Baliho bakal cabup dan cawabup terpasang di kawasan Bekonang, Mojolaban, Sukoharjo, akhir pekan lalu. (Solopos/Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Atribut sosialisasi dan dukungan terhadap calon bupati (cabup)-calon wakil bupati (cawabup) bertebaran menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sukoharjo 2020.

Pantauan Solopos.com, atribut dukungan berupa baliho hingga pamflet tersebar di pinggir ruas-ruas jalan Sukoharjo. Tak hanya jalan protokol, jalan-jalan perkampungan juga tak luput dari pemasangan atribut tersebut.

Atribut dukungan ini antara lain bisa dilihat di wilayah Bekonang, Mojolaban. Baliho dukungan pasangan Etik Suryani dan Agus Santosa (Etik-Agus), dan Joko Santoso "Paloma" terpampang besar saling berdekatan.

Bupati Karanganyar Sebut Fortunernya Tak Kuat Nanjak, Netizen: Ganti Sopir Bukan Mobil

Salah satu warga Mojolaban, Arif Rahman, mengatakan atribut dukungan cabup dan cawabup mulai marak sejak sepekan terakhir. "Tidak tahu yang pasang siapa. Tapi kami lihatnya sudah seperti perang baliho dukungan saja untuk EA [Etik-Agus] dan Joko Paloma," katanya kepada Solopos.com, akhir pekan lalu.

Agus Santosa yang masih menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo saat dimintai konfirmasi mengaku tidak mengetahui siapa yang memasang atribut dukungan tersebut.

"Yang jelas bukan saya atau Bu Etik yang memasang. Itu sukarelawan yang memasang," katanya.

Agus tak mempermasalahkan pemasangan atribut dukungan tersebut. Menurut dia yang terpenting pemasangan spanduk dukungan tidak di kawasan steril iklan dan baliho.

Tiap 21 Menit Palang Joglo Solo Bakal Dilintasi KA, Netizen: Tua Neng Dalan Lur!

Seperti diketahui, Etik Suryani- Agus Santosa adalah pasangan calon yang diajukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Sukoharjo ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP.

Etik Suryani merupakan istri Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya, sementara Agus Santosa saat ini menjabat Sekda Sukoharjo. Keduanya diajukan setelah DPC PDIP menggelar penjaringan internal.

Di sisi lain, Joko Santoso yang akrab disapa Joko Paloma merupakan pengusaha yang memastikan diri siap meramaikan bursa calon bupati pada Pilkada Sukoharjo 2020. Anggota DPRD periode 2019-2024 ini telah mendaftarkan diri sebagai bakal cabup melalui Partai Gerindra.

Joko Paloma sebelumnya mengatakan akan memasang sejumlah baliho dan spanduk dirinya di beberapa lokasi. Pemasangan spanduk ini akan dilakukan tim suksesnya.

Murah Meriah! Mi Ayam Rp3.000 di Boyolali Ludes dalam 3 Jam

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo Eko Budiyanto mengatakan tidak bisa berkutik terkait maraknya pemasangan spanduk dukungan bakal cabup dan cawabup. Hal itu karena saat kini belum memasuki tahapan kampanye pilkada.

"Jadi itu bukan atribut kampanye atau alat peraga kampanye. Spanduk itu hanya sosialisasi bakal calon ke masyarakat," katanya.

Eko mengatakan kasusnya akan berbeda apabila spanduk dukungan dipasang setelah memasuki masa tahapan kampanye. Bawaslu memiliki kewenangan menindak.

Andmesh Kamaleng Panen Berkah di Akhir 2019

Hal ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 55 Tahun 2018 tentang Pedoman pemasangan alat peraga kampanye dan penggunaan fasilitas umum pada masa Pemilu.

"Baliho bakal cabup dan cawabup yang terdapat di mana-mana sekarang ini memang tidak menjadi ranah Bawaslu untuk menertibkannya. Ini menjadi ranah Pemda dalam hal ini Satpol PP sebagai penegak Perbup 89/2018 tentang petunjuk pelaksanaan Perda 9/2018 tentang penyelenggaraan reklame," jelasnya.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten