu, Hartanto-Joko Purnomo, tercatat menggelar 10 kali kampanye pertemuan terbatas selama Oktober lalu. Tim Harjo melaporkan kegiatan itu sebagai rapat koordinasi atau rakor partai.

Sementara, paslon nomor urut dua, Joko Sutopo-Setyo Sukarno menggelar kampanye pertemuan terbatas sebanyak 14 kali. Tim Josss menyebut kegiatan itu bukan kampanye, tetapi rakor internal antara Setyo dengan pendukung.

Hajatan Diperbolehkan, Pelaku Seni di Wonogiri Masih Sepi Job

Kampanye kedua paslon tersebut kali terakhir digelar pertengahan Oktober. Sejak saat itu hingga pekan pertama November ini belum ada pemberitahuan digelarnya kampanye lagi, baik tatap muka maupun dalam jaringan atau daring. Pada sisi lain, konten kampanye yang diunggah di akun media sosial atau medsos masing-masing paslon hanya 30 konten.

Selain itu, Bawaslu mencatat kampanye kedua paslon melalui medsos yang didaftarkan di KPU hanya ada 30 konten. Akun milik tim Harjo terdapat empat konten yang diunggah, sedangkan akun tim Josss ada 26 konten. Seluruh konten itu diunggah di empat akun medsos Harjo dan 10 akun medsos Josss.

Ketua Bawaslu Wonogiri, Ali Mahbub, mengatakan setelah kampanye terakhir pertengahan Oktober lalu, masing-masing paslon belum mengajukan pemberitahuan kampanye lagi. Pengawas tak menemukan pelanggaran pilkada maupun protokol pencegahan penularan Covid-19. Pengawas juga tak menemukan unsur pelanggaran pilkada pada konten kampanye yang diunggah di akun medsos kedua paslon.

Kasus Perzinaan Kades Karangtengah Wonogiri Lanjut, Tapi Kasus Pengeroyokan Berakhir

“Hingga November ini belum ada dugaan pelanggaran kampanye. Kami masih terus mengawasi hingga tahapan kampanye selesai, 5 Desember nanti,” kata Ali saat dihubungi.

Pendekatan Personal

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Harjo, Suparmo, mengatakan pihaknya menggelar kampanye dengan pendekatan personal. Kampanye model itu dijalankan dengan cara bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat dan warga. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB itu menilai pendekatan tersebut efektif untuk mendapatkan simpati masyarakat.

“Selama tahapan kampanye ini mungkin kami tidak terlihat bergerak. Tapi sesungguhnya kami terus bergerak. Kami punya strategi kampanye tersendiri,” kata Suparmo.

Wonogiri Bakal Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka, Begini Komentar Orang Tua

Terpisah, Ketua Tim Pemenangan Josss, Sriyono, menghindari kampanye tatap muka. Hal itu untuk menghargai upaya para tenaga kesehatan atau nakes dan Satugas Tugas atau Satgas dalam memutus rantai penularan Covid-19. Kalau pun ada pertemuan, hal tersebut bukan kampanye, melainkan rakor internal.

Kegiatan itu hanya digelar di Baturetno yang merupakan wilayah tempat tinggal calon wakil bupati Setyo. Sebenarnya banyak warga yang ingin didatangi Josss. Namun, tim pemenangan tak mengabulkan permintaan tersebut agar tak terjadi kerumunan.

“Jika permintaan dari warga wilayah tertentu dipenuhi, warga dari wilayah lainnya pasti juga menginginkan hal sama. Kalau semua wilayah ada tatap muka bagaimana nanti jadinya. Sekarang ini masih pandemi Covid-19. Semua pihak harus mendukung upaya pencegahan penularan Covid-19,” ujar Sriyono.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom