Pilkada Sukoharjo: Spanduk Etik-Agus Bertebaran, Ternyata Ini Pemasangnya
Pasangan Etik Suryani Wardoyo dan Agus Santosa seusai menyerahkan berkas persyaratan cabup-cawabup di Kantor Sekretariat DPC PDIP Sukoharjo, Jumat (20/9/2019). (Solopos/Indah Septiyaning W)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Spanduk dukungan terhadap Etik Suryani dan Agus Santosa sebagai pasangan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) dari PDIP untuk Pilkada Sukoharjo 2020 bertebaran di sejumlah wilayah Kota Makmur.

Spanduk dukungan tersebut terpasang sejak sepekan terakhir. Hal ini memunculkan spekulasi rekomendasi PDIP akan jatuh kepada pasangan Etik-Agus. Apalagi belakangan diketahui spanduk-spanduk itu ternyata dipasang oleh Fraksi PDIP di DPRD Sukoharjo.

Bendahara Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Sukoharjo, Wawan Pribadi, tak menampik spanduk dukungan pasangan Etik-Agus itu dipasang secara resmi oleh Fraksi PDIP. Namun demikian pemasangan itu murni bentuk dukungan terhadap salah satu cabup.

Dia menepis sinyalemen rekomendasi dipegang Etik-Agus. DPC PDIP tetap menunggu keputusan DPP PDIP ihwal calon yang akan diusung partai berlambang banteng moncong putih ini.

Keliling Solo Naik Chopper, Gibran Sebut Motor Jokowi Lembek

"Selama belum turun rekomendasi cabup yang diusung PDIP, seluruh kader hingga pengurus memiliki hak mendukung calon siapa pun. Namun saat rekomendasi itu turun kita tegak lurus partai dan memenangkan calon yang diusung partai," kata Wawan, Minggu (9/2/2020).

DPC PDIP menyatakan siap tegak lurus partai ihwal keputusan rekomendasi pasangan cabup-cawabup di Pilkada September nanti. Dia pun belum bisa memastikan kapan rekomendasi tersebut akan turun dari DPP PDIP.

Wawan mengatakan apa pun keputusan partai, DPC PDIP akan melaksanakannya, termasuk mengenai rekomendasi nama cabup-cawabup apakah sesuai nama calon yang diajukan DPC ataupun tidak.

5 Tahun Jadi Supeltas di Perlintasan KA Dagen Karanganyar, Pria Ini Kantongi Rp100.000/Hari

"Kami [DPC PDIP Sukoharjo] tegak lurus partai. Artinya apa pun keputusan partai akan kami laksanakan," katanya.

Wawan yang juga panitia penjaringan calon Pilkada 2020 di DPC PDIP Sukoharjo mengatakan DPC telah menggelar penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati pada 16-19 September 2019 lalu. Kemudian batas pengembalian berkas paling lambat 20 September 2019 lalu.

Merujuk data, ada lima calon yang mengambil formulir pendaftaran untuk pendaftaran cabup. Kelima calon itu masing-masing Parwanto Mulyo Saputra, Dahono Marlianto, Widodo, Etik Suryani Wardoyo dan Nurjayanto.

7 Mahasiswa Terseret Ombak Pantai Parangtritis, 1 Meninggal

Sedangkan untuk pendaftar cawabup terdapat empat bakal calon yang telah mengambil formulir di antaranya Sukardi Budi Martono, Danur Sri Wardana, Agus Santosa, dan Abu Gorda. Namun hingga batas akhir pengembalian formulir, hanya Etik Suryani dan Agus Santosa yang menyerahkan berkas pendaftaran sebagai balon bupati dan cawabup.

Selanjutnya nama bakal calon bupati dan wakil bupati tersebut diserahkan ke DPP PDIP. "Sekarang tinggal menunggu keputusan DPP siapa yang mendapat rekomendasi cabup dan cawabup," katanya.

Bahaya! Motor dan Pejalan Kaki Masih Berseliweran di Area Proyek Flyover Purwosari Solo

Sementara itu, partai politik (parpol) lain cenderung menunggu keputusan rekomendasi dari PDIP dalam menentukan langkah di Pilkada mendatang. Salah satunya Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PKS Sukoharjo, Ari Sarwanto, sebelumnya menyampaikan belum memiliki keputusan final terkait Pilkada. Namun komunikasi politik dengan beberapa parpol lain telah dilakukan seperti dengan PAN dan Partai Gerindra.

"Baru sebatas penjajakan belum menentukan koalisi maupun calon yang akan maju menjadi peserta Pilkada," ujarnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho