Pilkada Sukoharjo: Tim Pemenangan Etik-Agus Laporkan Sejumlah Akun Medsos Ke Polisi, Kenapa?

Tim pemenangan Etik-Agus di Pilkada Sukoharjo 2020 melaporkan sejumlah akun media sosial ke Polres Sukoharjo, Jumat (18/9/2020).

SOLOPOS.COM - Ketua tim pemenangan cabup-cawabup Pilkada Sukoharjo Etik-Agus, Wawan Pribadi (kiri), bersama kuasa hukum menunjukkan bukti telah melaporkan sejumlah akun medsos ke polisi di hadapan wartawan di Gedung DPRD Sukoharjo, Jumat (18/9/2020). (Solopos/Indah Septiyaning W)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Tim pemenangan pasangan calon bupati-calon wakil bupati Pilkada Sukoharjo 2020, Etik Suryani-Agus Santosa atau Etik-Agus melaporkan dua akun media sosial (medsos) ke Polres Sukoharjo, Jumat (18/9/2020).

Hal ini lantaran akun tersebut mengunggah video dan gambar yang mengarah pada mendiskreditkan pasangan bakal calon dari PDIP tersebut.

Ketua tim pemenangan Etik-Agus, Wawan Pribadi, mengatakan unggahan akun medsos tersebut mengganggu karena ada kata-kata yang tidak pantas disampaikan dalam ranah publik. Menurutnya, ada dugaan penghinaan atau pencemaran nama baik melalui media sosial oleh pengguna akun Facebook Mujianto Gado.

13 Puskesmas Solo Dapat Penilaian Terbaik Se-Jateng, Mana Saja?

Akun tersebut menyertakan gambar pasangan cabup-cawabup Pilkada Sukoharjo, Etik-Agus, dengan tambahan caption "Susu Wedus, Susu Sapi Susune di Demoki Aku Milih Joswi".

"Tulisan ini jelas ada unsur merendahkan martabat cabup dan cawabup EA," katanya kepada wartawan pada Jumat.

Kata-Kata Umpatan

Selain itu juga terdapat unggahan video dengan narasi ajakan menyeberang partai dan kata-kata umpatan. Sementara satu akun lainnya menyebarkan gambar editan dari Whatsapp Group (WAG) dengan keterangan gambar tidak pantas.

Istri Pemilik RM Ayam Goreng Pak Cipto Sukoharjo Meninggal, Pemulasaraan Jenazah Pakai Protokol Covid-19

“Kami mendapatkan laporan dari warga terkait beredarnya unggahan yang tidak pantas dan merugikan kami secara personal maupun organisasi,” beber Wawan.

Wawan mengatakan tim pemenangan cabup-cawabup Etik-Agus pada Pilkada Sukoharjo menempuh jalur hukum sebagai upaya memberikan pembelajaran politik yang baik kepada masyarakat.

Hal ini bukan bentuk antikritik ataupun membungkam kebebasan berpendapat. Namun lebih kepada kebebasan berpendapat yang tetap dibatasi hak-hak pihak lain. Kata-kata pada unggahan akun medsos itu masuk kategori pelecehan dan penghinaan.

BP Jamsostek Umumkan Coret 1,7 Juta Calon Penerima Subsidi Gaji, Ini Alasannya

"Boleh saja berpendapat tetapi tidak dengan menghina orang lain. Kami hanya menggunakan hak hukum sebagai warga negara,” imbuhnya.

Menurut Wawan yang juga ketua DPRD Sukoharjo ini, wajar jika tensi politik meningkat semakin mendekati waktu pelaksanaan pencoblosan Pilkada.

Tetapi semua pihak harus berkompetisi secara sehat, tidak menyebarkan hoaks maupun fitnah, terlebih melalui media sosial.

Penipu Pengangkatan CPNS Catut Tjahjo Kumolo Raup Rp3,8 Miliar, Begini Ceritanya

Konsekuensi Hukum

Ada konsekuensi hukum yang menyertai tindakan tersebut. “Yang kami tekankan dalam hal ini adalah pembelajaran politik,” katanya.

Wawan mengatakan kasus dugaan penghinaan atau pencemaran nama baik pasangan cabup-cawabup Pilkada Sukoharjo Etik-Agus ini secara resmi telah dilaporkan ke Polres Sukoharjo. Pelaporan kasus ini melalui kuasa hukum internal koalisi parpol.

Kuasa hukum tim pemenangan Etik-Agus, Nursito, mengatakan ada dua alat bukti yang menyertai pelaporan dua akun medsos itu ke polisi.

1 Pegawai Positif Covid-19, Kantor Kelurahan Gilingan Solo Lockdown

Alat bukti itu yakni akun yang memuat gambar dan video yang dianggap memenuhi unsur dugaan pelanggaran hukum. “Dua bukti dugaan pidana penghinaan dan pencemaran nama baik,” ujarnya.

Ia berharap polisi bisa menangkap pemilik akun yang melakukan upaya mengarah pada penghinaan atau pencemaran nama baik tersebut.

Berita Terbaru

Wali Kota Rudy Berharap Partisipasi Pemilih Pilkada Solo 2020 Capai 80%

Solopos.com, SOLO -- Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menargetkan partisipasi pemilih pada Pilkada Solo 2020 pada Desember mendatang...

Gibran Geregetan Branding Pariwisata Solo Masih Kalah dari Jogja

Solopos.com, SOLO-Calon wali Kota Solo dari PDIP, Gibran Rakabuming Raka menyatakan keprihatinannya dengan stagnasi sektor pariwisata Kota Bengawan beberapa...

Cawali Solo Bagyo Wahyono Menunggak Tagihan Rp25 juta, Ini Penjelasan PDAM

Solopos.com, SOLO--Calon Wali Kota (Cawali) Solo dari jalur perseorangan, Bagyo Wahyono dikabarkan menunggak tagihan PDAM hingga Rp25 juta. Nilai...

Bawaslu Jateng : Ada 16 Pelanggaran Prokes di Kampanye Pilkada 2020

Solopos.com, SEMARANG – Badan Pengawas Pemilu Jawa Tengah atau Bawaslu Jateng menemukan sejumlah pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan pasangan...

Bawaslu Awasi Medsos Paslon di Pilkada Grobogan 2020

Solopos.com, PURWODADI -- Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Kabupaten Grobogan terus melakukan pengawasan tahapan kampanye Pilkada Grobogan 2020. Tidak...

Dikritik Program Belum Terealisasi, Cabup Petahana Sragen Langsung Kasih Jawaban

Solopos.com, SRAGEN — Calon bupati (cabup) petahana di Pilkada Sragen 2020, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menyampaikan terdapat 8.569 lapangan...

Bawaslu Sukoharjo Perpanjang Lagi Masa Pendaftaran Pengawas TPS, Masih Kurang Berapa?

Solopos.com, SUKOHARJO -- Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Sukoharjo kembali memperpanjang pendaftaran rekrutmen calon pengawas tempat pemungutan suara atau...

Bawaslu Boyolali Perpanjang Pendaftaran Pengawas TPS 10 Kecamatan, Kekurangan Paling Banyak Ngemplak

Solopos.com, BOYOLALI -- Masa pendaftaran pengawas Tempat Pemungutan Suara atau TPS Pilkada Boyolali 2020 diperpanjang hingga Senin (19/10/2020). Perpanjangan...

KPU Wonogiri Coret 57.497 Data Tak Memenuhi Syarat

Solopos.com, WONOGIRI—Komisi Pemilihan Umum Wonogiri mencoret 57.497 data pemilih tak memenuhi syarat (TMS) melalui tahapan pencocokan, penelitian, pencermatan, dan...

Gibran-Teguh Panasi Mesin Tim Pemenangan Internal PAN Solo, Ini Targetnya

Solopos.com, SOLO -- DPD PAN Solo mengukuhkan tim pemenangan untuk pasangan cawali-cawawali, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa atau Gibran-Teguh, pada...